MATAPEDIA6.com, BATAM – Persoalan suplai air bersih masih menjadi tantangan serius bagi masyarakat Kota Batam. Menjawab kebutuhan tersebut, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan dua langkah strategis yang tengah dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan air bersih.
Amsakar menjelaskan, upaya pertama adalah pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IFA) di Sei Temiang yang memanfaatkan sumber dari Waduk Sei Harapan. Proyek ini ditargetkan mampu memproduksi air hingga 50 meter kubik per detik.
“Untuk di Sei Temiang, dari Waduk Sei Harapan sedang dibangun IFA yang ditargetkan bisa memproduksi air sebesar 50 meter kubik per detik,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Selain itu, BP Batam juga melakukan peningkatan kapasitas produksi di Dam Sei Ladi. Nantinya, kapasitas produksi air di lokasi tersebut akan ditingkatkan hingga 100 meter kubik per detik.
Peningkatan ini diharapkan mampu memperkuat distribusi air ke sejumlah kawasan padat penduduk dan pusat aktivitas ekonomi seperti Batu Ampar, Jodoh, Nagoya, hingga Bengkong.
Baca juga: BP Batam Tutup Jalur Vital Gajah Mada, Arus Dialihkan Tiga Hari
“Suplai air dari Sei Ladi nantinya bisa meningkatkan distribusi ke Batu Ampar, Jodoh, Nagoya, dan Bengkong,” jelasnya.
Amsakar menegaskan, kedua proyek ini saat ini masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Jika selesai tepat waktu, proyek tersebut diharapkan dapat menjawab persoalan ketersediaan air yang selama ini dikeluhkan warga.
“Sekarang sedang dikerjakan. Kita harapkan jika IFA tersebut sudah rampung, bisa melayani kebutuhan air di Kota Batam,” tambahnya.
Di sisi lain, BP Batam juga memberi perhatian terhadap kondisi hutan penyangga di sekitar waduk yang mulai mengalami alih fungsi.
Bersama pihak terkait, pengawasan terus dilakukan untuk menjaga keberlanjutan sumber air.
Baca juga: BP Batam Serap Aspirasi Pengusaha, Akselerasi Ekonomi 2026 di Tengah Tekanan Global
“Kami bersama pihak terkait terus melakukan monitoring agar hutan penyangga tidak terganggu. Kami juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar waduk untuk menghentikan kegiatan tersebut,” tegas Amsakar.
Meski demikian, hingga saat ini BP Batam masih berfokus pada optimalisasi waduk yang sudah ada dan belum memiliki rencana untuk mencari sumber air baru.
“Kita masih fokus pada waduk yang ada saat ini. Untuk langkah selanjutnya, belum ada program tambahan,” pungkas Amsakar.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega



















