Amsakar-Li Claudia Dengar Langsung Keluhan Warga Rempang soal Relokasi

Senin, 5 Mei 2025 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Rempang Minta Amsakar berikan kepastian lahan, Senin (5/5/2025). Foto: dok/ Media Center

Warga Rempang Minta Amsakar berikan kepastian lahan, Senin (5/5/2025). Foto: dok/ Media Center

MATAPEDIA6.com, BATAM – Sekitar 50 warga Rempang mendatangi Kantor Wali Kota Batam pada Senin (5/5/2025), untuk menyuarakan keresahan mereka terkait relokasi dan status legalitas lahan. Dalam pertemuan terbuka itu, Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra langsung menerima aspirasi warga.

Pertemuan berlangsung di tengah padatnya agenda Musrenbang RPJMD 2025–2029 yang sedang berlangsung secara daring bersama Kementerian Dalam Negeri. Namun, Amsakar memilih menunda rapat daring demi berdialog langsung dengan warga.

“Kami membuka ruang ini karena yang disampaikan sangat penting. Pemerintah tidak menutup diri terhadap aspirasi masyarakat,” ujar Amsakar dikutip dalam media center.

Dalam forum tersebut, warga menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari status lahan di Tanjung Banon hingga kekhawatiran terhadap proses relokasi. Ishak, warga Pasir Panjang, menegaskan bahwa masyarakat berkomitmen menjaga situasi tetap damai, namun meminta jaminan perlindungan agar pelaksanaan program pemerintah berjalan tanpa intimidasi.

Amsakar menegaskan bahwa pemerintah daerah hanya menjalankan mandat dari pusat dan semua proses telah sesuai prosedur, termasuk tahapan surat peringatan.

“Kami tidak ingin ada warga yang merasa dirugikan. Karena itu kami melibatkan tim independen seperti KJPP untuk menilai aset warga secara adil,” jelasnya.

Ia juga menyinggung soal kepemilikan tanah di Batam yang berada di bawah kewenangan BP Batam, dengan mayoritas sertifikat berstatus Hak Guna Bangunan (HGB), bukan Sertifikat Hak Milik (SHM). Namun, pemerintah berupaya memberikan SHM bagi warga kampung tua untuk memberikan kepastian hukum.

“Kami ingin persoalan ini ditangani tuntas dan sistematis. Jangan sampai berlarut-larut,” tegasnya.

Di akhir pertemuan, Amsakar berterima kasih atas aspirasi yang disampaikan dan berjanji akan mencari jalan tengah yang berpihak pada kepentingan warga.

Editor:Miezon

Berita Terkait

Wisuda ke-22, Universitas Batam Luluskan 724 Wisudawan
Indosat AIvolusi5G: Otak Cerdas di Balik Jaringan Kepri yang Makin Gesit dan Tahan Serangan Digital
Pasar Rakyat Tiban Kampung Antar Batam Raih Penghargaan Nasional Predikat Pasar Tertib Ukur
Batam Jadi Tuan Rumah Kegiatan CommuniAction 2025 Kementerian Komdigi RI
PLN Batam Gelar Konsultasi Publik Usulan Perubahan Regulasi Tarif Listrik untuk Jaga Keandalan Pasokan dan Daya Saing Industri
Task Force Batu Aji Gelar Sapu Sampah Liar di Empat Titik Tanjung Uncang dengan Armada Berat
Pematangan Jalan Zona A TPA Punggur Terus Dikebut, Dinas Bina Marga Kerja Hingga Malam
RSBP Batam Raih Trusted Achievement Award 2025 di Yogyakarta

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 21:47 WIB

Wisuda ke-22, Universitas Batam Luluskan 724 Wisudawan

Jumat, 28 November 2025 - 14:06 WIB

Indosat AIvolusi5G: Otak Cerdas di Balik Jaringan Kepri yang Makin Gesit dan Tahan Serangan Digital

Kamis, 27 November 2025 - 22:11 WIB

Pasar Rakyat Tiban Kampung Antar Batam Raih Penghargaan Nasional Predikat Pasar Tertib Ukur

Kamis, 27 November 2025 - 21:51 WIB

Batam Jadi Tuan Rumah Kegiatan CommuniAction 2025 Kementerian Komdigi RI

Kamis, 27 November 2025 - 13:58 WIB

PLN Batam Gelar Konsultasi Publik Usulan Perubahan Regulasi Tarif Listrik untuk Jaga Keandalan Pasokan dan Daya Saing Industri

Berita Terbaru

OJK Digital Financial Literacy di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Foto:OJK Kepri

Nasional

OJK Genjot Literasi Keuangan Digital Mahasiswa UMSU

Sabtu, 29 Nov 2025 - 11:28 WIB