MATAPEDIA6.com, BATAM – Banjir di permukiman Bengkong Indah III, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, menjadi sorotan serius Anggota Komisi II DPRD Batam, Ruslan Sinaga.
Lokasi tersebut disebut sudah belasan tahun menjadi langganan banjir, bahkan ketinggian air bisa mencapai 1,5 meter.
Ruslan turun langsung meninjau titik banjir bersama jajaran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam serta BPBD Kota Batam, Kamis (4/12/2025).
Ia mengatakan, kunjungan ini bukan hanya untuk melihat kondisi di lapangan, tetapi menagih komitmen OPD agar segera menghadirkan solusi konkret.
“Sejak 2021, Bina Marga sudah berkali-kali datang meninjau, tetapi tidak ada tindak lanjut. Jangan hanya foto-foto dan tanya-tanya warga, setelah itu hilang begitu saja,” tegas Ruslan di hadapan perwakilan dinas.
Ruslan meminta OPD terkait tidak menunggu hingga terjadi korban baru kemudian bergerak.
Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini harus menjadi peringatan untuk segera melakukan mitigasi.
“Kita harus bergerak sebelum ada korban. Mari sama-sama cari solusi agar Batam terlepas dari bencana,” ujarnya.
Politisi partai Hanura tersebut juga mengaku melihat sendiri betapa parahnya kondisi banjir yang dialami warga.
Ia mendorong agar Dinas Bina Marga segera turun dengan langkah nyata dan terukur.
“Saya harap tindak lanjutnya cepat. Jangan biarkan warga terus jadi korban banjir,” kata Ruslan.
Perwakilan Dinas Bina Marga Kota Batam, Adian, menyampaikan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kami akan lakukan pengukuran dulu, setelah itu hasilnya akan kami laporkan ke pimpinan untuk menentukan langkah dan solusi agar banjir tidak terjadi lagi,” jelas Adian.
Ketua RT 01 Bengkong Indah III, Didi, mengungkapkan banjir di wilayahnya sudah berlangsung lebih dari 10 tahun, namun hingga kini belum ada penanganan signifikan dari pemerintah.
Baca juga: Turnamen Batam Pro-Am Golf 2025, Jadi Mesin Baru Sport Tourism di Kota Batam
“Sudah banyak pejabat dan petugas dinas yang datang, tapi semua hanya foto-foto dan tanya-tanya. Setelah itu tidak ada kelanjutan,” keluhnya.
Menurutnya, salah satu penyebab banjir adalah hilangnya area resapan air di kawasan Cahaya Garden, sehingga air hujan kini meluap ke permukiman warga.
“Normalisasi memang pernah dilakukan, tapi itu hanya sedikit membantu. Tetap saja banjir kembali datang,” tambah Didi.
Warga Bengkong Indah III berharap peninjauan kali ini benar-benar membuahkan tindakan nyata dari pemerintah. Mereka meminta solusi permanen, bukan sekadar normalisasi sementara.
“Semoga kali ini benar-benar ada langkah konkret. Kami sudah terlalu lama hidup dengan ancaman banjir,” ujar salah satu warga.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega



















