Amsakar Pastikan Kerja Sama Pasar Induk Jodoh dengan PT UJKM Tetap Berjalan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam Amsakar Achmad usai rapat paripurna di DPRD Batam, Senin (24/8/2026). Foto:Diskominfo

Wali Kota Batam Amsakar Achmad usai rapat paripurna di DPRD Batam, Senin (24/8/2026). Foto:Diskominfo

66 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM — Wali Kota Batam Amsakar Achmad memastikan kerja sama pemanfaatan (KSP) aset Pasar Induk Jodoh dengan PT Usaha Jaya Karya Makmur (UJKM) tetap berjalan selama mitra memenuhi seluruh kewajiban dalam perjanjian.

Amsakar menegaskan Pemko Batam menjalin kerja sama dengan PT UJKM sebagai badan hukum, bukan dengan individu yang berada di dalam perusahaan. Karena itu, persoalan hukum yang menjerat seseorang tidak otomatis menghentikan kerja sama tersebut.

“Proses ini berlanjut karena kami berpedoman pada aturan dan perjanjian antara Pemko Batam dan PT UJKM. Bahkan, dalam prosesnya kami didampingi LMAN Kemenkeu RI dan melibatkan Kejari Batam,” ujar Amsakar, dilansir dari laman media center, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, Pemko Batam terus memastikan pelaksanaan KSP berjalan sesuai kontrak. Pemerintah juga mengacu pada ketentuan pengelolaan barang milik daerah (BMD) dalam menjalankan kerja sama tersebut.

“Alhamdulillah, semua yang dikerjakan UJKM masih sesuai dengan aturan-aturan yang disepakati dalam kontrak,” katanya.

Tak Gunakan APBD Batam

Amsakar juga menegaskan pembangunan Pasar Induk Jodoh melalui skema KSP tidak menggunakan anggaran Pemerintah Kota Batam.

Dalam skema tersebut, Pemko Batam menyediakan aset tanah. Sementara pembangunan hingga pengoperasian pasar menjadi tanggung jawab mitra kerja sama.

Baca juga:Dihadiri Ribuan Orang, Masjid Besar Darul Gufron Jadi Lautan Massa Saat Tablig Akbar Maulid Nabi

Pemko memilih skema tersebut untuk mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal.

Pemerintah berharap Pasar Induk Jodoh nantinya tidak hanya menjadi pusat distribusi komoditas, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi dan membuka ruang bagi pedagang kecil serta pelaku UMKM.

Proses kerja sama juga mengacu pada berbagai kajian dan perhitungan yang melibatkan pihak independen, termasuk KPKNL Batam dan LMAN Kementerian Keuangan RI.

Pembangunan Pasar Induk Jodoh sebelumnya telah direncanakan dua kali. Namun, dukungan pembiayaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) belum terealisasi. Di sisi lain, aset daerah di lokasi tersebut belum memberikan manfaat optimal.

Kondisi itu mendorong Pemko Batam memilih skema KSP sebagai alternatif pembiayaan pembangunan sekaligus pengoperasian pasar.

Wanprestasi Bisa Berujung Konsekuensi

Amsakar mengatakan Pemko Batam tetap memiliki mekanisme untuk mengambil tindakan jika PT UJKM tidak memenuhi kewajibannya.

“Kalau terjadi wanprestasi, tentu ada konsekuensi sesuai dengan perjanjian kerja sama,” ujarnya.

Ia menegaskan keberlanjutan KSP Pasar Induk Jodoh bergantung pada status badan hukum mitra, pemenuhan kewajiban kontrak, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Pemko Batam, kata Amsakar, tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

Pemerintah akan menindaklanjuti setiap perkembangan yang berkaitan dengan kerja sama berdasarkan fakta, aturan hukum, dan isi perjanjian yang mengikat kedua pihak.

Baca juga:Garuda Yaksa Gandeng Batam Prime FC, Batam Siap Jadi Pionir Sport Tourism Internasional

Editor:Zalfirega 

Berita Terkait

Pertamina Dampingi Warga Kampung Tua Terih Batam Olah Limbah Ikan Jadi Produk Bernilai Ekonomi
BP Batam Gandeng Ombudsman, Fokus Cegah Maladministrasi dan Percepat Aduan Warga
Kapolda Kepri Imbau Warga Tetap Tenang, Polisi Perkuat Patroli saat Listrik Padam
Blackout Batam Jadi Ujian, Musrin: Jangan Terprovokasi Spekulasi
Polda Kepri Perkenalkan Slogan Baru Polri, Ajak Warga Aktif Jaga Keamanan
80 Persen Wilayah Batam Kembali Dialiri Air, BP Batam Siapkan 319 Trip Mobil Tangki
Ketua DPRD Kepri Imbau Warga Tak Terprovokasi Hoaks Blackout Batam
Telkom Rampungkan Penataan 24 Anak Usaha, Bidik Valuasi Rp550 Triliun pada 2030

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Pertamina Dampingi Warga Kampung Tua Terih Batam Olah Limbah Ikan Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:44 WIB

BP Batam Gandeng Ombudsman, Fokus Cegah Maladministrasi dan Percepat Aduan Warga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Kapolda Kepri Imbau Warga Tetap Tenang, Polisi Perkuat Patroli saat Listrik Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Blackout Batam Jadi Ujian, Musrin: Jangan Terprovokasi Spekulasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:49 WIB

80 Persen Wilayah Batam Kembali Dialiri Air, BP Batam Siapkan 319 Trip Mobil Tangki

Berita Terbaru