MATAPEDIA6.com, BATAM — Kota Batam kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Batam berhasil menembus nominasi kategori Daerah Perbatasan Terinovatif.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad, memaparkan berbagai inovasi unggulan daerah secara daring dari Kantor Wali Kota Batam, Rabu (5/11/2025).
Ia menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memperkuat budaya inovasi lintas sektor.
“Capaian ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kota Batam dalam menjadikan inovasi sebagai langkah percepatan visi dan misi pembangunan daerah,” ujar Amsakar dikutip dalam media center, Kamis (6/11/2025).
Baca juga:Pemko Batam Siapkan Taman Budaya, Dukung Generasi Muda dan Ekraf
Dalam paparannya, Amsakar mengungkapkan, skor indeks inovasi Batam meningkat signifikan dalam empat tahun terakhir: dari 37,33 pada 2021, naik ke 47,5 di 2022, kemudian 53,61 di 2023, dan mencapai 58,18 pada 2024.
Tahun ini, penilaian internal Pemko Batam menunjukkan skor inovasi sudah melampaui angka 60.
Batam mengandalkan dua inovasi utama dalam kompetisi IGA 2025: AKSARA (Aktivitas Kreasi Sains Asik Ramah Anak) — inovasi SMP Negeri 3 Batam yang menghadirkan pendekatan belajar berbasis kebutuhan psikologis siswa, terbukti meningkatkan skor Rapor Pendidikan Nasional.
POS PBB 2.0— transformasi layanan pajak daerah berbasis QRIS yang mempercepat transaksi dan mendongkrak efektivitas penerimaan pendapatan daerah.
Amsakar menegaskan, inovasi di Batam bukan sekadar proyek sesaat, melainkan sistem yang diperkuat dengan regulasi strategis.
Baca juga:Batam Siap Guncang Langit! HJB ke-196 Sajikan Atraksi Udara dan Pesta Rakyat Spektakuler
Antara lain: Perda Nomor 4 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025–2029 Perda Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Perwako Nomor 176 Tahun 2022 tentang Makmal Inovasi Daerah.
“Regulasi ini menjadi landasan untuk memastikan inovasi terus tumbuh dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Amsakar menegaskan, arah pembangunan Batam tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada tata kelola pemerintahan yang adaptif, efisien, dan berdaya saing.
“IGA bukan sekadar penghargaan, tapi momentum memperkuat budaya inovatif di tubuh birokrasi. Kami ingin Batam menjadi contoh kota yang progresif di kawasan perbatasan,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suhar, Kepala Brida Efrius, Kepala Bapenda Raja Azmansyah, Kadis Kominfo Rudi Panjaitan, Kadisdik Henri Arulan, dan Kepala SMPN 3 Batam Nyorita.*
Baca juga:Rempang Eco-City Jadi Episentrum Ekonomi Baru: 504 KK Disiapkan Jadi Transmigran Mandiri

















