Dirut BEI Mundur, Tanggung Jawab atas Gejolak IHSG Dua Hari Beruntun

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Eks Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman. Foto:Istimewa

Eks Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman. Foto:Istimewa

MATAPEDIA6.com, JAKARTA— Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman resmi mengundurkan diri pada Jumat (30/1). Ia mengambil langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak pasar modal yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir.

“Saya mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Saya berharap ini yang terbaik bagi pasar modal Indonesia,” kata Iman kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta pada Jumat (30/1/2026).

Iman menyatakan pengunduran dirinya diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pasar. Ia berharap pergerakan IHSG membaik setelah keputusannya mundur. Tanpa membuka sesi tanya jawab, Iman langsung meninggalkan ruang media usai menyampaikan pernyataan singkat tersebut.

Manajemen BEI menegaskan akan menindaklanjuti pengunduran diri itu sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta ketentuan tata kelola perusahaan.

Baca juga:BEI Bekukan Sementara Perdagangan Saham

BEI akan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama untuk menjamin keberlangsungan operasional dan stabilitas pasar.

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyatakan seluruh proses transisi pimpinan berjalan sesuai prosedur internal dan regulasi yang berlaku.

Iman Rachman menjabat sebagai Direktur Utama BEI sejak 2022 dan seharusnya mengakhiri masa jabatan pada 2026. Pengunduran diri ini terjadi di tengah tekanan berat di pasar saham, setelah IHSG anjlok hingga 8 persen pada Kamis (29/1/2026), yang memicu pembekuan sementara perdagangan (trading halt). Kondisi serupa juga terjadi sehari sebelumnya.

Tekanan pasar dipicu keputusan MSCI yang membekukan sementara penyesuaian bobot saham unggulan Indonesia dalam indeks global mereka.

MSCI saat ini meninjau ulang aturan terkait free float, yakni jumlah saham yang benar-benar beredar di publik, yang berdampak langsung pada persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia.

Baca juga;BuPenyempurnaan Distribusi Data BEI Dorong Lonjakan Transaksi dan Perkuat Integritas Pasar 

Editor:Zalfirega

 

Berita Terkait

Air Kembali Lancar di GMP Tahap 2 Batam, Warga Apresiasi BP Batam
Kapolda Kepri Minta Bhabinkamtibmas Deteksi Dini Konflik dan Jaga Keamanan Investasi
14 Pangkalan LPG 3 Kg di Batam Mulai Terhubung dengan KDKMP, Pertamina Cek Kesiapan Distribusi
Polresta Barelang Amankan 40 Motor Hasil Curanmor, Warga Diminta Cek Kendaraan
Aweng Kurniawan Serahkan 100 Mesin Ketinting untuk Nelayan Belakangpadang
Polisi Ungkap Kebakaran Hutan 10 Hektare di Tangkapan Air Tembesi, Pria 42 Tahun Jadi Tersangka
Rekonstruksi Pembunuhan Anak Asuh di Bengkong Peragakan 23 Adegan
Kapolda Kepri Minta Intelkam Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:59 WIB

Air Kembali Lancar di GMP Tahap 2 Batam, Warga Apresiasi BP Batam

Rabu, 23 September 2026 - 11:18 WIB

Kapolda Kepri Minta Bhabinkamtibmas Deteksi Dini Konflik dan Jaga Keamanan Investasi

Selasa, 22 September 2026 - 20:20 WIB

14 Pangkalan LPG 3 Kg di Batam Mulai Terhubung dengan KDKMP, Pertamina Cek Kesiapan Distribusi

Selasa, 22 September 2026 - 16:47 WIB

Aweng Kurniawan Serahkan 100 Mesin Ketinting untuk Nelayan Belakangpadang

Selasa, 22 September 2026 - 15:05 WIB

Polisi Ungkap Kebakaran Hutan 10 Hektare di Tangkapan Air Tembesi, Pria 42 Tahun Jadi Tersangka

Berita Terbaru