MATAPEDIA6.com, BATAM— Badan Pengusahaan (BP) Batam mempercepat transformasi layanan investasi untuk memperkuat kepastian usaha dan menjaga daya tarik Batam bagi investor.
Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, BP Batam menggenjot pembenahan regulasi, mempercepat pelayanan, serta menata dan mengembangkan kawasan investasi.
Langkah tersebut berjalan seiring dengan kinerja investasi Batam yang menunjukkan tren positif sepanjang semester pertama 2026.
Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp29,89 triliun atau sekitar 42,7 persen dari target Rp70 triliun. Capaian itu terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp12,09 triliun.
Sementara berdasarkan metode bottom up, BP Batam mencatat realisasi investasi sebesar Rp38,97 triliun atau 55,67 persen dari target tahunan Rp70 triliun.
Komposisi negara asal investasi juga menunjukkan kuatnya kepercayaan investor terhadap Batam. Pada Triwulan II 2026, Singapura menjadi investor terbesar, disusul Korea Selatan, Tiongkok, Hong Kong, dan Malaysia.
Dominasi negara-negara tersebut memperlihatkan posisi strategis Batam dalam perdagangan dan rantai pasok kawasan Asia.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan peningkatan investasi harus berjalan beriringan dengan perbaikan kualitas pelayanan. Menurut dia, investor membutuhkan kepastian regulasi dan kemudahan dalam menjalankan usaha.
“Kami ingin memastikan investor mendapatkan kepastian dalam berusaha. Oleh karena itu, pembenahan regulasi dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian penting dari transformasi yang terus kami lakukan agar investor merasa aman dan nyaman mengembangkan usahanya di Batam,” ujar Amsakar, Senin (31/8/2026).
BP Batam juga memperkuat perannya sebagai single-window regulator di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam. Kebijakan ini diarahkan untuk menyederhanakan proses layanan dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
Di sisi kawasan, BP Batam memperkuat ekosistem industri dengan mendorong sektor manufaktur, logistik internasional, industri digital dan kreatif, serta industri ringan nonkimia.
Baca juga:Pipa Muka Kuning Rampung, BP Batam Mulai Pulihkan Aliran Air
Amsakar menegaskan investasi tidak cukup hanya mengejar nilai realisasi. Pemerintah juga ingin memastikan investasi memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Fokus kami tidak hanya membenahi penataan dan pengembangan kawasan, tapi bagaimana agar kinerja investasi yang kian baik ini dapat memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Artinya, investasi yang hadir harus mampu memperkuat industri, menciptakan peluang ekonomi, dan memberikan nilai tambah bagi Batam,” kata Amsakar.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan, investasi harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian Batam.
Ia berharap transformasi layanan investasi yang terus berjalan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kawasan yang produktif, tertata, dan kompetitif.
“Kami menyadari bahwa membangun Batam tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kepercayaan dan kerja sama antara pemerintah, investor, pelaku usaha, dan masyarakat. Mari kita bahu membahu agar perekonomian di Batam bisa tumbuh lebih baik,” ujar Li Claudia.
Baca juga:Beras SPHP Dijual Rp56.500, Polsek Batu Aji dan Bulog Gelontorkan 5,5 Ton untuk Warga
Editor:Zalfirega











