MATAPEDIA6.com, BATAM— BP Batam semakin serius membenahi sistem perizinan sebagai garda depan iklim investasi. Lembaga ini menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk memperkuat tata kelola layanan perizinan yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Kolaborasi strategis itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Radisson Hotel, Jumat (31/10/2025), oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Rektor IPB Arif Satria.
Amsakar menegaskan, kerja sama ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk mempercepat transformasi Batam menuju kawasan investasi modern dan berdaya saing tinggi.
Baca juga:BP Batam Bersiap Lompatan Besar 2026, Tata Kelola dan Investasi Jadi Fokus Utama
“Kami ingin ada rencana aksi nyata yang memperkuat tata kelola perizinan, sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan,” ujar Amsakar.
Ia menambahkan, pelayanan perizinan menjadi salah satu kunci menjaga kepercayaan investor di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi Batam.
Baca juga:BP Batam Bersiap Lompatan Besar 2026, Tata Kelola dan Investasi Jadi Fokus Utama
“Kemajuan Batam sangat dahsyat. Karena itu, kami butuh sistem layanan yang adaptif dan berkelas dunia,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor IPB, Arif Satria, menyebut kolaborasi ini sejalan dengan visi kampus untuk menghadirkan inovasi kebijakan berbasis sains dan teknologi.
“IPB bangga bisa berkontribusi dalam penguatan kebijakan BP Batam. Batam sudah menjadi kawasan industri dengan daya saing global yang perlu terus dijaga melalui tata kelola yang unggul,” ujar Arif.
Melalui kemitraan ini, BP Batam dan IPB akan mengembangkan strategi peningkatan kualitas SDM, digitalisasi layanan, serta integrasi sistem perizinan agar investasi di Batam semakin efisien dan berorientasi masa depan.
Baca juga:BP Batam Asah SDM Kreatif, Dorong Promosi Investasi Lewat Suara


















