Waduk Tertekan Kemarau, BP Batam Perkuat Ketahanan Air Batam 

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BP Batam bersama PT McDermott Indonesia menanam 400 bibit Bambu Betung di kawasan Bendungan Sei Nongsa, Jumat (7/8/2026). Foto:Istimewa

BP Batam bersama PT McDermott Indonesia menanam 400 bibit Bambu Betung di kawasan Bendungan Sei Nongsa, Jumat (7/8/2026). Foto:Istimewa

72 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM — Puncak musim kemarau pada Agustus 2026 mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap ketersediaan air baku di Batam.

Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan air bersih tetap aman di tengah potensi penurunan debit waduk.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia memasuki puncak musim kemarau pada Juli hingga September 2026, dengan puncak tertinggi terjadi pada Agustus.

Berdasarkan analisis perkembangan musim kemarau Dasarian II Juli 2026, sebanyak 72,8 persen wilayah Indonesia atau 509 Zona Musim telah memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut membuat potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan meningkat, termasuk di Batam dan Kepulauan Riau.

Bagi Batam, kondisi kemarau menjadi perhatian karena waduk masih menjadi sumber utama air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABH) kini memperketat pemantauan kondisi air baku sekaligus menyiapkan langkah mitigasi agar pelayanan air bersih tetap berjalan.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan kesiapsiagaan perlu dilakukan sejak awal sebelum kondisi sumber air semakin tertekan.

“Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi. Untuk itu, BP Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air bersih dan mengoptimalkan pengelolaan yang ada agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, terutama ketika kita menghadapi periode kemarau,” ujar Denny, Selasa (11/8/2026).

BP Batam menyiapkan empat langkah utama untuk menjaga ketahanan air baku selama periode kemarau.

Baca juga:Batam Masih Andalkan Waduk, Belum Ada Wacana Cari Sumber Air Baku Baru

Langkah pertama berupa pemantauan kondisi air baku secara real-time. BP Batam bersama PT ABH memantau level dan kondisi air untuk menentukan langkah operasional, termasuk menyesuaikan ketersediaan air baku dengan kapasitas produksi dan kebutuhan masyarakat.

Pemantauan ini menjadi penting ketika debit air waduk mulai berubah. Data lapangan dapat menjadi dasar pengelola untuk mengambil keputusan sebelum kondisi sumber air semakin menurun.

Langkah kedua, BP Batam mengoptimalkan sistem interkoneksi jaringan antarwaduk. Sistem ini memungkinkan pengelola mengatur distribusi air baku ke wilayah yang mengalami penurunan debit.

Strategi tersebut menjadi salah satu cara BP Batam menjaga keseimbangan pasokan ketika kondisi setiap waduk tidak sama.

Namun, menjaga ketahanan air tidak hanya bergantung pada pengelolaan waduk.

BP Batam juga memperkuat program reboisasi serta perlindungan dan pelestarian Daerah Tangkapan Air (DTA).

Penghijauan, perlindungan kawasan resapan, dan pencegahan aktivitas yang merusak fungsi daerah tangkapan air menjadi bagian dari langkah tersebut.

Denny menegaskan keberlanjutan sumber air tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur.

“Menjaga sumber air tidak cukup hanya dengan membangun dan memelihara infrastruktur. Kita juga harus menjaga lingkungan di sekitar sumber air. Ini merupakan tanggung jawab bersama karena keberlanjutan air Batam sangat bergantung pada bagaimana kita menjaga alam hari ini,” katanya.

BP Batam juga mulai melihat sumber air alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku yang ada.

Salah satu opsi yang disiapkan ialah teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau pengolahan air laut menjadi air bersih melalui teknologi membran.

Teknologi tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan infrastruktur penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan Batam dalam jangka panjang.

Selain mengoptimalkan infrastruktur yang sudah tersedia, BP Batam terus mengkaji berbagai opsi pengembangan sumber air agar ketahanan air Batam tidak hanya bergantung pada kondisi waduk.

Di sisi lain, BP Batam meminta masyarakat ikut menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.

Denny menilai langkah pemerintah dan pengelola infrastruktur air akan lebih efektif jika masyarakat ikut mengurangi pemborosan air di tingkat rumah tangga.

Masyarakat dapat menggunakan air sesuai kebutuhan, mematikan keran setelah digunakan, serta memeriksa instalasi secara berkala untuk mencegah kebocoran.

Penggunaan air untuk kebutuhan sekunder juga perlu dikurangi ketika kondisi cuaca semakin kering. Masyarakat juga diminta menjaga kawasan tangkapan air dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di kawasan vegetasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan air Batam. Tidak harus dengan langkah yang besar. Menggunakan air seperlunya, memastikan tidak ada kebocoran di rumah, dan mematikan keran ketika tidak digunakan merupakan langkah sederhana yang dampaknya sangat berarti apabila dilakukan bersama-sama,” pungkas Denny.

Baca juga:Kredit BPR/S Kepri Tumbuh 10,74 Persen, OJK Soroti Likuiditas

Editor:Zalfirega 

 

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI, BP Batam Tampilkan 7 Kedeputian di Pawai Pembangunan
HAN 2026 Batam, Amsakar Soroti Suara Anak dan Kasus Bullying
BP Batam Buka Alokasi Tanah Reguler via Sistem Digital, Daftar Lokasi Mulai Tayang 11 Agustus
Amsakar Lantik 311 Pejabat Pemko Batam, Tegaskan Tak Ada Ruang ASN Malas dan Asal Melayani
Amsakar Minta OPD Batam Percepat Program Prioritas, Tekankan ASN Responsif Layani Warga
Ulang Tahun ke-58, Amsakar Jadikan Momen Syukuran untuk Teguhkan Komitmen Membangun Batam
Amsakar Lantik Panglima Sambang Gagak Hitam, Ajak Organisasi Adat Perkuat Persatuan di Batam
PLN Batam Tebar Promo Tambah Daya Rp81 Ribu, Peluang Rumah Tangga dan UMKM Tekan Biaya Listrik

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Waduk Tertekan Kemarau, BP Batam Perkuat Ketahanan Air Batam 

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, BP Batam Tampilkan 7 Kedeputian di Pawai Pembangunan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:18 WIB

HAN 2026 Batam, Amsakar Soroti Suara Anak dan Kasus Bullying

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:31 WIB

BP Batam Buka Alokasi Tanah Reguler via Sistem Digital, Daftar Lokasi Mulai Tayang 11 Agustus

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Amsakar Lantik 311 Pejabat Pemko Batam, Tegaskan Tak Ada Ruang ASN Malas dan Asal Melayani

Berita Terbaru

Terduga pelaku curanmor ditangkap Buser Polsek Batu Aji. Foto:Dok. Humas Polresta Barelang

Hukum Kriminal

Motor Warga Hilang Dini Hari, Terduga Pelaku Curanmor Ditangkap di Hotel

Selasa, 11 Agu 2026 - 18:04 WIB