MATAPEDIA6.com, KARIMUN– Persatuan Pemuda Meral (PAMERAL) akan menggelar Perlombaan Jong Nusantara 2026 di Pantai Indah Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, pada 10–11 Januari 2026.
Ajang ini menandai komitmen PAMERAL menghidupkan kembali permainan tradisional Jong sekaligus membuka panggung budaya Melayu ke level yang lebih luas.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, lomba kali ini menarik peserta dari berbagai daerah di luar Kabupaten Karimun dan Provinsi Kepulauan Riau, bahkan dari luar negeri.
PAMERAL menyiapkan agenda ini sebagai event tahunan yang konsisten mempromosikan budaya maritim Melayu.
Ketua Panitia Jong Nusantara 2026, Raja Salahudin, menegaskan penyelenggaraan lomba di awal tahun sebagai simbol keseriusan pemuda Meral menjaga warisan budaya.
Baca juga:Arahan Amsakar Achmad Awal Tahun 2026 ke ASN, Harus Unjuk Kinerja Bukan Unjuk Muka
“Kami melaksanakan perlombaan Jong Nusantara pada 10 dan 11 Januari 2026,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).
Raja menyebut, panitia meramu persiapan melalui kolaborasi pemuda dan tokoh masyarakat Desa Pangke serta Desa Pangke Barat. Dukungan penuh masyarakat memperkuat kesiapan teknis dan nonteknis jelang pelaksanaan.
Ketua Umum PAMERAL, Rusdi, menegaskan lomba Jong Nusantara ini menjadi yang pertama digelar organisasi kepemudaan di Kabupaten Karimun. Ia menilai langkah ini sebagai wujud nyata pelestarian budaya Melayu di Bumi Berazam.
“Kami berharap semua pihak ikut mendukung agar kegiatan ini terus berlanjut,” katanya.
Rusdi juga menyampaikan apresiasi kepada pemuda, tokoh masyarakat, warga, serta Pemerintah Desa Pangke dan Pangke Barat atas dukungan penuh terhadap ajang perdana ini. Ia menargetkan Jong Nusantara menjadi agenda rutin tahunan.
Dari sisi teknis, Koordinator Jong Jamhur Azzi menjelaskan panitia mempertandingkan Jong panjang dan Jong pendek. Panitia telah menyampaikan kriteria teknis secara rinci kepada seluruh peserta sejak pendaftaran.
Melalui Jong Nusantara 2026, PAMERAL menegaskan peran pemuda sebagai garda terdepan menjaga khazanah budaya Melayu.
Ajang ini tidak sekadar perlombaan, tetapi ruang edukasi dan regenerasi agar permainan tradisional Jong tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Baca juga:Satlantas Polresta Barelang Catat 1.043 Kasus Kecelakaan Sepanjang 2025, 33 Orang Meninggal
Editor:Zalfirega


















