MATAPEDIA6.com, BATAM — Bank Indonesia kembali menggelar Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 pada 20–23 Agustus di Jakarta International Convention Center (JICC).
Mengusung tema penguatan sinergi untuk mendorong UMKM bangkit, tangguh, dan berdaya saing, perhelatan ke-11 ini memamerkan potensi lebih dari 1.850 UMKM dari seluruh Indonesia, termasuk 23 UMKM unggulan kurasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (KPwBI Kepri).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Rony Widijarto P. mengatakan, produk ready-to-wear dan wastra khas Melayu asal Kepri mendadak jadi komoditas paling diburu di panggung KKI 2026.
“Kurasi ketat KPwBI Kepri terbukti berhasil memoles produk lokal menjadi barang bernilai jual tinggi hingga menyumbang Rp 5,3 miliar dari total transaksi KKI yang mencapai Rp 177,2 miliar,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Baca juga:Bank Indonesia Naikkan BI-Rate ke 5,75 Persen untuk Jaga Rupiah dan Kendalikan Inflasi
Tak hanya transaksi ritel, lewat business matching ekspor, produk Sambal Sijago sukses membuka peluang penetrasi pasar ke Australia dan Amerika Serikat, sementara perajin wastra Putri Anjani siap merambah pasar mode Italia.
“Capaian ini menjadi validasi bahwa program digitalisasi, pendampingan sertifikasi, hingga export coaching yang dijalankan BI Kepri berhasil mentransformasi UMKM perbatasan dari skala mikro menjadi pemain yang relevan di rantai pasok global,” tuturnya.
Secara nasional, kata Rony, KKI 2026 mencatatkan lonjakan penjualan sebesar 35 persen dibanding tahun sebelumnya, disokong oleh business matching pembiayaan perbankan yang menembus Rp 285 miliar.
“Secara keseluruhan, kinerja UMKM Kepri di KKI 2026 mempertegas posisi kawasan perbatasan sebagai mesin baru ekonomi kreatif yang kompetitif dan siap bersaing di pasar internasional,” tutup dia.
Baca juga:OJK Kepri Dorong Digitalisasi Perbankan Syariah untuk Perluas Akses Masyarakat
Editor:Zalfirega











