Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun, BP Batam Bidik Wajah Baru Kawasan Jadi Daya Tarik Kota

Selasa, 15 September 2026 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Monumen Simpang Barelang di Bundaran Tembesi. Foto:Istimewa

Monumen Simpang Barelang di Bundaran Tembesi. Foto:Istimewa

60 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM— Wajah kawasan Simpang Barelang di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung, bakal berubah. Sebuah monumen baru mulai dibangun dan disiapkan bukan hanya sebagai penanda kawasan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas visual Kota Batam.

Proyek tersebut mendapat dukungan Badan Pengusahaan (BP) Batam dan dibangun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Investment Cakrawala. Lembaga Adat Melayu (LAM) memberi nama kawasan itu Bundaran Ufuk Selatan.

Bagi BP Batam, keterlibatan dunia usaha dalam penataan kawasan menjadi bagian penting dari kolaborasi membangun kota.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan anggaran publik untuk menghadirkan ruang kota yang lebih tertata, tetapi juga membuka ruang bagi perusahaan untuk memberikan kontribusi melalui program sosial dan lingkungannya.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan kolaborasi tersebut perlu dikawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Amsakar, Senin (14/9/2026).

Dari sisi penataan kawasan, proyek ini memiliki luas sekitar 7.850 meter persegi. Konsepnya tidak berhenti pada pembangunan bangunan utama monumen.

Area di sekitarnya akan dilengkapi planter box, plaza, hardscape, hingga softscape berupa hamparan rumput.

Baca juga:Batam Jadi Panggung Basket Asia Tenggara, SEABA U17 3×3 Championship 2026 Hadirkan Enam Negara

Penataan tersebut dirancang untuk membuat kawasan yang selama ini menjadi salah satu titik pertemuan lalu lintas itu memiliki tampilan yang lebih tertata.

Konsep tersebut juga menyentuh aspek visual pada malam hari. Pembangunan dilengkapi pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, serta fasilitas pendukung penyiraman taman.

Kombinasi elemen tersebut membuat proyek Bundaran Ufuk Selatan memiliki fungsi yang lebih luas. Selain menjadi penanda kawasan, penataan diharapkan membentuk karakter visual baru di salah satu akses strategis Kota Batam.

Dari perspektif pengembangan kota, keberadaan landmark juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun citra Batam. Identitas kawasan yang kuat berpotensi memperkaya pengalaman orang yang datang ke kota ini, baik untuk kepentingan bisnis maupun wisata.

Amsakar mengatakan persiapan pekerjaan, termasuk pemagaran lokasi, telah dimulai sejak 11 September 2026.

Menurut dia, pembangunan tersebut mencerminkan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan Batam yang semakin tertata sekaligus memiliki identitas kota yang lebih kuat di mata investor dan wisatawan.

Dengan konsep itu, Simpang Barelang diharapkan tidak lagi hanya dipandang sebagai titik pertemuan arus kendaraan. Kawasan tersebut juga diarahkan memiliki karakter visual yang mampu memperkuat citra kawasan.

“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan. Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” pungkasnya.

Baca juga:Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM

Editor:Redaksi

 

 

Berita Terkait

BP Batam Kejar Pemulihan Listrik, Produksi Air di Sejumlah IPA Turun hingga 30 Persen
Pemadaman Meluas di Batam, PLN Kerahkan Tim untuk Pulihkan Listrik Bertahap
Amsakar Siapkan Transportasi Darat dan Laut untuk Permudah Akses ke Rempang Eco City
Amsakar: APBD Batam 2027 ke Program Berdampak, Banjir hingga Lapangan Kerja Jadi Prioritas
APBD Batam 2027 Disiapkan untuk Tekan Banjir, Perkuat UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal
TMA Waduk Nongsa Turun 4,5 Meter, BP Batam Percepat Interkoneksi untuk Jaga Pasokan Air
BP Batam Kebut Pipa Duriangkang ke Nongsa, Aliran Air Dipulihkan Bertahap
Pancasila Jadi Perekat Batam yang Heterogen, Amsakar: Kemajuan Kota Bertumpu pada Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BP Batam Kejar Pemulihan Listrik, Produksi Air di Sejumlah IPA Turun hingga 30 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Pemadaman Meluas di Batam, PLN Kerahkan Tim untuk Pulihkan Listrik Bertahap

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Amsakar Siapkan Transportasi Darat dan Laut untuk Permudah Akses ke Rempang Eco City

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Amsakar: APBD Batam 2027 ke Program Berdampak, Banjir hingga Lapangan Kerja Jadi Prioritas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:23 WIB

APBD Batam 2027 Disiapkan untuk Tekan Banjir, Perkuat UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal

Berita Terbaru