MATAPEDIA6.com, BATAM – Gangguan suplai air bersih di wilayah Tanjunguma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, kembali meluas dalam sepekan terakhir.
Sejumlah kawasan yang sebelumnya dikenal lancar kini ikut terdampak, dengan aliran air mengecil drastis, terutama pada siang hari.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas harian.
Salah satunya dirasakan Endang, warga Tanjunguma, yang mengaku baru mengalami gangguan air dalam satu minggu terakhir.
“Biasanya daerah kami lancar, siang hari pun air tetap mengalir karena posisi rumah di bawah dan dekat pintu masuk Tanjunguma. Tapi belakangan ini kalau siang airnya kecil sekali,” ujar Endang, Minggu (1/2/2026).
Baca juga: Pasca Demo Warga, Suplai Air di Tanjung Sengkuang Lebih Cepat Mengalir Malam Hari
Selama ini, wilayah yang dikenal sebagai stress area suplai air di Tanjunguma berada di RW 001, RW 006, dan RW 008, khususnya di sekitar pasar dan kawasan pelabuhan yang berada di ujung jaringan pipa. Namun kini, gangguan justru merambat ke wilayah lain yang sebelumnya relatif aman.
“Dulu yang sering terdampak itu daerah pasar dan dekat pelabuhan. Sekarang wilayah lain ikut merasakan,” tambahnya.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, PT Air Batam Hilir (ABHi) bersama BP Batam melakukan langkah darurat dengan menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki ke sejumlah titik terdampak.
Pendistribusian air ini bahkan mendapat pengawalan dari kepolisian untuk memastikan kelancaran dan keamanan di lapangan.
Kapolsek Lubuk Baja menjelaskan, pendistribusian air bersih dilakukan sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan satu unit mobil tangki PT ABHi tiba di RT 004 RW 001 dan RT 001 RW 006 Kelurahan Tanjunguma.
Baca juga: Polisi Kawal Distribusi Tangki Air di Tanjung Sengkuang Batam
“Sekitar pukul 22.00 WIB, dua mobil tangki tambahan kembali menyalurkan air ke RT 001 RW 006 serta RT 001 RW 008. Seluruh kegiatan selesai sekitar pukul 00.30 WIB,” jelas Kapolsek.
Total tiga unit mobil tangki diturunkan dengan kapasitas sekitar 5.000 liter per unit. Pasokan tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan warga selama dua hingga tiga hari, dengan sekitar 20 rumah menerima bantuan air bersih.
Sementara itu, di tempat terpisah, Humas PT ABHi Batam, Ginda Alamsyah Lubis, menegaskan bahwa gangguan suplai air di Tanjunguma murni disebabkan oleh kendala teknis di lapangan, bukan akibat pengalihan distribusi dari wilayah lain seperti Batu Merah maupun Sengkuang.
“Permasalahan utama dipicu oleh kerusakan pompa di Instalasi Pengolahan Air (WTP) Sei Ladi, yang sempat berdampak pada penurunan tekanan distribusi air ke pelanggan,” jelasnya.
Ginda memastikan, perbaikan pompa di WTP Sei Ladi kini telah rampung. Aliran air ke pelanggan akan kembali normal secara bertahap dalam waktu dekat.
Selain perbaikan, upaya peningkatan kapasitas suplai juga tengah dilakukan, salah satunya melalui penambahan kapasitas package plant sebesar 50 liter per detik (Lps).
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pasokan air ke wilayah Tiban, Tanjunguma, dan sekitarnya.
Baca juga: Hari Kedua, Polsek Batu Ampar Kawal Ketat Distribusi Air Bersih di Tanjung Sengkuang
Ia juga mengakui bahwa persoalan stress area masih menjadi tantangan, khususnya di Tanjung Sengkuang dan wilayah sekitarnya.
Dari total 34 titik stress area yang diwariskan pengelola sebelumnya, hingga kini masih terdapat 18 titik yang belum sepenuhnya tertangani.
“Dalam tiga tahun terakhir, lima titik stress area sudah berhasil diselesaikan. Sisanya masih menunggu realisasi anggaran dan pembangunan infrastruktur pendukung,” ujarnya.
Untuk solusi jangka panjang, BP Batam bersama BU SPAM Batam serta operator air minum menyiapkan pembangunan infrastruktur baru, mulai dari penambahan jaringan pipa, pembangunan pompa booster, hingga modernisasi sistem distribusi.
Salah satu proyek strategis yang segera direalisasikan adalah pembangunan pipa tambahan dari waduk menuju Tangki Ozon dan Tangki Bukit Senyum.
Dengan beroperasinya Tangki Ozon berkapasitas total 12.000 meter kubik secara optimal, stabilitas pasokan air ke wilayah Tanjung Sengkuang dan sekitarnya diharapkan semakin terjaga.
Sambil menunggu penyelesaian infrastruktur permanen, PT ABHi dan PT ABHu menegaskan distribusi air menggunakan mobil tangki merupakan langkah darurat sementara untuk meringankan beban masyarakat terdampak.
Ke depan, sejumlah program strategis telah disiapkan guna memastikan ketersediaan air minum yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Batam, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan SPAM Batam secara menyeluruh.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega


















