MATAPEDIA6.com, BATAM – Warga Tanjung Sengkuang masih berjibaku dengan krisis air bersih. Di tengah keluhan yang belum reda, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, tancap gas mempercepat suplai air dan membuka kolaborasi dengan pihak swasta.
Dalam Halalbihalal Kecamatan Batuampar, Jumat (3/4/2026), Amsakar menegaskan pelayanan dasar tak boleh tersendat. Ia memprioritaskan pembenahan air bersih, pengelolaan sampah, dan penanganan banjir sebagai pekerjaan mendesak yang harus segera dirasakan dampaknya oleh warga.
Pemko Batam langsung menggenjot kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Dam Sungai Ladi dari 50 liter per detik menjadi 100 liter per detik. Penambahan ini ditujukan untuk mengurai persoalan distribusi di kawasan padat seperti Jodoh, Nagoya, Batuampar, hingga Bengkong.
Baca juga:Kuota Diskon Ludes, PELNI Angkut 467 Ribu Penumpang Saat Mudik Lebaran
Untuk mempercepat hasil, pemerintah turut menggandeng sektor swasta. PT Moya Indonesia didorong memperkuat pembangunan infrastruktur agar layanan air bersih bisa menjangkau lebih luas tanpa menunggu keterbatasan anggaran daerah.
Amsakar juga mengajak warga menjaga kekompakan dan kondusivitas wilayah. Ia memanfaatkan momentum Halalbihalal sebagai ruang mempererat solidaritas sosial sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap percepatan pembangunan.
Ia menambahkan, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif, mulai dari realisasi investasi yang melampaui target, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, hingga penurunan angka kemiskinan.
Usai kegiatan, Amsakar meresmikan Kantor Lurah Tanjung Sengkuang dengan penandatanganan prasasti, sebagai bagian dari penguatan layanan publik di tingkat kelurahan.
Baca juga:Laporan 110 Masuk, Polisi Gerak Cepat Tangani Dugaan Pengeroyokan di Batam Kota
Editor:Miezon



















