Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen dalam Rapat Dewan Gubernur

Kamis, 16 Januari 2025 - 23:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat dewan gubernur Bank Indonesia. Foto:BI Kepri

Rapat dewan gubernur Bank Indonesia. Foto:BI Kepri

MATAPEDIA6.com, JAKARTA– Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 bps menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 14-15 Januari 2025 kemarin.

Keputusan ini bertujuan menjaga inflasi dalam sasaran 2,5±1% dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Selain itu, suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility masing-masing ditetapkan menjadi 5,00% dan 6,50%.

“BI juga akan memperkuat kebijakan makroprudensial untuk meningkatkan kredit kepada sektor prioritas dan mendigitalisasi sistem pembayaran,” ungkap Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam keterangannya, Kamis (16/1/2025).

Bank Indonesia (BI) memperkuat sinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. BI juga meningkatkan kerja sama internasional dalam kebanksentralan dan transaksi mata uang lokal.

Pertumbuhan ekonomi global divergen, dengan AS tumbuh kuat sementara Eropa dan Tiongkok lemah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 4,7–5,5% pada 2025.

BI mengoptimalkan kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan menjaga stabilitas neraca pembayaran yang sehat.

Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global, hanya melemah 1% terhadap dolar AS pada Januari 2025. Bank Indonesia (BI) mendukung stabilitas ini melalui kebijakan stabilisasi dan aliran masuk modal asing yang berlanjut.

Rupiah lebih baik dibandingkan mata uang regional seperti rupee India dan peso Filipina. BI memproyeksikan nilai tukar Rupiah akan stabil, didukung imbal hasil menarik dan inflasi rendah.

“Kebijakan moneter akan dioptimalkan untuk menarik investasi portofolio asing dan menjaga stabilitas nilai tukar,” imbuhnya.

Bank Indonesia mengoptimalkan instrumen moneter pro-market untuk stabilitas nilai tukar Rupiah dan pencapaian sasaran inflasi. Hingga 14 Januari 2025, posisi instrumen SRBI mencapai Rp914,72 triliun.

Kebijakan ini juga bertujuan mempercepat pendalaman pasar uang dan mendorong aliran modal asing. Suku bunga pasar uang (IndONIA) berada di 6,03%, sedangkan imbal hasil SRBI untuk tenor 6 bulan tercatat 7,06%.

BI berkomitmen meningkatkan efektivitas kebijakan moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga inflasi dalam sasaran 2,5±1%.

Tidak hanya itu, Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit mencapai 10,39% (yoy) pada 2024, sesuai dengan prakiraan 10-12%. Pertumbuhan ini didorong oleh minat penyaluran kredit yang terjaga dan dukungan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

Kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi masing-masing tumbuh 8,35%, 13,62%, dan 10,61%. Pembiayaan syariah meningkat 9,87%, sementara kredit UMKM tumbuh 3,37%.

Ke depan, pertumbuhan kredit diperkirakan meningkat menjadi 11-13% pada 2025 berkat dukungan kebijakan pemerintah dan makroprudensial.

Selain itu, transaksi pembayaran digital di Indonesia mencapai 34,5 miliar pada 2024, tumbuh 36,1% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume transaksi melalui aplikasi mobile sebesar 39,1% dan QRIS yang melonjak 175,2%.

Infrastruktur sistem pembayaran juga menunjukkan kinerja baik, dengan BI-FAST memproses 3,4 miliar transaksi, tumbuh 62,4%. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan pembayaran digital akan meningkat 52,3% pada 2025.

Stabilitas sistem pembayaran terjaga berkat struktur industri yang sehat dan infrastruktur yang andal.

Cek berita artikel lainnya di Google News

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Bursa Efek Indonesia Kepri Sorot Peluang Besar Pasar Modal: Literasi Naik, Investor Mendekati 20 Juta
BI Paparkan Ketahanan Ekonomi Kepri dan Arah Sinergi Baru di PTBI 2025
Indosat Percepat Inklusi Digital di Kepri dengan AIvolusi5G, Hadirkan Konektivitas yang Lebih Aman dan Cerdas
Obligasi Indonesia di Tengah Guncangan Pasar Global
Batam Jadi Magnet Baru UMKM, Kementerian UMKM, BP Batam, dan BRI Dorong Akses Permodalan dan Investasi
Ekonomi Kepri Triwulan III 2025 Tumbuh 7,48 Persen, Industri dan Investasi Jadi Mesin Penggerak Utama
Batam Catat Lonjakan Logistik, Peti Kemas dan Kargo Naik Tajam
BP Batam Gandeng IPB, Perkuat Tata Kelola Perizinan untuk Dorong Investasi Modern

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 17:41 WIB

Bursa Efek Indonesia Kepri Sorot Peluang Besar Pasar Modal: Literasi Naik, Investor Mendekati 20 Juta

Jumat, 28 November 2025 - 23:27 WIB

BI Paparkan Ketahanan Ekonomi Kepri dan Arah Sinergi Baru di PTBI 2025

Selasa, 25 November 2025 - 23:50 WIB

Indosat Percepat Inklusi Digital di Kepri dengan AIvolusi5G, Hadirkan Konektivitas yang Lebih Aman dan Cerdas

Senin, 24 November 2025 - 12:17 WIB

Obligasi Indonesia di Tengah Guncangan Pasar Global

Rabu, 12 November 2025 - 19:33 WIB

Batam Jadi Magnet Baru UMKM, Kementerian UMKM, BP Batam, dan BRI Dorong Akses Permodalan dan Investasi

Berita Terbaru

OJK Digital Financial Literacy di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Foto:OJK Kepri

Nasional

OJK Genjot Literasi Keuangan Digital Mahasiswa UMSU

Sabtu, 29 Nov 2025 - 11:28 WIB