MATAPEDIA6.com, BATAM —Padi Reborn menjadi magnet utama Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026 di Batam. Namun, kehadiran grup musik tersebut bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat.
Ramainya pengunjung diharapkan ikut membuka peluang transaksi dan menggerakkan perputaran ekonomi UMKM.
Padi Reborn dijadwalkan tampil pada puncak GMP 2026 di K-Square Mall, Batam, pada 19 September 2026.
Kehadiran musisi nasional itu menjadi salah satu daya tarik yang diharapkan mampu mendatangkan lebih banyak masyarakat ke kawasan acara.
Momentum tersebut dimanfaatkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau untuk mendorong penguatan UMKM dan industri kreatif berbasis kebudayaan lokal.
Kepala KPw BI Kepri, Rony Widijarto Purubaskoro, mengatakan pengembangan UMKM tidak bisa berjalan sendiri.
“Ekosistem industri kreatif di sekitarnya perlu ikut bergerak agar produk lokal memiliki pasar yang lebih luas dan mampu memberikan nilai tambah bagi pelakunya,” ujar Rony saat berbincang bareng dengan media di kantor Bank Indonesia Kepri, Selasa (15/9/2026).
Menurut Rony, Kepulauan Riau memiliki modal budaya yang kuat. Budaya Melayu telah menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah kawasan sekaligus memiliki keterkaitan erat dengan akar Bahasa Indonesia.
Namun, kekayaan tersebut tidak cukup jika hanya ditempatkan sebagai warisan sejarah atau ditampilkan dalam kegiatan seremonial.
BI Kepri ingin kekayaan budaya itu masuk lebih jauh ke sektor ekonomi, salah satunya melalui pengembangan fesyen Melayu.
Baca juga:BI Kepri Buka KURMA 2026 di One Batam Mall, Target Transaksi UMKM Rp 2,5 Miliar
Salah satu yang ditonjolkan dalam GMP 2026 yakni konsep ready-to-wear atau busana siap pakai. Motif khas Kepulauan Riau, termasuk motif dari Lingga, didorong untuk diolah menjadi pakaian yang dapat digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Perubahan tersebut membuka peluang baru bagi pelaku industri kreatif. Kain dan motif tradisional tidak lagi hanya memiliki fungsi budaya, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk fesyen dengan nilai jual yang lebih tinggi.
Rantai ekonominya pun dapat melibatkan lebih banyak pelaku, mulai dari perajin, desainer, penjahit hingga pelaku UMKM yang memasarkan produk kepada konsumen.
Di sisi lain, GMP 2026 juga membawa misi memperkenalkan kembali kekayaan budaya Melayu kepada generasi muda, khususnya Gen Z.

Tenun, tudung manto dan berbagai aksesori tradisional diperkenalkan dalam kemasan yang lebih dekat dengan gaya hidup generasi saat ini.
“Pendekatan tersebut diharapkan membuat budaya lokal tetap relevan sekaligus membuka ruang bagi lahirnya produk kreatif baru,” ungkap Rony.
Di sinilah kehadiran Padi Reborn memiliki peran sebagai penggerak keramaian acara. Panggung musik menjadi salah satu cara menarik masyarakat datang ke lokasi GMP 2026.
Ketika jumlah pengunjung meningkat, peluang bagi UMKM untuk menawarkan produk dan melakukan transaksi juga ikut terbuka. Konsep tersebut membuat GMP 2026 tidak hanya berbicara mengenai pelestarian budaya.
Event ini juga diarahkan menjadi ruang pertemuan antara budaya, hiburan, kreativitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
BI Kepri mendorong transformasi tersebut agar pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah berlangsung lebih inklusif.
Pelaku UMKM tidak hanya menjadi pelengkap dalam sebuah event, tetapi mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen secara langsung.
Kehadiran Padi Reborn pada 19 September pun menjadi momentum untuk mempertemukan daya tarik hiburan dengan potensi ekonomi lokal.
Dengan menggabungkan kekuatan budaya Melayu, industri fesyen, UMKM dan pertunjukan musik, GMP 2026 diarahkan menjadi salah satu ruang untuk memperluas pasar ekonomi kreatif di Kepulauan Riau.
Bagi BI Kepri, tantangannya bukan sekadar bagaimana budaya Melayu tetap dikenal, tetapi bagaimana kekayaan tersebut mampu menghasilkan nilai ekonomi dan menciptakan peluang baru bagi masyarakat.
Dari tenun hingga tudung manto, dari motif tradisional hingga busana siap pakai, budaya Melayu didorong keluar dari ruang seremonial menuju pasar yang lebih luas.
Sementara Padi Reborn menjadi salah satu magnet yang diharapkan membawa keramaian ke GMP 2026, UMKM dan industri kreatif lokal menjadi pihak yang diharapkan mampu menangkap peluang ekonomi dari momentum tersebut.

Baca juga:OJK Kepri Bidik 5.000 Rekening Baru Lewat Gema Menabung, Perbankan Perluas Pasar Generasi Muda
Editor:Zalfirega










