Masjid Tanjak, Ikon Religius di Gerbang Bandara Batam

Sabtu, 3 Januari 2026 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid Tanwirun Naja atau dikenal Masjid Tanjak di Bandara Hang Nadim Batam. Foto:dok/metroposid

Masjid Tanwirun Naja atau dikenal Masjid Tanjak di Bandara Hang Nadim Batam. Foto:dok/metroposid

MATAPEDIA6.com, BATAM– Deru mesin pesawat yang silih berganti lepas landas dan mendarat di Bandara Internasional Hang Nadim tak mengganggu kekhusyukan Masjid Tanwirun Naja.

Justru, di tengah hiruk-pikuk gerbang udara Batam itu, masjid yang lebih dikenal sebagai Masjid Tanjak berdiri tenang—menjadi penanda spiritual sekaligus ikon baru kota.

Dari kejauhan, warna biru dan kuning bangunan masjid langsung mencuri perhatian. Kubahnya menjulang dengan hiasan bulan sabit dan bintang, sementara bentuk atap runcing menyerupai tanjak, penutup kepala adat Melayu yang sarat makna kewibawaan dan identitas budaya.

Desain inilah yang membuat Masjid Tanjak berbeda dari masjid-masjid lain di Indonesia. Hingga kini, hanya Batam yang memilikinya.

Masjid yang diresmikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 2022 itu dibangun Badan Pengusahaan (BP) Batam sejak 2020.

Berdiri di atas lahan seluas 15.707 meter persegi, bangunan dua lantai ini mampu menampung lebih dari seribu jemaah. Lantai dasar digunakan untuk jemaah laki-laki, sementara lantai dua dikhususkan bagi perempuan.

Baca juga:City Walk Harbour Bay–Nagoya Dikebut, BP Batam Turun Langsung Survei

Pantauan di lokasi menunjukkan, masjid ini tak pernah sepi. Sejak pagi hingga malam, penumpang pesawat, petugas bandara, hingga warga sekitar silih berganti datang.

Sebagian singgah untuk menunaikan salat wajib, sebagian lain meluangkan waktu berdoa sebelum melakukan perjalanan jauh.

Nama Tanwirun Naja yang berarti “penerang menuju keselamatan” terasa hidup di sini.

Doa safar kerap dipanjatkan, terutama oleh pelancong yang hendak terbang. Dari pelataran masjid, pengunjung bisa melihat langsung Tugu Burung Elang dan aktivitas bandara, sebuah pemandangan yang jarang ditemui di rumah ibadah.

Area masjid dirancang terbuka. Air mancur dan taman hijau mengelilingi bangunan utama, menciptakan suasana teduh.

Fasilitas parkir umum hingga VVIP tersedia, membuat masjid ini ramah bagi siapa pun yang datang, baik sekadar singgah maupun berlama-lama.

“Masjid Tanjak ini sudah jadi ikon Batam,” ujar Yuli, warga Batam Center, saat ditemui usai menunaikan salat.

Menurutnya, kehadiran masjid di kawasan bandara memberi kesan kuat bagi pendatang. “Begitu tiba di Batam, yang terlihat bukan cuma bandara, tapi juga identitas Melayu dan nilai religiusnya,” kata Yuli.

Pendapat serupa disampaikan beberapa pengunjung lainnya seperti Agus menurutnya, selain fungsi ibadah, Masjid Tanjak dinilai menjadi ruang publik yang nyaman dan representatif.

“Banyak warga datang bersama keluarga, duduk di taman, sembari menikmati lalu lintas pesawat yang melintas rendah di langit Hang Nadim,” sebut pria Batam itu.

Masjid Tanwirun Naja bukan sekadar tempat salat. Ia menjelma wajah Batam yang religius, berbudaya, dan terbuka—sebuah penerang di pintu masuk kota, yang menyambut siapa pun dengan doa dan ketenangan sebelum melanjutkan perjalanan.

Baca juga:HAB ke-80 Kemenag di Batam, Amsakar Dorong Kerukunan Umat dan Literasi Teknologi

Penulis:Zalfirega|Editor:Trio

Berita Terkait

Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti
Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi
Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan
Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu
PLN Batam Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Teknologi Jadi Andalan Perkuat Keselamatan Kerja
Pulang ke Batam, Angela Lillo Bawa Identitas Kota Kelahiran ke Miss Global 2026 Thailand
DPRD Batam Sahkan Perubahan APBD 2026, Anggaran Naik Rp294 Miliar
Produksi Terhenti, Gaji Belum Cair: Nasib Ribuan Pekerja PT Ghim Li di Ujung Ketidakpastian dan Geruduk DPRD Batam

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:30 WIB

Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti

Selasa, 15 September 2026 - 08:22 WIB

Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi

Senin, 14 September 2026 - 23:43 WIB

Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 16:58 WIB

Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu

Minggu, 13 September 2026 - 12:33 WIB

PLN Batam Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Teknologi Jadi Andalan Perkuat Keselamatan Kerja

Berita Terbaru