Produksi Terhenti, Gaji Belum Cair: Nasib Ribuan Pekerja PT Ghim Li di Ujung Ketidakpastian dan Geruduk DPRD Batam

Jumat, 11 September 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan pekerja PT Ghim Li gerudug DPRD Kota Batam, Jumat (11/9/2026). Foto:Rega/matapedia

Ratusan pekerja PT Ghim Li gerudug DPRD Kota Batam, Jumat (11/9/2026). Foto:Rega/matapedia

62 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM — Sekitar 1.250 pekerja PT Ghim Li Indonesia kini menghadapi ketidakpastian setelah aktivitas produksi perusahaan disebut terhenti akibat persoalan finansial.

Di saat yang sama, gaji yang biasanya diterima setiap tanggal 7 belum juga dibayarkan hingga Jumat (11/9/2026).

Kondisi itu mendorong ratusan pekerja mendatangi dan bertahan di Gedung DPRD Kota Batam. Mereka meminta pemerintah turun tangan memastikan pembayaran upah sekaligus memberikan kepastian mengenai keberlangsungan pekerjaan mereka.

Sejak Jumat pagi, para pekerja menempati lobi DPRD Batam. Mereka berharap audiensi dengan Komisi IV DPRD Batam dapat menghasilkan jalan keluar atas persoalan yang kini mereka hadapi.

Namun, hingga Jumat siang, pertemuan tersebut belum menghasilkan keputusan yang memberikan kepastian kepada pekerja.

Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam, Yapet Ramon, mengatakan pihak pekerja belum menerima informasi resmi mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK).

Meski begitu, keterlambatan pembayaran upah menjadi persoalan yang paling mendesak bagi pekerja.

“Kami belum mendengar terkait dengan PHK. Namun, informasi yang kami dapat bahwa gaji pekerja atau buruh yang biasanya tanggal 7 setiap bulan, hingga tadi siang belum dibayarkan,” kata Yapet di lobi DPRD Batam, Jumat (11/9/2026).

Menurut dia, persoalan finansial yang dihadapi perusahaan harus segera mendapat perhatian pemerintah dan manajemen. Pekerja berharap perusahaan dapat kembali menjalankan produksi sehingga mereka tidak kehilangan mata pencaharian.

Yapet juga meminta perusahaan terbuka mengenai kondisi yang sedang dihadapi dan menyampaikannya kepada pemerintah melalui instansi terkait.

“Apabila ada masalah, kami meminta kepada pengusaha untuk terlebih dahulu menyelesaikan kewajibannya kepada para pekerja,” tegasnya.

Pekerja Soroti PKB

Persoalan pekerja PT Ghim Li Indonesia tidak hanya menyangkut gaji yang belum dibayarkan. Mereka juga mempertanyakan pelaksanaan sejumlah ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Salah seorang pekerja yang meminta identitasnya disebut dengan inisial E mengatakan ada ketentuan dalam PKB yang dinilai belum dijalankan perusahaan.

Baca juga:STANIA Gandeng Asahi Solder, Timah Indonesia Dibidik Naik Kelas ke Industri Elektronik

Pekerja juga mempersoalkan sikap manajemen yang disebut dua kali mengabaikan undangan perundingan bipartit dari PUK SPAI FSPMI.

“Perusahaan juga dianggap tidak memiliki itikad baik karena dua kali mengabaikan surat undangan bipartit yang disampaikan PUK SPAI FSPMI,” ujarnya.

Bagi pekerja, kondisi tersebut membuat persoalan semakin melebar. Mereka bukan hanya menunggu pembayaran upah, tetapi juga membutuhkan kejelasan mengenai status hubungan kerja dan pemenuhan hak yang sebelumnya telah disepakati melalui PKB.

Kekhawatiran pekerja semakin besar karena aktivitas produksi perusahaan disebut sudah berhenti. Jika kondisi itu berlanjut tanpa kepastian, mereka khawatir keberlangsungan pekerjaan sekitar 1.000 karyawan ikut terancam.

Kini, para pekerja menunggu langkah pemerintah dan manajemen PT Ghim Li Indonesia: kapan upah mereka dibayarkan, kapan produksi kembali berjalan, dan bagaimana kepastian pekerjaan mereka ke depan.

Baca juga:PKB Batam Dorong Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Ukhuwah Warga Nahdliyin

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara Batam, Li Claudia Turun Bagikan Masker
Kapolda Kepri Minta Pejabat Baru Perkuat Pelayanan Publik dan Keamanan
Lapas Batam Over Kapasitas Diisi Hampir 1.241 Warga Binaan, Lebih dari Dua Kali Kapasitas
Polisi Sita Ribuan Botol Minuman Beralkohol Tanpa Izin Edar di Bengkong
Kapolda Kepri Suhendri Lantik Tujuh Pejabat Utama, Ini Daftar Pergantiannya
Delapan Fraksi DPRD Batam Dukung Revisi Perda Ketertiban Umum
Cekcok Berujung Perkelahian Berdarah di PJB Sagulung, Polisi Benarkan Korban Dirawat
Pertamina Dampingi Warga Kampung Tua Terih Batam Olah Limbah Ikan Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara Batam, Li Claudia Turun Bagikan Masker

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Kapolda Kepri Minta Pejabat Baru Perkuat Pelayanan Publik dan Keamanan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Lapas Batam Over Kapasitas Diisi Hampir 1.241 Warga Binaan, Lebih dari Dua Kali Kapasitas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Polisi Sita Ribuan Botol Minuman Beralkohol Tanpa Izin Edar di Bengkong

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kapolda Kepri Suhendri Lantik Tujuh Pejabat Utama, Ini Daftar Pergantiannya

Berita Terbaru