MATAPEDIA6.com, BATAM — Pemerintah Kota Batam meminta masyarakat tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang menyebut pemadaman listrik berlangsung selama tiga hari atau pembatasan penggunaan listrik hanya enam jam. PT PLN Batam telah membantah informasi yang beredar di media sosial dan aplikasi percakapan tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengimbau masyarakat memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Ia juga meminta warga mengutamakan kanal resmi pemerintah dan PLN Batam selama proses pemulihan pasokan listrik berlangsung.
“Warga kami imbau tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi dan jangan langsung meneruskan pesan berantai yang belum terverifikasi,” ujar Rudi dilansir dari laman media center, Selasa (13/10/2026).
Rudi menjelaskan, petugas teknis PLN Batam masih menangani gangguan kelistrikan dan memulihkan sistem secara bertahap. Ia meminta masyarakat mengikuti perkembangan penanganan melalui saluran komunikasi resmi agar tidak terpengaruh kabar yang belum terkonfirmasi.
Di tengah beredarnya informasi yang meresahkan, data pemulihan kelistrikan PLN Batam menunjukkan sebagian besar pelanggan telah kembali menikmati pasokan listrik.
Baca juga:Telkom Rampungkan Penataan 24 Anak Usaha, Bidik Valuasi Rp550 Triliun pada 2030
Berdasarkan infografis PLN Batam untuk periode Selasa (13/10/2026) pukul 04.00–05.00 WIB, perusahaan mencatat 406.083 dari total 411.219 pelanggan terdampak telah kembali menikmati aliran listrik. Angka tersebut setara dengan sekitar 98,8 persen dari total pelanggan terdampak.
Sementara itu, sebanyak 5.127 pelanggan masih mengalami gangguan dan menunggu pemulihan. Data tersebut menyisakan selisih sembilan pelanggan dibandingkan pengurangan total pelanggan terdampak dengan jumlah pelanggan yang telah pulih.
Dari sisi beban listrik, PLN Batam telah memulihkan 496,7 megawatt (MW) dari total 501,8 MW yang terdampak. Capaian itu setara dengan sekitar 99 persen dari total beban listrik yang sebelumnya mengalami gangguan.
Infografis tersebut juga mencatat seluruh 11 gardu induk dan 12 jaringan transmisi yang terdampak telah kembali beroperasi. Namun, satu penyulang pada jaringan distribusi masih dalam proses perbaikan.
Data itu menunjukkan pemulihan sistem kelistrikan terus berjalan, meski sebagian pelanggan masih menunggu pasokan listrik kembali normal. Warga yang masih mengalami pemadaman di wilayahnya diminta memantau informasi terbaru dari PLN Batam.
PLN Batam Bantah Pemadaman Terencana Tiga Hari

Melalui keterangan tertanggal 13 Oktober 2026, PLN Batam menegaskan tidak pernah mengeluarkan pengumuman mengenai pemadaman listrik terencana selama tiga hari berturut-turut ataupun pembatasan nyala listrik hanya enam jam.
Informasi tersebut sebelumnya beredar di media sosial dan aplikasi percakapan. PLN Batam meminta masyarakat tidak menjadikan pesan berantai yang tidak jelas sumbernya sebagai acuan.
Perusahaan menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan pemulihan sistem kelistrikan secara transparan dan akurat. Masyarakat dapat memantau informasi melalui akun media sosial resmi PLN Batam yang terverifikasi serta situs web perusahaan di [www.plnbatam.com](http://www.plnbatam.com).
Diskominfo Batam juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga ruang informasi tetap sehat dengan memeriksa sumber dan kebenaran berita sebelum membagikannya. Jika menerima pesan yang meragukan, warga sebaiknya mencari konfirmasi melalui kanal resmi daripada langsung meneruskannya kepada orang lain.
“Dengan mengedepankan informasi yang akurat dan sikap saling menjaga, masyarakat diharapkan tetap tenang selama proses pemulihan berlangsung serta tidak ikut memperluas penyebaran kabar yang dapat menimbulkan keresahan,” ujar Rudi.
Pemko Batam berharap masyarakat tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti perkembangan pemulihan listrik melalui sumber resmi.
Baca juga:BP Batam Kejar Pemulihan Listrik, Produksi Air di Sejumlah IPA Turun hingga 30 Persen
Editor:Zalfirega











