MATAPEDIA6.com, BATAM– Penindakan pelanggaran lalu lintas sepanjang 2025 menunjukkan tren menurun. Namun, di saat yang sama, angka kecelakaan lalu lintas justru meningkat.
Data perbandingan 2024–2025 mengungkap paradoks keselamatan jalan raya: tilang turun, kecelakaan naik, dan kerugian material melonjak tajam.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, mengatakan sepanjang 2025, mencatat 15.582 pelanggaran lalu lintas, turun 1 persen dibanding 2024 yang mencapai 15.741 kasus.
“Penurunan ini terutama terjadi pada penindakan tilang yang berkurang 159 kasus. Sebaliknya, teguran simpatik naik signifikan hingga 29 persen, dari 2.613 kasus pada 2024 menjadi 3.687 kasus pada 2025,” ujar Kombes Wicaksono dalam rilis akhir tahun di Polresta Barelang, Selasa (30/12/2025).
Perubahan pola penindakan tersebut tidak diikuti perbaikan keselamatan di jalan. Jumlah kecelakaan lalu lintas justru meningkat 12 persen. Pada 2024 tercatat 917 kejadian, sementara pada 2025 melonjak menjadi 1.043 kejadian atau bertambah 126 kasus dalam satu tahun.
Baca juga:Polda Kepri Siapkan Penyidik Hadapi Era Baru KUHAP 2025, Sinergitas Penegakan Hukum Lebih Progresif
Sementara itu Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo menjelaskan total korban kecelakaan naik dari 979 orang pada 2024 menjadi 1.157 orang pada 2025 meningkat 178 orang.
“Korban luka berat memang menurun dari 78 menjadi 33 orang, namun korban luka ringan bertambah dari 181 menjadi 151 orang seiring meningkatnya intensitas kecelakaan,” ujarnya.
Satu-satunya catatan positif muncul pada angka korban meninggal dunia. Sepanjang 2025, korban meninggal dunia turun drastis 58 persen dari 78 orang pada 2024 menjadi 33 orang.
Meski demikian, penurunan tersebut belum cukup menutup lonjakan jumlah kejadian dan besarnya dampak ekonomi akibat kecelakaan.

Kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025 melonjak lebih dari dua kali lipat. Jika pada 2024 kerugian tercatat sekitar Rp1,52 miliar, maka pada 2025 angkanya meningkat tajam menjadi Rp3,15 miliar, atau naik sekitar 52 persen.
Data bulanan 2025 menunjukkan kecelakaan terjadi hampir merata sepanjang tahun. Oktober mencatat jumlah kecelakaan tertinggi dengan 105 kejadian disusul September 102 kejadian dan Juli 98 kejadian.
Sementara itu, Desember menjadi bulan terendah dengan 61 kejadian, namun tetap menyumbang korban dan kerugian material.
Secara total, sepanjang 2025 tercatat 1.040 kasus kecelakaan lalu lintas dengan 1.257 korban terdiri dari 33 korban meninggal dunia, 151 korban luka berat dan 1.073 korban luka ringan.
“Total kerugian material mencapai Rp1,83 miliar berdasarkan rekapitulasi bulanan,” imbuhnya.
Kondisi ini menegaskan bahwa penurunan tilang dan meningkatnya pendekatan persuasif belum otomatis menekan angka kecelakaan.
Lonjakan jumlah kejadian dan kerugian material menjadi sinyal kuat perlunya evaluasi strategi pengawasan, penegakan hukum, serta peningkatan kesadaran berlalu lintas di masyarakat.
Tanpa perbaikan menyeluruh, tren ini berpotensi terus berlanjut dan menjadikan jalan raya sebagai ruang berisiko tinggi, meski angka penindakan pelanggaran terlihat menurun.
Selain pencapaian Satlantas Polresta Barelang juga mencatat kinerja Satreskrim Polresta Barelang serta pencapaian dan trobosan sepanjang 2025.
Baca juga:Pekerja Tewas Tersengat Listrik di Galangan PT ASL Batam
Penulis:Zalfirega|Editor:Trio


















