MATAPEDIA6.com, BATAM — Pemadaman listrik yang melumpuhkan aktivitas warga, asap jerebu akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta persoalan pasokan air bersih menjadi tantangan yang dihadapi masyarakat Batam.
Di tengah situasi tersebut, Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau Kota Batam, Dato’ Wira Setia Utama Yang Mulia H Raja Muhamad Amin Ibni Raja Haji Muhammad, mengajak masyarakat menjaga persaudaraan dan mengedepankan kebijaksanaan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan berbagai persoalan mengikis kepedulian, kesantunan, dan kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan Batam.
“Mari kita jaga Batam kita agar tetap aman, damai, dan sejahtera. Apa pun keadaan yang kita hadapi, jangan sampai menghilangkan rasa persaudaraan, kesantunan, dan kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat kita,” kata Raja Muhamad Amin kepada PWI Batam dilansir, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, setiap daerah menghadapi tantangan yang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Namun, masyarakat perlu menyikapinya dengan pikiran jernih, hati lapang, dan kemauan untuk mencari jalan keluar.
Ia memahami kegelisahan warga ketika persoalan yang menyangkut kebutuhan sehari-hari muncul secara beruntun. Meski demikian, ia mengajak semua pihak menjaga suasana tetap kondusif dan mengarahkan perhatian pada upaya penyelesaian.
Ajak Masyarakat Menjadi Bagian dari Solusi
Raja Muhamad Amin menilai penyelesaian persoalan publik membutuhkan tanggung jawab, penanganan yang terukur, serta keterlibatan berbagai pihak sesuai peran dan keahliannya.
Masyarakat, menurutnya, berhak menyampaikan aspirasi dan harapan. Pada saat yang sama, semua pihak perlu membuka ruang bagi pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi untuk menjalankan tanggung jawabnya.
“Marilah kita menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Berikan ruang kepada mereka yang memiliki ilmu, keahlian, dan amanah untuk menjalankan tanggung jawabnya. Kita dukung setiap ikhtiar yang baik demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebijaksanaan bukan berarti menutup mata terhadap persoalan. Sebaliknya, sikap bijaksana membantu masyarakat menyampaikan kritik, menyikapi perbedaan, dan mencari penyelesaian tanpa memperkeruh keadaan.
Baca juga:Blackout Batam dan Bintan Picu Kerugian Rp57,3 Miliar, Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka
Dalam tradisi Melayu, musyawarah dan mufakat menjadi landasan untuk mempertemukan berbagai pandangan. Kesantunan juga memegang peranan penting agar perbedaan pendapat tidak berkembang menjadi perselisihan.
Falsafah Melayu, ‘berat sama dipikul, ringan sama dijinjing’, mengajarkan masyarakat untuk saling membantu ketika menghadapi kesulitan.
“Kalau ada yang perlu diperbaiki, mari kita perbaiki dengan cara yang baik. Kalau ada yang perlu diselesaikan, mari kita kedepankan musyawarah dan kebijaksanaan. Jangan sampai keadaan yang sulit membuat kita saling menyalahkan dan kehilangan rasa persaudaraan,” tuturnya.
Kerukunan Menjadi Modal Penting Batam
Raja Muhamad Amin mengingatkan bahwa Batam merupakan rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang.
Menurutnya, pertumbuhan Batam tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, industri, perdagangan, dan investasi. Kerukunan sosial juga menjadi modal penting yang membantu masyarakat hidup berdampingan dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pembangunan, katanya, perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga ketenteraman dan memperkuat hubungan antarmasyarakat.
Karena itu, ia mengajak para pemimpin, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh warga mengambil peran dalam memelihara suasana yang kondusif.
Setiap pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaga Batam tetap nyaman sebagai tempat bekerja, membangun keluarga, dan menyiapkan masa depan generasi berikutnya.
“Kita mungkin datang dari berbagai daerah, membawa adat dan budaya yang berbeda. Tetapi, ketika hidup di Batam, kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga negeri ini. Jangan biarkan perbedaan mengurangi kasih sayang dan kepedulian di antara kita,” katanya.
Nilai Adat Melayu sebagai Penuntun
Sebagai pemangku adat, Raja Muhamad Amin menekankan pentingnya menerapkan nilai-nilai luhur Melayu dalam kehidupan modern.
Baginya, adat tidak sebatas pakaian kebesaran, gelar kehormatan, atau rangkaian upacara. Adat juga menjadi tuntunan moral yang mengajarkan manusia menjaga hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
Ungkapan Melayu adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah mengingatkan masyarakat agar menjadikan nilai kebaikan, keadilan, dan tanggung jawab sebagai landasan dalam menjalani kehidupan.
Ia berharap nilai-nilai tersebut mendorong masyarakat memperkuat kepedulian, terutama ketika berbagai persoalan menguji kehidupan bersama.
Para pemegang amanah perlu menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh dan bijaksana. Sementara itu, masyarakat dapat berkontribusi dengan saling membantu, menjaga ketertiban, serta menyampaikan aspirasi secara santun.
Raja Muhamad Amin juga mengingatkan bahwa kesabaran bukan berarti menyerah pada keadaan. Masyarakat tetap perlu berikhtiar, menjalankan tanggung jawab, dan memelihara harapan terhadap perubahan yang lebih baik.
Ia berharap berbagai tantangan yang dihadapi Batam justru memperkuat kesadaran tentang pentingnya kerja sama dan kepedulian antarsesama.
Baginya, Batam bukan sekadar tempat mencari penghidupan, melainkan rumah bersama yang perlu dijaga dengan rasa memiliki dan tanggung jawab.
“Mari kita rawat Batam dengan hati yang baik, kita jaga dengan akal budi, dan kita bangun dengan semangat persaudaraan. Negeri ini adalah tempat kita hidup bersama. Sudah sepatutnya kita menjaganya bersama-sama,” pesannya
Berharap Batam Kembali Tenteram
Menutup pesannya, Raja Muhamad Amin mengajak masyarakat mendoakan agar Batam senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.
Ia berharap setiap persoalan menemukan jalan keluar, setiap upaya yang baik membuahkan hasil, dan seluruh masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman, tenteram, serta sejahtera.
“Semoga Allah SWT senantiasa melindungi negeri kita, memberikan kekuatan dan kebijaksanaan kepada para pemimpin, serta melimpahkan kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Batam,” tutupnya.
Baca juga:HARRIS Barelang Batam Tawarkan Paket Menginap 24 Jam Mulai Rp990 Ribu, Bidik Wisata Keluarga
Editor:Redaksi











