MATAPEDIA6.com, BATAM – Genap satu tahun memimpin Kota Batam, Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra memaparkan capaian kinerja sekaligus tantangan pembangunan dalam dialog bersama tokoh masyarakat di lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Jumat (20/2/2026).
Momentum refleksi satu tahun kepemimpinan itu dimanfaatkan keduanya untuk menyampaikan hasil kerja sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Di balik sejumlah capaian yang dinilai menggembirakan, Amsakar mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan, terutama persoalan sampah, banjir, dan pelayanan air bersih.
“Kami tidak menutup mata bahwa masih ada tantangan yang harus dibenahi. Persoalan sampah, banjir, dan air bersih menjadi prioritas yang kami selesaikan secara bertahap dan berkelanjutan,” tegas Amsakar.
Dari sisi makro pembangunan, Batam menunjukkan tren positif. Pada Triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat 6,89 persen, melampaui rata-rata provinsi maupun nasional.
Baca juga: amsakarDukung Program MBG, Amsakar Achmad Raih Penghargaan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Kepulauan Riau
Capaian tersebut ditopang stabilitas iklim investasi dan penguatan sektor industri, perdagangan, serta jasa.
Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target.
Angka ini semakin menegaskan posisi Batam sebagai salah satu destinasi investasi unggulan nasional dan motor pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau.
Pertumbuhan tersebut berdampak pada perbaikan kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan turun menjadi 3,81 persen terendah dalam lima tahun terakhir. Tingkat Pengangguran Terbuka juga menurun menjadi 7,57 persen.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 83,80, mencerminkan kemajuan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
“Alhamdulillah, dalam satu tahun ini kerja bersama mulai menunjukkan hasil nyata. Ini merupakan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Amsakar–Li Claudia Salurkan Bantuan Rp4,8 Miliar untuk Aceh, Diterima Langsung Wagub Fadhlullah
Di sektor kesehatan dan perlindungan sosial, Pemko Batam menghadirkan program pengobatan gratis bagi warga ber-KTP Batam serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 24.348 pekerja rentan.
Cakupan JKN-KIS telah mencapai 97,86 persen penduduk dan mengantarkan Batam meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori Pratama.
Komitmen pada sektor pendidikan diwujudkan melalui pembagian 105.670 stel seragam gratis bagi siswa baru SD dan SMP, pembangunan 42 ruang kelas baru serta dua unit sekolah, serta pemberian beasiswa kepada 205 mahasiswa, khususnya dari wilayah hinterland dan keluarga kurang mampu.
Untuk mendorong ekonomi kerakyatan, pemerintah meluncurkan program pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi 1.500 pelaku UMKM.
Pelatihan tenaga kerja dan pengembangan industri kreatif juga diperluas guna meningkatkan daya saing sumber daya manusia lokal.
Baca juga: Lampaui Target Investasi 2025, Pemko Batam Borong Dua Penghargaan Nasional
Sejumlah capaian tersebut turut mengantarkan Batam meraih berbagai penghargaan, di antaranya Kota Layak Anak kategori Nindya, Indeks Harmoni Indonesia, serta penghargaan Akselerasi Penanggulangan Kemiskinan.
Meski demikian, Amsakar menegaskan masih ada tantangan krusial yang perlu penanganan serius, terutama pengelolaan sampah, penanganan banjir di titik rawan, dan optimalisasi pelayanan air bersih yang dikelola bersama BP Batam.
Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari optimalisasi distribusi air bersih dan penanganan 18 titik krisis air, pembangunan rumah pompa banjir, normalisasi drainase, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.
Wakil Wali Kota Li Claudia menambahkan, seluruh program yang dijalankan merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pembangunan yang inklusif dan merata.
“Semua membutuhkan proses, perencanaan matang, dan dukungan semua pihak. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan,”kata Li Claudia.
Penulis: Luci |Editor: Meizon



















