MATAPEDIA6.com, BATAM — Persoalan lingkungan dan keterbatasan ketahanan pangan di Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau, coba dijawab PT PLN Batam melalui program pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan pengelolaan sampah dan budidaya ikan.
Program bertajuk SEHATI (Sinergi Lingkungan dan Ketahanan Pangan Inklusif) itu mendorong kelompok masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga mengembangkan kegiatan yang bisa menghasilkan manfaat ekonomi dan pangan bagi warga.
Dikutip dari Instagram resmi @PT PLN Batam, Sabtu (12/9/2026), program tersebut lahir dari tantangan pengelolaan lingkungan yang belum optimal, keterbatasan sarana ketahanan pangan, serta kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat di sekitar wilayah operasional PLTGU Tanjung Uncang.
Salah satu kegiatan utama SEHATI yakni mengembangkan budidaya ikan nila menggunakan sistem bioflok.
Baca juga:PLN Batam Jadwalkan Pemadaman Bergilir, Ini Wilayah yang Terdampak
Program ini telah menghasilkan dua kolam bioflok yang menjadi sarana kelompok masyarakat untuk mengembangkan sumber pangan sekaligus aktivitas produktif.
PLN Batam juga memperkuat Unit Bank Sampah Taburosi melalui penyediaan sarana dan peningkatan keterampilan masyarakat.
Pelatihan pengolahan sampah menjadi bagian dari upaya agar pengelolaan lingkungan tidak berhenti pada persoalan kebersihan, tetapi berkembang menjadi kegiatan yang memiliki nilai tambah.
Potensi hasil budidaya ikan pun ikut dikembangkan. Kelompok masyarakat mendapat dorongan untuk mengolah ikan nila menjadi produk bernilai tambah sehingga hasil budidaya tidak hanya dikonsumsi, tetapi berpeluang mendukung aktivitas ekonomi produktif.
Program tersebut sedikitnya menyasar 26 penerima manfaat utama yang terdiri atas anggota kelompok binaan serta 16 balita penerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Manfaat program juga menjangkau masyarakat sekitar secara tidak langsung.
Dari sisi dampak, SEHATI diarahkan untuk memperkuat tiga aspek sekaligus: ketahanan pangan, ekonomi produktif, dan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Pengembangan kolam bioflok memberi ruang bagi masyarakat untuk memproduksi pangan. Penguatan Bank Sampah Taburosi membuka peluang peningkatan keterampilan dalam mengelola sampah, sementara pengolahan ikan nila mendorong kelompok melihat hasil budidaya dari sisi nilai ekonomi.
Bagi PLN Batam, perjalanan SEHATI tidak berhenti pada pembangunan sarana. Program ini diarahkan menjadi proses pemberdayaan yang membuat masyarakat semakin mampu mengelola potensi di lingkungannya secara mandiri.
SEHATI pun menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem lokal yang mempertemukan kepedulian terhadap lingkungan dengan ketahanan pangan dan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar PLTGU Tanjung Uncang.
Baca juga:PLN Batam Resmikan Daycare dan Ruang Laktasi untuk Dukung Pegawai Perempuan
Editor:Zalfirega










