Silaturahmi Akbar Matua Hilia Resmi Bergulir, Pemkab Agam Dorong Jadi Event Tahunan

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Silaturahmi masyarakat Matua. Foto:Yogi/matapedia

Silaturahmi masyarakat Matua. Foto:Yogi/matapedia

72 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, AGAM — Pemerintah Kabupaten Agam resmi membuka Silaturahmi Akbar 2026 Ranah jo Rantau Nagari Matua Hilia di Lapangan Hijau, Kecamatan Matur, Senin (23/3/2026). Event sehari penuh ini langsung menyedot perhatian warga dengan rangkaian kegiatan budaya, lomba marandang basamo, hingga hiburan khas Minangkabau.

Asisten III Setdakab Agam, Syatria, menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap inisiatif masyarakat yang menghidupkan kampung lewat event kolaboratif ranah dan rantau. Ia menyebut kegiatan ini sejalan dengan arahan Bupati Agam, Benni Warlis, yang mendorong masyarakat aktif membangun nagari dari akar budaya.

“Ini bukan sekadar acara seremonial. Masyarakat Matua Hilia sudah membuktikan bahwa silaturahmi bisa dikemas menjadi gerakan bersama membangun kampung,” tegas Syatria dalam sambutannya.

Ia melihat potensi besar dari event ini, bukan hanya sebagai ajang pemersatu, tetapi juga penggerak ekonomi lokal. Posisi Matua Hilia di jalur perlintasan dinilai strategis untuk mengembangkan kegiatan serupa secara berkelanjutan.

Baca juga:Pasokan Energi Aman Pasca Idulfitri, Pertamina Sumbagut Jaga BBM untuk Transportasi, Listrik dan Industri

Syatria bahkan mendorong agar ke depan event ini naik kelas menjadi agenda skala kecamatan. Dukungan pemerintah, termasuk dari Dinas Pariwisata, disebut terbuka selama masyarakat konsisten mengemas kegiatan secara menarik.

Momentum pembukaan juga dirangkai dengan pengukuhan pengurus Ikatan Keluarga Matua Hilia (IKAMAHI). Syatria langsung melempar tantangan agar panitia mulai menyiapkan agenda lanjutan. “Kalau sepakat jadi agenda tahunan, dari sekarang gaungkan—kita jumpa lagi di 2027,” ujarnya.

Ketua panitia, Buya Abdul Arief, mengungkapkan ide besar ini lahir dari diskusi sederhana antara tokoh rantau dan kampung. Gagasan itu kemudian berkembang menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Tidak hanya lomba marandang. Kami sudah memulai dari lomba kebersihan antarjorong, tabligh akbar, hingga pawai obor. Hari ini puncaknya, delapan jorong turun langsung marandang basamo,” jelasnya.

Tokoh masyarakat Matua Hilia, Chandra St. Indra, mengaku haru melihat kekompakan warga, terutama perantau yang ikut berkontribusi membangun nagari. Di usianya yang ke-72 tahun, ia menyebut ini sebagai momentum bersejarah.

“Baru kali ini saya melihat acara yang benar-benar menyatukan ranah dan rantau,” ujarnya.

Ia berharap sinergi ini terus berlanjut dengan dukungan penuh pemerintah dan konsistensi masyarakat.

Wali Nagari Matua Hilia, Nofrizal Anas, menilai kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga sarat makna filosofis. Ia mengibaratkan marandang sebagai simbol keberagaman masyarakat yang harus melebur menjadi kekuatan bersama.

“Seperti rendang—lada, bawang, santan, dan daging punya karakter berbeda. Tapi ketika disatukan, lahirlah cita rasa yang disukai semua orang. Begitu juga masyarakat kita,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat mengubur perbedaan dan memperkuat kebersamaan demi kemajuan nagari. Menurutnya, silaturahmi akbar ini menjadi titik balik untuk menghentikan pola berjalan sendiri-sendiri yang selama ini terjadi.

Ketua Umum IKAMAHI, Berry, menegaskan komitmen perantau untuk terus terlibat membangun kampung halaman. Ia menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata filosofi Minangkabau tentang keterikatan kuat antara rantau dan ranah.

“Sejauh apa pun merantau, kita tetap kembali membangun kampung. Di sinilah kita rajut kebersamaan untuk masa depan Matua Hilia,” tegasnya.

Dukungan donatur dan partisipasi masyarakat menjadi bukti kuat bahwa semangat gotong royong masih hidup. Silaturahmi Akbar Matua Hilia pun tidak sekadar menjadi perayaan, tetapi mulai menjelma sebagai gerakan kolektif membangun nagari berbasis budaya dan kebersamaan.

Baca juga:Warga Kaveling Melati Jadi Korban Pengeroyokan di Jalan Dapur 12 Saat Pulang Lebaran

Editor:Zalfirega

 

Berita Terkait

Simulasi Kebakaran Motor di SPBU Padang, Pertamina Uji Kecepatan Respons Darurat
Pertamina dan Pemprov Riau Sidak SPBU, Perkuat Distribusi BBM dan Cegah Panic Buying
Pertamina Resmikan SPBU Nelayan di Aceh Selatan, Akses BBM Kian Dekat
Pertamina Salurkan 1.000 Paket Sembako Lewat Pasar Murah di Lhokseumawe
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi dan Kewajiban Pelaporan SLIK
OJK Kepri Gandeng DPK, Perpustakaan Disulap Jadi Pusat Edukasi Keuangan
Pertamina Sumbagut Siagakan Avtur, Kawal 70+ Penerbangan Haji 2026 dari Empat Bandara
Pertamina–Polda Sumbar Perketat Pengawasan, Distribusi BBM dan LPG Dikawal Ketat
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:39 WIB

Simulasi Kebakaran Motor di SPBU Padang, Pertamina Uji Kecepatan Respons Darurat

Senin, 4 Mei 2026 - 17:38 WIB

Pertamina dan Pemprov Riau Sidak SPBU, Perkuat Distribusi BBM dan Cegah Panic Buying

Kamis, 30 April 2026 - 10:17 WIB

Pertamina Resmikan SPBU Nelayan di Aceh Selatan, Akses BBM Kian Dekat

Sabtu, 25 April 2026 - 20:07 WIB

Pertamina Salurkan 1.000 Paket Sembako Lewat Pasar Murah di Lhokseumawe

Sabtu, 25 April 2026 - 14:43 WIB

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi dan Kewajiban Pelaporan SLIK

Berita Terbaru