Kepri Targetkan Jadi Pionir Kemajuan Ekonomi Keuangan Syariah di Indonesia

Sabtu, 16 Maret 2024 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden RI K.H. Ma'ruf Amin didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad membuka secara resmi seminar Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2024 di Halaman Gedung Daerah Provinsi Kepri Tanjungpinang, Jumat (15/3/2024). Matapedia6.com/Diskominfo Kepri

Wakil Presiden RI K.H. Ma'ruf Amin didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad membuka secara resmi seminar Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2024 di Halaman Gedung Daerah Provinsi Kepri Tanjungpinang, Jumat (15/3/2024). Matapedia6.com/Diskominfo Kepri

MATAPEDIA6.com, KEPRI – Provinsi Kepri ditargetkan sebagai salah satu pioneer kemajuan ekonomi dan keuangan syariah melalui penguatan ekosistem keuangan syariah dan program Halal Center.

Hal ini diwujudkan melalui seminar Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2024 di Halaman Gedung Daerah Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Jumat (15/3/2024) yang dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin.

KURMA 2024 merupakan inisiasi Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kepulauan Riau, Bank Indonesia Perwakilan Kepri, dan Pemprov Kepri sebagai bagian dari National Halal Fair yang diorkestrasi oleh KNEKS.

Dalam arahannya, Wapres RI Ma’ruf Amin mengatakan ekosistem rantai nilai halal yang kuat akan meningkatkan ekspor produk halal, dan menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam Rantai Nilai Halal Global.

Ma’ruf Amin menjelaskan dengan fokus pada industrialisasi produk halal berorientasi ekspor dan pariwisata ramah muslim, maka ekonomi halal sebagai game changer dan akselerator transformasi ekonomi bisa diraih Pemprov Kepri.

Dia mengatakan dalam pengembangan ekosistem rantai nilai halal ada beberapa hal yang harus diperhatikan yakni pertama perlunya penguatan infrastruktur ekosistem rantai nilai halal dalam peningkatan daya saing dan produktivitas industri halal.

Selanjutnya perlunya inovasi dan kolaborasi riset serta pemanfaatan teknologi dalam penguatan ekosistem rantai nilai halal yang inklusif, beretika, dan berkelanjutan.

Ketiga khusus bagi pemda dan masyarakat Kepulauan Riau agar dapat terus menggali potensi unggulan daerah dan meningkatkan nilai tambah industri produk halal lokal.

Ma’ruf Amin menjelaskan Kepri kaya hasil laut yang berpotensi besar dalam pengembangan ekonomi biru untuk itu ekosistem rantai nilai halal pada sektor ini patut terus dikembangkan.

“Harapannya produk halal sektor perikanan dan kelautan Provinsi Kepri akan go global serta transformasi ekonomi daerah ke arah yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Ma’ruf Amin.

Sebelumnya Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan Pemerintah dan KDEKS Kepri sudah melakukan upaya agar Kepri sebagai salah satu pioneer terhadap kemajuan ekonomi dan keuangan syariah dalam perwujudan Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia.

“Kita telah melakukan penguatan ekosistem keuangan syariah melalui program Halal Center,” kata Ansar.

Selain itu Pemprov Kepri juga sudah menjalin kerjasama dengan STAIN Abdurahman dan Politeknik Batam, dimana mencakup peran mulai dari Sertifikasi Halal dan pendampingan, pelatihan, kurasi produk dan Perluasan pangsa pasar produk Halal.

Sementara untuk penguatan modal UMKM Pemprov Kepri bekerjasama dengan BRK syariah dengan subsidi bunga 0% sejak November 2021 s/d Februari 2024 dengan penyaluran Rp21,78 Miliar.

Saat ini sebanyak 1.133 UMKM penerima manfaat dan di proyeksikan Tahun ini akan menyasar sekitar 2.000 UMKM dengan total penyaluran sekitar Rp 60 miliar.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Penulis: Luci |Editor: Redaksi

Berita Terkait

Gangguan Air Bersih Meluas di Tanjunguma Batam, ABHI: Pompa WTP Sei Ladi Rusak
Kapal Limbah B3 Kandas di Dangas, Komisi III DPRD Batam Desak Tindakan Tegas
Belum Ada Sosialisasi dan Ganti Rugi dari Perusahaan, Satpol PP Kirim SP 2 Penggusuran Warga di MKGR
Dishub Batam Anggarkan Rp 450 Juta Bangun Lima Halte Trans Batam Tahun 2026
Kejari Batam Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara Berkekuatan Hukum Tetap
Polda Kepri Kawal Pemulangan 133 WNI Deportasi dari Malaysia
Polda DIY Nonaktifkan Sementara Kapolresta Sleman Usai Audit Khusus
Dirut BEI Mundur, Tanggung Jawab atas Gejolak IHSG Dua Hari Beruntun

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:36 WIB

Gangguan Air Bersih Meluas di Tanjunguma Batam, ABHI: Pompa WTP Sei Ladi Rusak

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:55 WIB

Kapal Limbah B3 Kandas di Dangas, Komisi III DPRD Batam Desak Tindakan Tegas

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:01 WIB

Belum Ada Sosialisasi dan Ganti Rugi dari Perusahaan, Satpol PP Kirim SP 2 Penggusuran Warga di MKGR

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:38 WIB

Dishub Batam Anggarkan Rp 450 Juta Bangun Lima Halte Trans Batam Tahun 2026

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:57 WIB

Kejari Batam Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara Berkekuatan Hukum Tetap

Berita Terbaru