Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu

Senin, 14 September 2026 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan pekerja PT Ghim Li gerudug DPRD Kota Batam, Jumat (11/9/2026). Foto:Rega/matapedia

Ratusan pekerja PT Ghim Li gerudug DPRD Kota Batam, Jumat (11/9/2026). Foto:Rega/matapedia

63 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM —Nasib 1.025 pekerja PT Ghim Li Indonesia berada di titik krusial setelah perusahaan garmen yang beroperasi di Kawasan Tunas Regency Industri, Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau, diduga akan menghentikan kegiatan usahanya.

Di tengah ketidakpastian itu, persoalan yang paling mendesak bukan hanya keberlanjutan operasional perusahaan, tetapi kepastian pembayaran gaji dan hak para pekerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepulauan Riau Dicky Wijaya menegaskan, apa pun alasan perusahaan menghentikan kegiatan usahanya, hak pekerja harus lebih dulu diselesaikan.

“Apapun substansinya, hak 1.025 pekerja harus diselesaikan dulu,” kata Dicky saat ditemui awak media, Senin (14/9/2026).

Baca juga:Produksi Terhenti, Gaji Belum Cair: Nasib Ribuan Pekerja PT Ghim Li di Ujung Ketidakpastian dan Geruduk DPRD Batam

Dicky mengatakan, pembayaran gaji pekerja untuk Agustus 2026 akan dituangkan dalam surat pernyataan. Setelah itu, pemerintah akan membawa persoalan ketenagakerjaan tersebut ke mekanisme tripartit.

Forum tersebut akan mempertemukan pekerja, manajemen lama, dan manajemen baru dengan fasilitasi Disnakertrans Kepri.

“Pembayaran gaji di bulan Agustus 2026 akan dibuat surat pernyataannya. Selanjutnya akan dilakukan tripartit antara manajemen yang lama dengan manajemen yang baru yang difasilitasi Disnakertrans Kepri,” ujarnya.

Dicky mengungkapkan, PT Ghim Li Indonesia kemungkinan besar akan menutup operasionalnya.

Namun, hingga kini Disnakertrans Kepri belum memperoleh penjelasan secara pasti dari manajemen lama mengenai alasan penghentian kegiatan perusahaan.

Ketidakpastian itu membuat pekerja memilih tetap berada di lokasi perusahaan.

Sejumlah pekerja bahkan mendirikan tenda dan berjaga di kawasan perusahaan.

Langkah tersebut mereka lakukan untuk mengantisipasi kemungkinan keluarnya aset perusahaan sebelum persoalan hak pekerja selesai.

“Kami terus berjaga di lokasi perusahaan ini sampai hak 1.025 pekerja dibayarkan oleh manajemen,” ujar para pekerja.

Situasi ini membuat penyelesaian gaji Agustus dan hak-hak pekerja menjadi perhatian utama.

Pemerintah pun mendorong agar persoalan antara pekerja dan perusahaan segera masuk ke meja perundingan melalui mekanisme tripartit.

Bagi 1.025 pekerja, kepastian mengenai hak mereka kini menjadi hal yang paling ditunggu di tengah dugaan berakhirnya operasional perusahaan.

Baca juga:MaxOne Batam Bidik Pasar Weekday, Tawarkan Staycation 24 Jam Mulai Rp718 Ribu

Editor:Zalfirega

 

 

 

 

Berita Terkait

Blackout Batam Jadi Ujian, Musrin: Jangan Terprovokasi Spekulasi
Polda Kepri Perkenalkan Slogan Baru Polri, Ajak Warga Aktif Jaga Keamanan
80 Persen Wilayah Batam Kembali Dialiri Air, BP Batam Siapkan 319 Trip Mobil Tangki
Ketua DPRD Kepri Imbau Warga Tak Terprovokasi Hoaks Blackout Batam
Telkom Rampungkan Penataan 24 Anak Usaha, Bidik Valuasi Rp550 Triliun pada 2030
Listrik Batam Pulih setelah Padam Seharian, PLN Pastikan Kompensasi Pelanggan
Air Mati, Listrik Padam, Internet Lelet, Derita Warga Batam di Tengah Kabut Asap
Arizal Anwar Resmi Jabat Ketua PN Batam, Tekankan Integritas Hakim dan Putusan Berbasis Fakta

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Blackout Batam Jadi Ujian, Musrin: Jangan Terprovokasi Spekulasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Polda Kepri Perkenalkan Slogan Baru Polri, Ajak Warga Aktif Jaga Keamanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:49 WIB

80 Persen Wilayah Batam Kembali Dialiri Air, BP Batam Siapkan 319 Trip Mobil Tangki

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Ketua DPRD Kepri Imbau Warga Tak Terprovokasi Hoaks Blackout Batam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Telkom Rampungkan Penataan 24 Anak Usaha, Bidik Valuasi Rp550 Triliun pada 2030

Berita Terbaru