Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional

Minggu, 13 September 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pameran yang berlangsung 9–11 September 2026 tersebut mempertemukan lebih dari 1.000 peserta dari berbagai negara di Asia.  Foto:Humas BP Batam

Pameran yang berlangsung 9–11 September 2026 tersebut mempertemukan lebih dari 1.000 peserta dari berbagai negara di Asia.  Foto:Humas BP Batam

60 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM — Batam mulai serius membidik investasi sektor kesehatan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Peluang itu dibawa Badan Pengusahaan (BP) Batam ke Medical Fair Asia 2026di Marina Bay Sands, Singapura, untuk menawarkan potensi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam kepada investor dan pelaku industri kesehatan dari berbagai negara.

Pameran yang berlangsung 9–11 September 2026 tersebut mempertemukan lebih dari 1.000 peserta dari berbagai negara di Asia.

Forum yang digelar Messe Düsseldorf Asia Pte. Ltd. itu menjadi ruang bagi pelaku industri medis, teknologi kesehatan, hingga penyedia layanan kesehatan untuk membuka jejaring dan menjajaki peluang bisnis lintas negara.

BP Batam memanfaatkan forum tersebut untuk memperkenalkan Batam bukan hanya sebagai kawasan industri dan perdagangan, tetapi juga sebagai calon pusat layanan kesehatan berstandar internasional di kawasan regional.

Direktur Promosi dan Fasilitasi Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan Medical Fair Asia menjadi momentum untuk mempertemukan potensi Batam dengan kebutuhan investor yang ingin mengembangkan ekosistem kesehatan terintegrasi.

“Kami memanfaatkan momentum Medical Fair Asia 2026 untuk memperkenalkan Batam sebagai kawasan yang memiliki posisi strategis dan didukung KEK di bidang pariwisata kesehatan. Potensi ini kami tawarkan kepada investor sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kesehatan yang terintegrasi dan berdaya saing di kawasan regional,” ujar Dendi.

Promosi tersebut tidak berhenti pada pengenalan kawasan. Dendi juga tampil dalam sesi Market Entry Briefing: Indonesia.

Dalam forum itu, ia memaparkan peluang bisnis, prospek investasi, serta potensi pasar sektor kesehatan di Indonesia dengan Batam sebagai salah satu wilayah yang ditawarkan kepada calon investor.

Baca juga:Video:Hang Nadim Tak Lagi Sekadar Pintu Masuk Batam, BP Batam Dorong Jadi Hub Penerbangan dan Investasi Kelas Dunia

Menurut Dendi, pengembangan sektor kesehatan Batam memiliki ruang yang lebih luas daripada sekadar memperkuat layanan kesehatan masyarakat. Batam juga berpeluang mengambil pasar layanan kesehatan regional melalui pengembangan fasilitas dan ekosistem kesehatan berstandar internasional.

Masuknya investasi di sektor ini diharapkan ikut membuka lapangan kerja, mendorong transfer pengetahuan dan teknologi, serta menciptakan rantai bisnis baru yang terhubung dengan industri pendukung, pariwisata dan jasa.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menyambut positif langkah promosi tersebut. Keduanya berharap keterlibatan Batam dalam forum industri kesehatan internasional dapat memperluas jejaring dengan investor sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam.

Partisipasi Batam dalam Medical Fair Asia 2026 juga mempertegas arah pengembangan Batam sebagai kawasan investasi yang tidak hanya mengandalkan sektor manufaktur. BP Batam mulai memperluas tawaran investasi ke sektor jasa bernilai tambah, termasuk kesehatan dan pariwisata kesehatan.

Melalui KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, BP Batam mendorong terbentuknya ekosistem kesehatan yang terhubung dengan pasar global. Jika investasi baru masuk, dampaknya tidak hanya menyentuh fasilitas kesehatan, tetapi juga berpotensi menggerakkan pariwisata, industri pendukung, jasa, tenaga kerja dan aktivitas ekonomi lainnya di Batam.

Baca juga:PLN Batam Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Teknologi Jadi Andalan Perkuat Keselamatan Kerja

Editor:Redaksi

 

 

Berita Terkait

Telkom Rampungkan Penataan 24 Anak Usaha, Bidik Valuasi Rp550 Triliun pada 2030
Telkom Ungkap Strategi Percepat Adopsi AI di Indonesia, Tekankan Infrastruktur dan Kolaborasi
26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Bidik 20 Pelanggan di Batam
Pembiayaan UMKM Capai Rp1.949 Triliun, OJK Dorong Ekosistem Kredit Berbasis Data
Inflasi Kepri Turun Jadi 3,49 Persen pada September 2026
PLN Batam Siapkan Listrik Andal untuk Dorong Industri Data Center
RUPSLB Telkom 2026 Setujui Spin-Off InfraCo, Lebih dari 90 Persen Aset Jaringan Dialihkan ke InfraNexia
BP Batam Kenalkan Kesiapan Ekosistem Data Centre di Tech Week Singapore

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Telkom Rampungkan Penataan 24 Anak Usaha, Bidik Valuasi Rp550 Triliun pada 2030

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Telkom Ungkap Strategi Percepat Adopsi AI di Indonesia, Tekankan Infrastruktur dan Kolaborasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:28 WIB

26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Bidik 20 Pelanggan di Batam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Pembiayaan UMKM Capai Rp1.949 Triliun, OJK Dorong Ekosistem Kredit Berbasis Data

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Inflasi Kepri Turun Jadi 3,49 Persen pada September 2026

Berita Terbaru