Waduk Nongsa Susut, BP Batam Atur Produksi Air dan Siapkan Pasokan Alternatif

Selasa, 22 September 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BP Batam Amsakar Achmad. Foto:Humas BP Batam

Kepala BP Batam Amsakar Achmad. Foto:Humas BP Batam

61 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM — Penurunan tinggi muka air Waduk Nongsa hingga 5,96 meter mendorong Badan Pengusahaan (BP) Batam mengatur pengambilan air baku untuk menjaga cadangan air bersih di tengah fenomena El Nino dan minimnya curah hujan.

BP Batam bersama PT Air Batam Hulu (ABH) juga memperkuat suplai ke wilayah Nongsa. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kontinuitas pelayanan air bersih bagi masyarakat yang terdampak penurunan pasokan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pihaknya memantau kondisi seluruh waduk setiap hari. Ia juga telah menginstruksikan tim untuk turun langsung ke kawasan Waduk Nongsa guna menindaklanjuti keresahan warga.

“Kami terus memantau kondisi waduk setiap hari. Pengaturan produksi juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar cadangan air baku dapat bertahan lebih lama, terutama selama kondisi cuaca masih minim hujan. Pada prinsipnya, kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama kami,” ujar Amsakar, Senin (21/9/2026).

Sebagai langkah sementara, BP Batam dan PT ABH menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki, terutama ke wilayah yang belum menerima aliran secara maksimal.

BP Batam juga mengoperasikan sistem pendukung untuk memperkuat suplai ke Nongsa. Dengan pengoperasian sistem tersebut, aliran air kepada masyarakat diharapkan berangsur kembali optimal.

Pasokan air Batam masih di atas kebutuhan rata-rata

Meski Waduk Nongsa mengalami penurunan muka air, Amsakar menyebut produksi air bersih Batam secara keseluruhan masih berada di atas kebutuhan rata-rata masyarakat.

Dengan tingkat kehilangan air sekitar 16 persen, volume air efektif yang masuk ke sistem distribusi mencapai sekitar 3.780 liter per detik (Lps). Sementara itu, kebutuhan rata-rata masyarakat berada di kisaran 3.700 Lps.

Artinya, sistem distribusi saat ini masih memiliki margin sekitar 80 Lps di atas kebutuhan rata-rata.

Namun, BP Batam tetap memberi perhatian khusus terhadap wilayah yang mengandalkan waduk dengan kondisi tampungan yang terus dipantau, terutama Nongsa dan Sei Harapan.

“Penurunan tampungan air baku memang terjadi seiring rendahnya intensitas hujan. Kondisi tersebut akan terus kami evaluasi dan sejumlah skenario antisipasi juga telah disiapkan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu,” kata Amsakar.

Baca juga:Amaris Hotel Rayakan HUT ke-19, Tawarkan Liburan Gratis untuk 4 Orang dan Smartphone lewat Kompetisi Reels

BP Batam siapkan modifikasi cuaca hingga IPA baru

Untuk mengantisipasi kemungkinan berlanjutnya cuaca minim hujan, BP Batam menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari upaya meningkatkan potensi hujan hingga menambah kapasitas pengolahan air.

Salah satunya melalui koordinasi tambahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan potensi hujan di kawasan tangkapan air.

BP Batam juga menyiapkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 Lps di Sei Ladi. Fasilitas ini ditujukan untuk menambah daya dorong dan menjaga kontinuitas pasokan air.

Selain itu, BP Batam mengkaji pemanfaatan sejumlah embung sebagai sumber air alternatif. Opsi yang dipertimbangkan mencakup pemompaan air dari embung untuk membantu mengisi waduk terdekat atau pembangunan fasilitas pengolahan air baru di sekitar embung agar airnya dapat masuk ke sistem distribusi.

Pengaturan suplai secara bergilir juga masuk dalam skenario yang dikaji. Namun, BP Batam akan mempertimbangkan kondisi jaringan perpipaan serta dampaknya terhadap masyarakat sebelum menerapkan langkah tersebut.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan pihaknya menyiapkan berbagai opsi agar pelayanan air bersih tetap berjalan di tengah ketidakpastian kondisi cuaca.

“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, berbagai skenario sudah kami siapkan dan terus kami evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi waduk di lapangan. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujar Denny.

Bidik sumber air alternatif untuk kebutuhan Batam pada 2045

Di luar penanganan kondisi saat ini, BP Batam mengembangkan konsep Batam Integrated Total Water Management untuk memperkuat ketahanan air jangka panjang dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional.

Pengembangan tersebut mencakup pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), air daur ulang, embung, serta stormwater atau air limpasan hujan.

Dalam proyeksi ketersediaan sumber air jangka panjang, BP Batam menargetkan kontribusi SWRO sebesar 2.500 Lps, air daur ulang 500 Lps, serta embung dan stormwater sebesar 500 Lps.

BP Batam juga mengkaji pengembangan waduk laut dan pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar Batam dengan total rencana kapasitas mencapai 3.000 Lps.

Berbagai opsi tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan air Batam yang diproyeksikan mencapai 7.149 Lps pada 2045. Pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri, pusat data, dan aktivitas ekonomi lainnya menjadi faktor pendorong peningkatan kebutuhan tersebut.

“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, BP Batam tidak hanya fokus pada kondisi hari ini, tetapi juga menyiapkan sumber air baru untuk di masa mendatang,” tutup Denny.

Baca juga:DPRD Dukung Kerja Sama Tanah Datar-Batam, Pasokan Pangan Jadi Fokus

Editor:Redaksi

 

Berita Terkait

BP Batam Uji Sistem Subdrain di 18 Titik CBD Batam Center untuk Percepat Aliran Air
Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun, BP Batam Bidik Wajah Baru Kawasan Jadi Daya Tarik Kota
Video:Hang Nadim Tak Lagi Sekadar Pintu Masuk Batam, BP Batam Dorong Jadi Hub Penerbangan dan Investasi Kelas Dunia
Video: PLN Batam Kembangkan Budidaya Ikan Nila dan Bank Sampah untuk Warga Tanjung Uncang
Jalan Tengku Sulung Batam Ditutup Mulai 10 September, Ini Rute Alternatifnya
PAD Batam Capai Rp2,58 Triliun, Rp2,09 Triliun Berasal dari Pajak
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, BP Batam Bidik Manufaktur hingga Data Center
Ribuan Warga Padati Belakang Padang Bershalawat, Amsakar: Ajak Teladani Akhlak Rasulullah

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 10:17 WIB

Waduk Nongsa Susut, BP Batam Atur Produksi Air dan Siapkan Pasokan Alternatif

Rabu, 16 September 2026 - 10:53 WIB

BP Batam Uji Sistem Subdrain di 18 Titik CBD Batam Center untuk Percepat Aliran Air

Selasa, 15 September 2026 - 18:01 WIB

Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun, BP Batam Bidik Wajah Baru Kawasan Jadi Daya Tarik Kota

Minggu, 13 September 2026 - 13:38 WIB

Video:Hang Nadim Tak Lagi Sekadar Pintu Masuk Batam, BP Batam Dorong Jadi Hub Penerbangan dan Investasi Kelas Dunia

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

Video: PLN Batam Kembangkan Budidaya Ikan Nila dan Bank Sampah untuk Warga Tanjung Uncang

Berita Terbaru