MATAPEDIA6.com, BATAM — BP Batam bergerak cepat merespons penurunan volume air di sejumlah waduk. Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, turun langsung meninjau Waduk Sei Harapan dan Waduk Mukakuning, Kamis (26/3/2026), yang kini menunjukkan penyusutan signifikan.
Hasil pemantauan di lapangan mengungkap kondisi mencolok. Permukaan air Waduk Sei Harapan turun hingga 51 sentimeter dari batas normal.
Sementara itu, Waduk Mukakuning menyusut lebih dalam, mencapai 2,4 meter. Ariastuty menegaskan, fenomena El Nino menjadi pemicu utama. Penurunan curah hujan memicu kemarau panjang dan mempercepat penyusutan cadangan air baku.
Baca juga:Aksi Pencurian Perangkat Lampu Lalu Lintas Marak di Batam, Tiga Simpang dan Flyover Jadi Sasaran
Tak hanya dua waduk tersebut, BP Batam juga mencatat penurunan di Waduk Nongsa hingga 1,2 meter. Kondisi ini langsung masuk radar pengawasan ketat.
Meski tekanan meningkat, BP Batam memastikan suplai air ke masyarakat tetap berjalan optimal. Kapasitas empat waduk lainnya—Duriangkang, Tembesi, Sei Ladi, dan Rempang—masih mampu menopang kebutuhan air Batam.
“Ketahanan air di masing-masing waduk masih aman untuk 4 sampai 5 bulan ke depan,” tegas Ariastuty.
BP Batam tidak tinggal diam. Sejumlah langkah antisipatif langsung disiapkan untuk menjaga stabilitas distribusi. Jika El Nino berkepanjangan, skema rationing atau pengaturan distribusi air akan diterapkan secara terukur.
Langkah ini dirancang agar pasokan air tetap merata tanpa mengganggu kebutuhan vital masyarakat.
Di sisi lain, Ariastuty mengingatkan warga untuk ikut berperan. Ia meminta masyarakat menghemat penggunaan air selama periode kemarau.
BP Batam juga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA).
Cuaca panas dan angin kencang memperbesar risiko api cepat menyebar. Bahkan, kebakaran sempat terjadi di sekitar area waduk dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami minta masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di lahan kering. Jika melihat asap atau api kecil, segera laporkan,” tegasnya.
BP Batam kini berpacu dengan waktu—menjaga suplai air tetap stabil di tengah ancaman kemarau panjang.
Baca juga:Perwira Pertamina Siaga 24 Jam, Distribusi Energi Tetap Ngebut Saat Ramadan–Lebaran
Editor:Miezon



















