Kado Kemerdekaan BI: Kartu Kredit Indonesia Resmi Mengudara, Bebas Biaya QRIS Diperluas

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti saat HUT ke 81 RI di Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto:Istimewa

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti saat HUT ke 81 RI di Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto:Istimewa

60 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, JAKARTA — Tepat pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menyuntikkan amunisi baru bagi ekonomi digital nasional.

BI resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) sekaligus memperluas kebijakan gratis biaya transaksi (Merchant Discount Rate/MDR) QRIS 0 persen, Senin (17/8/2026).

Langkah strategis ini menjadi kado kemerdekaan untuk mempercepat efisiensi transaksi, memperluas inklusi keuangan, dan memperkuat daya saing UMKM.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa inovasi sistem pembayaran harus memberi dampak langsung ke masyarakat.

“Respons kebijakan ini menjadi wujud nyata sumbangsih BI dan industri sistem pembayaran, sekaligus kado kemerdekaan bagi masyarakat,” ujar Destry seperti disampaikan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Senin malam.

Kartu Kredit Indonesia: Proses Domestik, Cukup Pindai & Tap KKI hadir sebagai instrumen pembayaran berbasis penundaan (deferred payment) yang sepenuhnya berjalan di infrastruktur domestik.

Nasabah dapat menggunakan KKI melalui pemindaian QRIS maupun fitur Tap. Hingga 17 Agustus 2026, delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) telah siap menerbitkan KKI:

Baca juga:Kebaya, Paskibra, dan Kerupuk: Cara Unik Wyndham Panbil Batam Rayakan HUT ke 81 RI

Bank BUMN: Mandiri, BRI, BNI Bank Swasta: BCA, CIMB Niaga, Permata, Bank Mega Bank Syariah: BSI (mengembangkan skema pembiayaan syariah) Diskon Biaya QRIS: Transaksi Kecil Bebas Potongan

Mulai 1 Oktober 2026, BI memperluas insentif MDR QRIS 0 persen: Usaha Mikro (UMI): Bebas biaya untuk transaksi hingga Rp500.000.

Merchant Lainnya (Kecil, Menengah, Besar): Bebas biaya (MDR 0%) untuk transaksi hingga Rp100.000, memangkas tarif lama sebesar 0,7%.

Ledakan Transaksi QRIS di Semester I 2026

Kebijakan ini merespons adopsi digital masyarakat yang melesat pesat per Juni 2026:

Pengguna QRIS: 65,77 juta (tambah 6,23 juta pengguna baru sepanjang Januari–Juni 2026).

Merchant QRIS: 44,86 juta jaringan (96,68% merupakan UMKM). Volume Transaksi: 12,55 miliar transaksi sepanjang Semester I 2026.

Nominal Transaksi: Rp1,12 kuadriliun (melonjak 93,92% year-on-year). Sinergi BI, asosiasi, dan industri ini mendukung Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 serta program Asta Cita Pemerintah guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Baca juga:Diskon BBM Rp450/Liter dari Pertamina di Hari Kemerdekaan: Begini Cara Dapetinnya!

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Telkom Rampungkan Penataan 24 Anak Usaha, Bidik Valuasi Rp550 Triliun pada 2030
Telkom Ungkap Strategi Percepat Adopsi AI di Indonesia, Tekankan Infrastruktur dan Kolaborasi
26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Bidik 20 Pelanggan di Batam
Pembiayaan UMKM Capai Rp1.949 Triliun, OJK Dorong Ekosistem Kredit Berbasis Data
Inflasi Kepri Turun Jadi 3,49 Persen pada September 2026
PLN Batam Siapkan Listrik Andal untuk Dorong Industri Data Center
RUPSLB Telkom 2026 Setujui Spin-Off InfraCo, Lebih dari 90 Persen Aset Jaringan Dialihkan ke InfraNexia
BP Batam Kenalkan Kesiapan Ekosistem Data Centre di Tech Week Singapore

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Telkom Rampungkan Penataan 24 Anak Usaha, Bidik Valuasi Rp550 Triliun pada 2030

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Telkom Ungkap Strategi Percepat Adopsi AI di Indonesia, Tekankan Infrastruktur dan Kolaborasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:28 WIB

26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Bidik 20 Pelanggan di Batam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Pembiayaan UMKM Capai Rp1.949 Triliun, OJK Dorong Ekosistem Kredit Berbasis Data

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Inflasi Kepri Turun Jadi 3,49 Persen pada September 2026

Berita Terbaru