RSBP Batam Percepat Skrining Jantung Bawaan Anak, Kejar Deteksi Dini

Senin, 2 Februari 2026 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSBP Batam. Foto:Istimewa

RSBP Batam. Foto:Istimewa

MATAPEDIA6.com, BATAM– Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) mengambil langkah cepat dengan menggelar skrining Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada anak lebih awal, Sabtu (31/1/2026). Aksi ini mendahului agenda nasional Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week yang dijadwalkan berlangsung 7–14 Februari 2026 di berbagai daerah.

Percepatan skrining menegaskan komitmen RSBP Batam mendorong deteksi dini penyakit jantung bawaan, kondisi yang kerap luput teridentifikasi karena minim gejala pada fase awal kehidupan anak.

Ketua FErKI Batam, dr. Fandi Ahmad, Sp.JP(K), FIHA, FASCC, menegaskan PJB masih menjadi persoalan kesehatan serius di Indonesia. Ia menyebut angka kejadian kelainan jantung bawaan mencapai sekitar 8 kasus per 1.000 kelahiran hidup.

“Banyak kasus baru terdeteksi saat anak sudah berkeluhan. Deteksi dini menentukan kualitas hidup dan masa depan anak,” tegas Fandi.

Melalui skrining ini, RSBP Batam langsung memetakan anak yang terindikasi PJB untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan konsultasi dengan dokter spesialis jantung sesuai kebutuhan medis.

Baca juga:Sambut Imlek 2026, Beverly Diamond Hadirkan Hunian Legal dengan Hadiah Toyota Raize

Skrining ini tidak berhenti pada tahap awal, melainkan menjadi pintu masuk layanan jantung yang terstruktur dan berkelanjutan.

Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, SpJP, menyampaikan kegiatan tersebut sejalan dengan arahan pimpinan BP Batam, khususnya Deputi Bidang Pelayanan Umum, agar RSBP Batam terus mengedepankan layanan sosial dan promotif bagi masyarakat.

“Meski berstatus badan usaha, RSBP Batam tetap menempatkan pelayanan kesehatan masyarakat sebagai prioritas,” ujarnya.

Skrining PJB menjadi bagian dari rangkaian layanan jantung RSBP Batam sepanjang awal 2026, mencakup deteksi dini, pelayanan medis terukur, serta edukasi kesehatan bagi keluarga pasien. Program ini sejalan dengan nilai PRIMA: Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat.

Baca juga:Gangguan Air Bersih Meluas di Tanjunguma Batam, ABHI: Pompa WTP Sei Ladi Rusak

 

Berita Terkait

Batam Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Ruang Fiskal dan Percepat Pembangunan
Polsek Batu Aji dan Warga Batam Bersatu, Salat Istisqa Jadi Ikhtiar Hadapi Kemarau
BP Batam Jaga Suplai Air Tetap Aman, Penurunan Tiga Waduk Jadi Alarm Serius
Aksi Pencurian Perangkat Lampu Lalu Lintas Marak di Batam, Tiga Simpang dan Flyover Jadi Sasaran
Hari Pertama Kerja, Amsakar Gas Pol Tinjau Proyek Strategis Batam
Pria Terjun di Jembatan 5 Barelang Ditemukan Meninggal Dunia
KSOP Batam Gerak Cepat: Kapal Negara Dikerahkan, 150 Pemudik Tanpa Tiket Tetap Berangkat
Ekspor Timah Solder Tembus India, BP Batam Pacu Hilirisasi dan Daya Saing Industri
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:03 WIB

Batam Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Ruang Fiskal dan Percepat Pembangunan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 10:43 WIB

Polsek Batu Aji dan Warga Batam Bersatu, Salat Istisqa Jadi Ikhtiar Hadapi Kemarau

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:33 WIB

BP Batam Jaga Suplai Air Tetap Aman, Penurunan Tiga Waduk Jadi Alarm Serius

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:38 WIB

Hari Pertama Kerja, Amsakar Gas Pol Tinjau Proyek Strategis Batam

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:23 WIB

Pria Terjun di Jembatan 5 Barelang Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terbaru