MATAPEDIA6.com, BATAM – Badan Pengusahaan Batam terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026 yang digelar di Grand Mercure Batam Centre, Senin (16/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan kepada para investor, mitra strategis, serta pemangku kepentingan yang dinilai berperan besar dalam menjaga iklim investasi tetap kondusif sekaligus mendorong kemajuan ekonomi Batam.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam, jajaran Forkopimda Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau, perwakilan asosiasi dunia usaha, hingga duta besar negara sahabat.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa capaian ekonomi Batam sepanjang 2025 menunjukkan tren yang sangat positif.
Dia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
Baca juga: BP Batam Komit Benahi Hambatan Investasi, Amsakar–Li Claudia Rapat dengan Menkeu di Jakarta
“Pertumbuhan ekonomi Batam yang menggembirakan ini tidak terlepas dari peran aktif dan sinergi berbagai pihak yang terus dijaga secara berkelanjutan,” kata Amsakar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Batam pada triwulan IV 2025 mencapai 7,49 persen, sementara secara tahunan berada di angka 6,76 persen.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pun menembus Rp253,6 triliun, mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi di kota industri tersebut.
Tak hanya dari sisi ekonomi, indikator sosial juga menunjukkan perbaikan signifikan. Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025.
Penurunan ini menempatkan Batam sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Kepulauan Riau, sekaligus masuk dalam jajaran terbaik secara nasional.
Baca juga: BP Batam Perkuat Struktur Organisasi, Menko Perekonomian RI Lantik 3 Anggota/Deputi
Menurut Amsakar, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ketika ekonomi tumbuh dan kemiskinan serta pengangguran ikut menurun, itu artinya arah pembangunan kita sudah berada di jalur yang tepat,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menambahkan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang dibangun atas dasar kepercayaan dan kolaborasi yang kuat.
Ia mengungkapkan, realisasi investasi Batam sepanjang 2025 mencapai Rp69,3 triliun atau 118 persen dari target nasional sebesar Rp60 triliun. Di saat yang sama, tingkat pengangguran terbuka juga menurun dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen.
“Ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang kita bangun telah memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah,” jelas Fary.
Lebih lanjut, ia menilai tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Batam untuk melangkah lebih jauh.
Di tengah tantangan global seperti ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok, hingga meningkatnya proteksionisme, Batam dinilai tetap memiliki peluang besar sebagai kawasan investasi strategis.
Keunggulan tersebut didukung oleh letak geografis Batam yang berada di jalur perdagangan internasional serta statusnya sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.
Baca juga: Urai Kemacetan di Fly Over Sei Ladi, BP Batam Gelontorkan Rp137 Miliar untuk Pelebaran Jalan
Selain itu, potensi sektor maritim juga menjadi salah satu kekuatan utama. Saat ini Batam memiliki lebih dari 135 perusahaan galangan kapal, menjadikannya sebagai salah satu pusat industri maritim terbesar di Indonesia.
Dengan diperluasnya kawasan perdagangan bebas melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025, ruang pengembangan Batam kini mencakup hingga 122 pulau, membuka peluang investasi yang semakin luas di masa depan.
BP Batam pun kini bersiap menjalankan peran baru sebagai operator investasi pemerintah di bawah koordinasi Kementerian Keuangan, yang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan proyek serta memperkuat pengawasan investasi.
Melalui kegiatan ini, BP Batam optimistis sinergi antara pemerintah, investor, dan mitra strategis akan semakin kokoh dalam menjadikan Batam sebagai kawasan investasi unggulan yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
“Dengan kolaborasi yang semakin erat, kita yakin masa depan Batam akan semakin kuat dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” kata Fary.
Penulis: Luci |Editor: Meizon



















