MATAPEDIA6.com, BATAM — Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat posisi Batam sebagai destinasi investasi unggulan bagi perusahaan-perusahaan asal Jepang.
Langkah strategis ini mewujud lewat kolaborasi bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, dan Bank BNI Tokyo, Kamis (3/9/2026).
Lewat pertemuan tersebut, BP Batam memaparkan perkembangan ekonomi, industri, serta kesiapan infrastruktur kawasan kepada para calon investor Negeri Sakura yang ingin mengepakkan sayap bisnisnya di Indonesia.
Upaya ini berlandaskan rekam jejak positif. Pada Triwulan I 2026, Jepang masuk dalam lima besar investor Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar di Batam.
Sepanjang periode tersebut, Batam mencatatkan total realisasi investasi sebesar Rp17,4 triliun—terdiri dari PMA Rp8,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp8,5 triliun. Angka ini terus melonjak hingga menyentuh Rp38,97 triliun pada Semester I 2026.
Saat ini, berbagai raksasa manufaktur Jepang telah lama beroperasi di Batam pada sektor elektronik, komponen otomotif, hingga industri kimia. Beberapa nama besar di antaranya meliputi:
Baca juga:Panel Surya Terbakar, Atap Gedung Bea Cukai Batam Dilalap Api
- PT Epson Batam
- PT Yokogawa Manufacturing Batam
- PT Sumitomo Wiring Systems Batam Indonesia
- PT SIIX Electronics Indonesia
- PT Rubycon Indonesia
- PT Patlite Indonesia
- PT Shimano Batam
- PT NOK Precision Component Batam
- PT Nissin Kogyo Batam
Rekam jejak perusahaan-perusahaan tersebut menjadi modal kuat BP Batam untuk meyakinkan investor baru.
Letak geografis yang menempel dengan Singapura, infrastruktur modern, serta kemudahan izin usaha menjadi nilai tawar utama Batam di pasar Asia.
“Perusahaan Jepang terkenal sangat detail menentukan lokasi investasi. Sebab itu, kami menyajikan informasi komprehensif terkait kesiapan infrastruktur, kepastian perizinan, hingga kemudahan berusaha,” ujar Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.
Ariastuty menegaskan bahwa kewenangan penuh BP Batam dalam mengelola perizinan terpadu menjadi daya tarik kunci yang memangkas birokrasi bagi para pelaku usaha.
Melalui audiensi ini, BP Batam menggandeng KBRI, IIPC, dan BNI Tokyo untuk memperluas jangkauan promosi investasi.
“Kami ingin perusahaan Jepang melihat Batam sebagai kawasan yang benar-benar siap mendukung pertumbuhan bisnis mereka,” pungkas Ariastuty.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Direktur Pengendalian Investasi Yani Alkindi, Direktur Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hadjad Widagdo, serta Kepala Biro Keuangan Siswanto.
Baca juga:SMKN 5 Batam Bantah Ada Nepotisme: Itu Tidak Benar
Editor:Zalfirega











