Banjir 30-40 Cm Lumpuhkan Jalan Duyung Batam, Warga Sebut Akibat Drainase Mampet

Selasa, 3 Juni 2025 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir di jalan Duyung Batuampar Kota Batam sempat membuat arus kendaraan lumpuh dari pelabuhan Batuampar menuju pasar jodoh, Selasa (3/6/2025). Matapedia6.com/Luci

Banjir di jalan Duyung Batuampar Kota Batam sempat membuat arus kendaraan lumpuh dari pelabuhan Batuampar menuju pasar jodoh, Selasa (3/6/2025). Matapedia6.com/Luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam selama satu jam pada Selasa (3/6/2025) siang menyebabkan banjir di sejumlah titik, terutama di kawasan Jalan Duyung, Batuampar.

Ketinggian air mencapai 30 hingga 40 sentimeter, membuat arus lalu lintas dari arah Batuampar menuju Jodoh lumpuh total.

Genangan air paling parah terjadi di sekitar Bundaran Jodoh hingga depan toko Morning Bakery.

Bahkan air sempat mencapai lutut orang dewasa. Tak hanya itu, banjir juga menggenangi depan Hotel Premier dan area pintu masuk gerbang Kawasan Harbour Bay.

Sejumlah pengendara motor terpaksa putar balik mencari jalan alternatif, sementara kendaraan roda empat tampak melaju perlahan dengan penuh kehati-hatian.

Warga sekitar menyebut banjir di Jalan Duyung bukanlah peristiwa baru.

Heni, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi, mengatakan genangan air di jalan itu sudah menjadi pemandangan rutin setiap hujan turun.

“Kalau hujan deras setengah jam saja, pasti banjir. Air bisa sampai ke pintu masuk Pelabuhan Batuampar,” ungkapnya.

Menurut Heni, penyebab utama banjir adalah saluran drainase yang tidak berfungsi.

“Hampir semua saluran di sini mampet, tidak ada yang lancar,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Syarifah, pedagang kaki lima di seberang Harbour Bay, menyebut tumpukan lumpur yang terbawa kendaraan kontainer dari pool terdekat memperparah kondisi saluran air.

“Kalau musim hujan, tanah bekas roda mobil kontainer masuk ke saluran. Kalau panas, berdebu. Jadi saluran tersumbat dan jalan juga penuh tanah,” ujarnya.

Warga berharap Pemerintah Kota Batam segera turun ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi drainase yang sudah lama dibiarkan.

“Kami minta pemerintah jangan tutup mata. Jalan ini penting, tapi selalu jadi korban banjir,” kata Syarifah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah kota terkait penanganan banjir di kawasan tersebut.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

KSOP Batam Gerak Cepat: Kapal Negara Dikerahkan, 150 Pemudik Tanpa Tiket Tetap Berangkat
Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran
Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual
Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik
WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran
Perkuat Sinergi Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BP Batam Gelar Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026
DPRD dan Pemko Batam Sepakati Perda Adminduk, Dorong Layanan Terintegrasi dan Digital
Ranperda PSU Perumahan Ditunda, DPRD DPRD Kota Batam Butuh Pembahasan Lebih Matang

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:20 WIB

KSOP Batam Gerak Cepat: Kapal Negara Dikerahkan, 150 Pemudik Tanpa Tiket Tetap Berangkat

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:35 WIB

Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:17 WIB

Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:16 WIB

Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:35 WIB

WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran

Berita Terbaru