DPC FSP LEM SPSI Batam Gelar Muscab V, Konsolidasi Kekuatan Hadapi Transformasi Industri

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Kota Batam menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-V di AP Premier Hotel Batu Ampar, Selasa (3/2/2026). Foto:Damri untuk matapedia

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Kota Batam menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-V di AP Premier Hotel Batu Ampar, Selasa (3/2/2026). Foto:Damri untuk matapedia

MATAPEDIA6.com, BATAM– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Kota Batam menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-V di AP Premier Hotel Batu Ampar, Selasa (3/2/2026). Forum ini menjadi momentum konsolidasi organisasi menghadapi tekanan dan perubahan industri yang kian cepat.

Muscab V mengusung tema ‘Memperkuat Persatuan dan Solidaritas untuk Meningkatkan Kerja Organisasi dalam Menghadapi Transformasi Industri.’

Pemerintah Kota Batam membuka kegiatan ini melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Batam, Yusfa Hendri, yang mewakili Wali Kota Batam.

Sejumlah unsur strategis hadir dalam forum tertinggi organisasi cabang tersebut, mulai dari perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LEM SPSI, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FSP LEM SPSI Provinsi Kepulauan Riau Saiful Badri Sofyan beserta jajaran, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, hingga Pimpinan Unit Kerja (PUK) se-Kota Batam.

Ketua DPD FSP LEM SPSI Kepri, Saiful Badri Sofyan, menegaskan Muscab bukan sekadar agenda rutin, melainkan ajang menentukan arah organisasi lima tahun ke depan. Ia meminta peserta memilih pemimpin yang bekerja untuk kepentingan organisasi, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Baca juga:Aspirasi Buruh Disampaikan di Hari Jadi Batam, Wali Kota Buka Dialog, LAM Angkat Suara

“Organisasi harus dikelola dengan keikhlasan dan tanggung jawab. Dari sinilah manfaat nyata bagi anggota bisa lahir,” kata Saiful.

Muscab V FSP LEM SPSI pada Selasa (3/2/2026). Foto:Damri/matapedia

Ia menekankan bahwa serikat pekerja membentuk kader tidak hanya secara struktural, tetapi juga secara personal. Melalui organisasi, kader belajar berkomunikasi dengan pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

“Jika kita memberi kontribusi secara ikhlas, organisasi akan memberi kembali kepada kita,” ujarnya.

Saiful juga mengingatkan bahaya konflik internal yang kerap muncul akibat tarik-menarik kepentingan. Menurutnya, persatuan dan penghormatan terhadap kepemimpinan menjadi syarat mutlak agar organisasi memiliki marwah dan diperhitungkan pihak eksternal.

Muscab V, lanjut Saiful, memikul tanggung jawab besar: mengevaluasi kinerja kepengurusan lima tahun terakhir, menyusun program kerja lima tahun ke depan, serta memilih ketua yang mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan.

“SPSI adalah organisasi independen dan harus tetap berdiri di atas prinsip itu. Organisasi sering rusak ketika kepentingan luar masuk. Kita juga bukan organisasi proposal. Kita punya basis anggota besar dan posisi kuat di forum tripartit,” tegasnya.

Perwakilan DPP LEM SPSI, Andi, menyoroti pentingnya program kerja yang realistis dan sesuai kondisi industri saat ini. Ia menilai tantangan ketenagakerjaan semakin berat, mulai dari pengurangan tenaga kerja hingga menurunnya jumlah anggota serikat.

“Program kerja harus membumi. Jangan terlalu idealistis. Yang penting bisa dijalankan dan dievaluasi,” katanya.

Ia juga mengajak serikat pekerja menjaga peran sebagai mitra strategis pengusaha demi keberlangsungan industri.

“Tanpa industri yang sehat, pekerja dan serikat pekerja ikut terancam,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Muscab V, Dedi Iswandi, menjelaskan bahwa seluruh tahapan Muscab telah berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Panitia mengawali proses dengan pra-Muscab sekitar satu bulan sebelumnya.

“Pra-Muscab sudah mensosialisasikan mekanisme pemilihan, hak suara, serta penjaringan bakal calon ketua,” jelas Dedi.

Ia menyebut Muscab V diikuti 113 peserta dari 27 PUK se-Kota Batam. Dedi berharap Muscab ini melahirkan kepengurusan yang profesional, mampu mengayomi seluruh PUK, serta mendorong regenerasi kader, termasuk peningkatan peran perempuan dalam struktur organisasi.

“Muscab ini bukan hanya soal memilih ketua, tetapi tentang regenerasi dan penguatan kualitas organisasi ke depan,” pungkasnya.

Baca juga:DPRD Batam Selaraskan Pokok Pikiran 2027 Sesuai dengan RPJMD Kota Batam

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Imigrasi Batam Bongkar Kronologi Dugaan Pungli WNA di TPI Batam Center, Oknum dan Pihak Ketiga Disorot
Tinjau Kebakaran Hutan Nongsa, Ariastuty Peringatkan Warga: Jangan Picu Api Sekecil Apa Pun
Polsek Batu Aji dan Warga Batam Bersatu, Salat Istisqa Jadi Ikhtiar Hadapi Kemarau
Aksi Pencurian Perangkat Lampu Lalu Lintas Marak di Batam, Tiga Simpang dan Flyover Jadi Sasaran
Imigrasi Batam Klarifikasi Dugaan Pungli Wisman, Pemeriksaan Internal Berlangsung
Pria 26 Tahun di Sekupang Panjat Tower, Lebih 24 Jam Polisi dan Jemaah Masjid Bujuk Korban Agar Turun
Tujuh Komisioner OJK Resmi Dilantik, Friderica Tegaskan Fokus Stabilitas dan Perlindungan Konsumen
Pelayanan Publik Tetap Optimal, ASN Pemko Batam Terapkan WFA Usai Libur Idulfitri

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:15 WIB

Imigrasi Batam Bongkar Kronologi Dugaan Pungli WNA di TPI Batam Center, Oknum dan Pihak Ketiga Disorot

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:16 WIB

Tinjau Kebakaran Hutan Nongsa, Ariastuty Peringatkan Warga: Jangan Picu Api Sekecil Apa Pun

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:18 WIB

Aksi Pencurian Perangkat Lampu Lalu Lintas Marak di Batam, Tiga Simpang dan Flyover Jadi Sasaran

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:56 WIB

Imigrasi Batam Klarifikasi Dugaan Pungli Wisman, Pemeriksaan Internal Berlangsung

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:56 WIB

Pria 26 Tahun di Sekupang Panjat Tower, Lebih 24 Jam Polisi dan Jemaah Masjid Bujuk Korban Agar Turun

Berita Terbaru