MATAPEDIA6.com, BATAM — Praktisi hukum Musrin, S.H., M.H., CPL, CPCLE, CPM, CPrM, CPPPLS, meminta masyarakat menyikapi gangguan kelistrikan atau blackout di Batam pada Senin (12/10/2026) secara proporsional.
Ia menilai peristiwa yang berlangsung sejak pagi hingga malam itu perlu menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat keandalan sistem listrik, bukan memicu spekulasi yang memperkeruh situasi.
Musrin mengatakan gangguan tersebut merugikan masyarakat dan pelaku usaha. Namun, ia mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum hasil pemeriksaan teknis keluar.
“Pada prinsipnya, tidak ada seorang pun yang menginginkan kejadian seperti ini terjadi. Masyarakat tentu dirugikan, tetapi kita juga harus memahami bahwa manajemen PLN Batam pasti tidak menghendaki sistemnya mengalami gangguan,” ujar Musrin dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Ia menilai setiap sistem teknologi memiliki keterbatasan dan risiko gangguan. Karena itu, evaluasi menyeluruh dan langkah pencegahan menjadi hal penting agar kejadian serupa tidak terulang.
“Manusia yang merupakan ciptaan Tuhan saja bisa sakit. Apalagi mesin yang diciptakan oleh tangan manusia. Mesin memiliki usia, memiliki keterbatasan, dan sewaktu-waktu dapat mengalami gangguan. Yang terpenting adalah bagaimana setelah kejadian itu dilakukan evaluasi, perbaikan, dan pencegahan agar tidak terulang,” katanya.
Baca juga:
Meski meminta masyarakat menjaga situasi tetap kondusif, Musrin menegaskan bahwa publik tetap berhak menyampaikan kritik dan meminta pertanggungjawaban atas gangguan layanan listrik tersebut.
Menurutnya, kritik perlu disampaikan secara konstruktif dengan tetap mengacu pada fakta. Ia juga meminta PLN Batam melakukan evaluasi teknis secara menyeluruh dan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada masyarakat.
“Kalau ada kekurangan, tentu harus diperbaiki. Kalau ada kelemahan sistem, harus diperkuat. Tetapi jangan buru-buru menyimpulkan sesuatu sebelum fakta teknisnya diketahui,” ujarnya.
Kondusivitas Batam Jadi Tanggung Jawab Bersama
Musrin mengingatkan bahwa gangguan listrik di Batam tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan rumah tangga, tetapi juga menyangkut aktivitas industri, perdagangan, investasi, dan mata pencaharian masyarakat.
Sebagai kota industri dan perdagangan, Batam membutuhkan layanan kelistrikan yang andal untuk menopang kegiatan ekonomi. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menjaga suasana tetap kondusif sambil mendorong perbaikan layanan.
“Batam adalah tempat kita mencari nafkah, membangun usaha, membesarkan anak-anak dan tinggal bersama keluarga. Jangan sampai satu kejadian kemudian digunakan untuk memperkeruh suasana dan akhirnya justru merugikan kota kita sendiri,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya menjaga keamanan dan kondusivitas Batam bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan. Tokoh masyarakat, tokoh agama, insan pers, pelaku usaha, dan warga juga memiliki peran dalam menjaga ruang publik tetap sehat di tengah situasi tersebut.
“Dalam konteks menjaga Batam, kita semua adalah panglima. Panglimanya bukan hanya satu institusi, tetapi seluruh masyarakat yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap kota ini,” katanya.
Musrin berharap kejadian blackout tersebut mendorong pembenahan serius terhadap sistem kelistrikan, sehingga masyarakat dan dunia usaha mendapatkan pelayanan yang lebih andal pada masa mendatang.
“Mari kita jaga Batam sebagai rumah kita bersama. Kritik boleh, evaluasi wajib, tetapi kedamaian dan kondusivitas kota tidak boleh dikorbankan. Batam harus tetap aman, nyaman dan dipercaya sebagai kota investasi,” pungkasnya.
Baca juga:Waspada Hoaks Pemadaman Listrik di Batam, Diskominfo Imbau Warga Cek Informasi Resmi PLN
Editor:Redaksi











