Batam Lepas Ekspor Perdana Kepiting Bakau ke Cina

Kamis, 1 Februari 2024 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BP Batam Muhammad Rudi bersama Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Kepri) bersama  melepas ekspor perdana kepiting bakau hidup (scylla serrata) ke Shanghai Cina, melalui Bandara Internasional Batam, Rabu (31/1/2024). Matapedia6.com/ Diskominfo Batam

Kepala BP Batam Muhammad Rudi bersama Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Kepri) bersama melepas ekspor perdana kepiting bakau hidup (scylla serrata) ke Shanghai Cina, melalui Bandara Internasional Batam, Rabu (31/1/2024). Matapedia6.com/ Diskominfo Batam

MATAPEDIA6.com, BATAM – Kepala BP Batam Muhammad Rudi bersama Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Kepri) bersama melepas ekspor perdana kepiting bakau hidup (scylla serrata) sebanyak Rp 17 juta dengan berat 120 kilogram, ke Shanghai Cina, melalui Bandara Internasional Batam, Rabu (31/1/2024).

Ekspor perdana kepiting bakau dari Batam langsung ke Shanghai China menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Rudi mengatakan ekspor kepiting bakau dari Kota Batam ini adalah pertama kalinya dilakukan dan ke depan pihaknya bersama kelompok budidaya kepiting Bakau akan memaksimalkan potensi Batam sebagai daerah Kepulauan yang memiliki sumber daya laut melimpah.

“Ini kegiatan pertama ekspor kepiting bakau ke China dan ke depan kita harapkan kegiatan ini harus berkelanjutan,” kata Rudi.

Diketahui kepiting bakau hidup ini adalah hasil budi daya yang dilakukan oleh Abun, pelaku usaha budidaya kepiting bakau di Kecamatan Sei beduk.

Rudi mempersilahkan untuk menambah lahan budi daya yang lebih luas dan memadai, agar hasilnya meningkat dan program ekspor ini terus berkelanjutan.

Dia juga menegaskan Kota Batam terdiri dari 340 pulau. Jika lahan di Batam tidak memadai dirinya meminta agar menggunakan pulau-pulau yang ada di Batam.

“Silahkan datang ke BP Batam, untuk melihat pulau mana yang bisa digunakan sebagai tempat Budidaya kepiting Bakau di Batam,” kata Rudi.

Di tempat yang sama Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Batam (SKIPM) Batam M Darwin Syah Putra mengatakan, kepiting Bakau yang ditampung pengusaha tidak berasal dari nelayan di Kepri, tetapi berasal dari luar daerah Kepri. Seperti Tungkal, Jambi dan lainnya.

Darwin mengatakan, Kepiting menjadi komoditas ekspor terbesar nomor 3 di dunia. Sehingga potensi budidaya di Batam sangat besar.

“Kita perlu kembangkan budidaya di Kepri ini, dengan teknik tertentu agar, ekspor ini terus berlanjut kedepannya,” kata Darwin.

Sementara Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Kepri) Herwintarti mengatakan, ekspor perdana kepiting bakau ini menambah semangat mitra bisnis dalam perdagangan perikanan dan peternakan di Kepri.

“Kepri saat ini sudah memiliki produk unggulan, seperti durian musang king yang dikirim terus ke Jakarta, sedangkan hewan unggulan yang kita ekspor adalah unggas hidup dari Pulau Bintan,” katanya.

Menurutnya dengan adanya ekspor kepiting hidup tersebut menambah daftar produk unggulan dari Kepri.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Penulis: Luci |Editor: Redaksi

Berita Terkait

Polisi Musnahkan Sabu, Ganja, Ekstasi dan Liquid Etomidate, 15 Tersangka Terjerat 14 Perkara
Hampir Setahun Air Tak Mengalir, Warga Kampung Tua Dapur 12 Datangi Kantor ABH
Lokakarya Fesmed Selat Malaka Bahas Modus dan Eksploitasi dalam TPPO di Batam
Ribuan Pekerja PT Ghim Li Indonesia Hadapi Ketidakpastian, Pemko Batam Turun Tangan
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka
Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti
Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi
Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 15:36 WIB

Polisi Musnahkan Sabu, Ganja, Ekstasi dan Liquid Etomidate, 15 Tersangka Terjerat 14 Perkara

Kamis, 17 September 2026 - 14:52 WIB

Hampir Setahun Air Tak Mengalir, Warga Kampung Tua Dapur 12 Datangi Kantor ABH

Rabu, 16 September 2026 - 22:11 WIB

Lokakarya Fesmed Selat Malaka Bahas Modus dan Eksploitasi dalam TPPO di Batam

Rabu, 16 September 2026 - 21:57 WIB

Ribuan Pekerja PT Ghim Li Indonesia Hadapi Ketidakpastian, Pemko Batam Turun Tangan

Rabu, 16 September 2026 - 10:26 WIB

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka

Berita Terbaru