MATAPEDIA6.com, BATAM-Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai menggeber rencana pengembangan pedestrian Harbour Bay–Nagoya. Pada Jumat (2/1/2025), BP Batam turun langsung melakukan survei lokasi sebagai langkah awal penataan kawasan wisata baru di Kota Batam.
Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, memimpin survei bersama Tim Gugus Tugas, APKLI Batam, dan Bank BRI. Tim menyusuri titik-titik strategis dari Harbour Bay hingga kawasan Nagoya untuk memetakan kebutuhan penataan.
Mouris menegaskan, survei ini menjadi fondasi perencanaan pembangunan jalur pedestrian dengan konsep city walk. BP Batam menyiapkan koridor pejalan kaki yang nyaman sekaligus mendorong Nagoya sebagai magnet wisata baru.
“Kami fokus memetakan lokasi. Ke depan, kawasan ini kami desain ramah pejalan kaki dan hidup sebagai destinasi wisata,” ujar Mouris.
BP Batam memastikan pengembangan kawasan tidak hanya menguntungkan pengusaha besar.
Baca juga:Bursa Dibuka 2026, OJK Pasang Arah: Integritas Pasar, Likuiditas Dalam, Ekonomi Hijau Ngebut
UMKM dan pedagang kaki lima tetap mendapat ruang melalui penataan kios, penyediaan kantong parkir, serta perbaikan sistem lalu lintas. BP Batam juga menyiapkan zona khusus pejalan kaki yang steril dari kendaraan bermotor.
Rencana jalur pedestrian ini membentang sekitar 4,7 kilometer, menghubungkan Harbour Bay hingga proyek Pakuwon Nagoya.
Untuk mewujudkannya, BP Batam menggandeng pengusaha, asosiasi, dan perbankan dengan semangat gotong royong.
Pada tahap awal, BP Batam memanfaatkan momentum Imlek dan Idulfitri untuk menghidupkan kawasan lewat berbagai event. Strategi ini ditujukan menarik arus kunjungan agar aktivitas ekonomi tumbuh bertahap.
“Kami bangun dulu budayanya. Ketika masyarakat datang, ekonomi akan mengikuti,” tegas Mouris.
Penataan PKL dilakukan bersama APKLI Batam melalui pendataan dan pengaturan lokasi usaha. Di sisi lain, BP Batam menjajaki kerja sama dengan Bank BRI untuk mendukung pembiayaan UMKM, penyediaan kios, serta penerapan transaksi non-tunai.
“Kami tawarkan konsep Kampung BRI. Dukungan pembiayaan, fasilitas usaha, sampai pengelolaan kawasan bisa terintegrasi,” jelasnya.
Selama survei, BP Batam melibatkan Dinas Pariwisata, Direktorat Pembangunan BP Batam, dan instansi terkait. Tim menilai langsung kondisi trotoar, penyeberangan, hingga fasilitas pendukung pejalan kaki yang perlu dibenahi.
BP Batam menargetkan kolaborasi lintas sektor mampu melahirkan kawasan pedestrian Harbour Bay–Nagoya sebagai ikon wisata baru Batam.
Baca juga:Rute Internasional Masih Dominan, Penumpang Kapal di Pelabuhan Batam Melonjak Selama Nataru 2026
Editor:Zalfirega


















