Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi

Selasa, 15 September 2026 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PK NTT Kota Batam, Mohammad Agung Teibang tengah dan tokoh masyarakat. Foto:Istimewa

Ketua Umum PK NTT Kota Batam, Mohammad Agung Teibang tengah dan tokoh masyarakat. Foto:Istimewa

59 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM— Bentrokan yang terjadi di wilayah Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam, pada Senin (14/9/2026) menewaskan dua orang dan menyebabkan sejumlah orang lainnya terluka.

Di tengah situasi tersebut, Ketua Umum PK NTT Kota Batam Mohammad Agung Teibang meminta masyarakat tidak menyeret peristiwa itu menjadi konflik antarsuku.

Menurut Agung, informasi yang menyebut bentrokan tersebut berkaitan dengan pertentangan antara kelompok masyarakat berdasarkan latar belakang suku perlu diluruskan. Ia menilai persoalan yang terjadi berawal dari kepentingan berbeda sejumlah kelompok terkait lahan di kawasan Setoko.

“Saya menegaskan bahwa bentrok ini bukan terjadi antarsuku Melayu dan Flores. Ini murni dua kelompok yang memiliki kepentingan yang berbeda terhadap lahan di Setoko,” ujar Agung kepada wartawan dikutip, Selasa (15/9/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, salah satu kelompok berasal dari Lang Laut yang disebut menerima kuasa dari perusahaan yang menguasai lokasi tersebut.

Sementara kelompok lainnya mengaku sebagai penggarap kebun dan menyatakan belum menerima ganti rugi atas lahan yang mereka garap.

Karena itu, Agung meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan peristiwa tersebut sebagai konflik komunal.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa dalam bentrokan tersebut.

“Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Kami turut berduka atas jatuhnya korban jiwa,” katanya.

Baca juga:Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan

Minta Warga NTT Tak Terpancing Informasi

Agung secara khusus mengimbau keluarga besar NTT di Batam untuk tetap menahan diri. Ia meminta masyarakat tidak mengambil tindakan berdasarkan informasi yang beredar di media sosial sebelum mendapatkan kepastian dari aparat berwenang.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar NTT di Kota Batam, mari kita sama-sama menahan diri. Jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial sebelum ada kepastian dari pihak yang berwenang,” ujarnya.

Menurut dia, situasi di Batam perlu tetap dijaga agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas akibat informasi yang belum terverifikasi.

Agung juga mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam menangani kasus tersebut. Ia menyebut polisi telah menangkap salah satu pihak yang disebut terlibat, yakni pimpinan Lang Laut, Suherman.

“Saya sangat mengapresiasi gerak cepat kepolisian yang berhasil menangkap pimpinan Lang Laut, Suherman, sehingga bisa meredakan emosi dari keluarga korban,” kata Agung.

Ia meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan perkara kepada kepolisian. Menurutnya, aparat perlu mengungkap peran setiap pihak serta kronologi kejadian secara objektif.

“Kita percayakan kepada pihak kepolisian. Kami yakin aparat mampu mengungkap siapa pelakunya, apa perannya masing-masing, dan bagaimana sebenarnya kronologi kejadian ini. Yang penting prosesnya harus objektif, profesional dan adil,” ujarnya.

Namun, Agung menilai proses hukum tidak cukup hanya dengan mengungkap pihak yang terlibat dalam bentrokan. Jika persoalan tersebut memang berkaitan dengan sengketa lahan, ia meminta aparat dan pihak terkait turut mengurai akar persoalannya.

“Jangan hanya berhenti pada siapa yang melakukan bentrokan. Akar persoalannya juga harus dibongkar. Kalau memang ada persoalan sengketa lahan, kita ingin tahu bagaimana sejarah dan status lahan tersebut, siapa yang memiliki dasar hukum, dan mengapa persoalan itu bisa berkembang sampai terjadi bentrokan dan menimbulkan korban jiwa,” tegasnya.

Kapolda Kepri Minta Warga Tetap Beraktivitas

Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafrudin mengimbau masyarakat Batam tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa.

Ia meminta masyarakat tidak mudah terpancing oleh informasi maupun situasi yang dapat memperkeruh kondisi keamanan setelah bentrokan di Setoko.

“Saya mengimbau kepada masyarakat Batam untuk tetap melakukan aktivitas normal seperti biasa. Jangan terprovokasi dan terpancing untuk ikut menambah suasana menjadi tidak kondusif,” tegas Asep.

Penanganan perkara tersebut kini menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Masyarakat diharapkan menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan kepolisian agar informasi mengenai penyebab serta pihak-pihak yang terlibat dapat diketahui berdasarkan fakta hukum.

Baca juga:Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan

Editor:Redaksi

Berita Terkait

24 Orang Positif Narkotika dalam Operasi Polda Kepri di Bukit Senyum Batam
Warga Binaan Jepang Berbagi Kisah, Lapas Cipinang Jadikan Pengalaman sebagai Ruang Belajar
DPRD Batam Bentuk Pansus Revisi Perda Ketertiban Umum, Sanksi Pelanggar Dikaji Ulang
Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara Batam, Li Claudia Turun Bagikan Masker
Kapolda Kepri Minta Pejabat Baru Perkuat Pelayanan Publik dan Keamanan
Lapas Batam Over Kapasitas Diisi Hampir 1.241 Warga Binaan, Lebih dari Dua Kali Kapasitas
Polisi Sita Ribuan Botol Minuman Beralkohol Tanpa Izin Edar di Bengkong
Kapolda Kepri Suhendri Lantik Tujuh Pejabat Utama, Ini Daftar Pergantiannya

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:21 WIB

24 Orang Positif Narkotika dalam Operasi Polda Kepri di Bukit Senyum Batam

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Warga Binaan Jepang Berbagi Kisah, Lapas Cipinang Jadikan Pengalaman sebagai Ruang Belajar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:03 WIB

DPRD Batam Bentuk Pansus Revisi Perda Ketertiban Umum, Sanksi Pelanggar Dikaji Ulang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara Batam, Li Claudia Turun Bagikan Masker

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Lapas Batam Over Kapasitas Diisi Hampir 1.241 Warga Binaan, Lebih dari Dua Kali Kapasitas

Berita Terbaru