MATAPEDIA6.com, BATAM– Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, meminta jajaran Pemerintah Kota Batam dan BP Batam tidak bekerja dalam sekat masing-masing. Ia ingin dua entitas pemerintahan itu bergerak sebagai satu kekuatan untuk memastikan pembangunan Batam benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Amsakar saat memimpin apel gabungan Pemko Batam dan BP Batam. Ia menekankan pentingnya membangun “rasa Ber-Kita”, yakni cara pandang bahwa Pemko Batam dan BP Batam berada dalam satu rumah besar yang sama.
Menurut Amsakar, keberadaan dua institusi di Batam seharusnya menjadi kekuatan untuk mempercepat pembangunan, bukan alasan bagi aparatur untuk mempertahankan kepentingan sektoral.
“Jangan ada ego sektoral. Jangan merasa yang satu lebih hebat dan yang lain lebih rendah, atau sebaliknya. Kita harus melihat Batam sebagai rumah besar kita semua,” ungkap Amsakar dikutip dalam laman media center, Rabu (2/9/2026).
Ia menilai semangat kebersamaan tidak cukup berhenti pada tingkat pimpinan. Seluruh aparatur, hingga jajaran paling bawah, harus memiliki kepedulian yang sama ketika salah satu bagian pemerintahan menghadapi persoalan.
Baca juga:SMAN 17 Batam Gelar Maulid Nabi: Perkuat Pembinaan Karakter dan Budi Pekerti Siswa
Amsakar menggambarkan hubungan kedua institusi itu seperti satu tubuh. Ketika satu bagian mengalami masalah, bagian lain harus ikut merasakan dan mencari solusi.
“Kalau satu bagian sakit, bagian yang lain juga harus merasa sakit. Jangan ketika ada persoalan di satu bagian, yang lain justru bertepuk tangan. Rasa kita harus dibangun,” ujarnya.
Amsakar Minta Program Tak Berhenti di Atas Kertas
Selain mendorong sinergi, Amsakar meminta jajaran Pemko Batam dan BP Batam memperketat pengawasan terhadap program kerja yang berjalan menjelang penghujung tahun.
Ia meminta setiap organisasi perangkat daerah dan unit kerja turun langsung ke lapangan. Menurutnya, monitoring tidak boleh sekadar menjadi kegiatan administratif, tetapi harus memastikan program mencapai target.
“Lakukan monitoring ke lapangan, lakukan kontrol, lihat apa persoalannya. Jangan sampai di akhir tahun baru diketahui pencapaiannya ternyata hanya sekian persen,” katanya.
Amsakar juga meminta pekerjaan yang sudah masuk kontrak mendapat pengawalan serius. Ia tidak ingin pekerjaan yang sudah direncanakan justru tidak selesai karena lemahnya pengawasan atau koordinasi.
Baginya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan sekadar besarnya anggaran yang terserap. Pemerintah harus memastikan setiap program menghasilkan pekerjaan yang nyata dan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.
Kritik Publik Harus Dijawab dengan Informasi Utuh
Amsakar juga mengingatkan aparatur untuk menjaga integritas di tengah keterbukaan informasi publik. Setiap tindakan pemerintah kini mudah menjadi perhatian masyarakat sehingga perilaku aparatur ikut menentukan citra institusi.
Karena itu, ia meminta jajaran komunikasi Pemko Batam dan BP Batam memperkuat koordinasi dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Menurut Amsakar, informasi yang tidak utuh dapat memunculkan persepsi keliru. Pemerintah perlu memastikan masyarakat memperoleh penjelasan yang lengkap melalui kanal resmi.
Ia mengakui kritik tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol terhadap pemerintah. Namun, kritik harus berangkat dari informasi yang benar dan berimbang.
“Kritik itu penting supaya ada informasi yang berimbang. Tetapi kalau berbicara tidak benar, itu yang menyakitkan,” ujarnya.
Amsakar kemudian mendorong jajaran terkait untuk duduk bersama ketika muncul persoalan komunikasi publik. Dengan begitu, pemerintah dapat menyampaikan informasi secara lebih utuh dan mencegah masyarakat hanya menerima potongan informasi.
Di akhir arahannya, Amsakar kembali menekankan bahwa semangat ‘Ber-Kita” tidak boleh berhenti sebagai slogan.
Ia ingin kebersamaan itu terlihat dalam cara aparatur bekerja, mengawasi program, menyelesaikan persoalan, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Cara kita membalas kepercayaan itu adalah dengan bekerja optimal dan mempersembahkan kerja keras,” pungkasnya.
Baca juga:SMAN 17 Batam Gelar Maulid Nabi: Perkuat Pembinaan Karakter dan Budi Pekerti Siswa
Editor:Zalfirega











