BI Longgarkan Kebijakan, Suku Bunga Acuan ke 4,75 Persen

Kamis, 18 September 2025 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 16–17 September 2025. Foto:Screenshot

Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 16–17 September 2025. Foto:Screenshot

MATAPEDIA6.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) akhirnya memangkas suku bunga acuannya, BI-Rate, sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 16–17 September 2025.

Langkah ini diambil untuk menghidupkan mesin pertumbuhan ekonomi yang masih tertahan oleh lemahnya konsumsi rumah tangga dan lambannya penyaluran kredit perbankan.

Sejalan dengan keputusan itu, BI juga menurunkan suku bunga Deposit Facility 50 bps menjadi 3,75% dan Lending Facility 25 bps menjadi 5,50%.

Baca juga:Bank Indonesia Tekan BI-Rate ke 5% untuk Genjot Pertumbuhan di Tengah Awan Global

Kebijakan pelonggaran moneter ini diharapkan mampu menekan suku bunga deposito dan kredit, memperbesar likuiditas, serta memacu pembiayaan ke sektor riil yang sedang lesu.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, menegaskan, ruang penurunan suku bunga dimanfaatkan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi di atas 5% pada 2025, dengan tetap menjaga inflasi rendah di kisaran 2,5±1% dan stabilitas nilai tukar Rupiah.

“Penurunan BI-Rate ini merupakan bagian dari bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang didesain agar likuiditas meningkat, pembiayaan mengalir, dan ekonomi kembali bergairah,” kata BI dalam keterangan resmi dikutip Kamis (18/9/2025).

Langkah BI datang di tengah situasi global yang masih penuh ketidakpastian: ekonomi AS dan Tiongkok melambat akibat perang tarif, ekspor Eropa dan Jepang melemah, sementara India justru ditopang stimulus fiskal. Kondisi tersebut membuat bank sentral dunia, termasuk BI, beralih ke kebijakan moneter longgar.

Meski suku bunga pasar uang dan imbal hasil SBN sudah turun signifikan sejak awal tahun, suku bunga kredit perbankan belum bergerak banyak. BI menekan agar bank segera menurunkan bunga pinjaman sehingga dorongan ke ekonomi tidak tertahan.

Dengan cadangan devisa yang kuat di angka USD 150,7 miliar dan inflasi yang terjaga rendah, BI menilai ruang pelonggaran moneter masih terbuka.

Fokus ke depan adalah mempercepat penyaluran kredit, memperluas transaksi digital, dan menjaga stabilitas Rupiah di tengah gejolak pasar global.

Baca juga:Inflasi Kepri Agustus 2025 Terkendali, Daya Beli Warga Tetap Terjaga

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Pemulihan Bisnis Seluler Dongkrak Laba Telkom, Pendapatan Semester I 2026 Tembus Rp75,9 Triliun
Batam Dinobatkan sebagai Daerah Terbaik untuk Investasi, Transformasi Digital Jadi Magnet Baru Investor
OJK Kepri Gandeng APPI Batam Perangi Pembiayaan Ilegal, Dorong Industri Tumbuh Sehat
Indosat Raup Pendapatan Rp30,7 Triliun pada Semester I 2026, AI Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis
Telkom Raih Lestari Award 2026, Strategi Pengembangan Talenta Jadi Pengungkit Transformasi Bisnis
CERNIVAL 2026 Dibuka di Batam, BI Pacu Transaksi QRIS dan UMKM Kepri
BP Batam Gandeng Panbil dan PLN Batam Percepat Pengembangan KEK Tanjung Sauh
OJK, BEI, dan KADIN Dorong Perusahaan Kepri IPO untuk Perkuat Ekspansi Bisnis 

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Pemulihan Bisnis Seluler Dongkrak Laba Telkom, Pendapatan Semester I 2026 Tembus Rp75,9 Triliun

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:35 WIB

OJK Kepri Gandeng APPI Batam Perangi Pembiayaan Ilegal, Dorong Industri Tumbuh Sehat

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:22 WIB

Indosat Raup Pendapatan Rp30,7 Triliun pada Semester I 2026, AI Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:43 WIB

Telkom Raih Lestari Award 2026, Strategi Pengembangan Talenta Jadi Pengungkit Transformasi Bisnis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:19 WIB

CERNIVAL 2026 Dibuka di Batam, BI Pacu Transaksi QRIS dan UMKM Kepri

Berita Terbaru