OJK Catat IHSG Terkoreksi 41,52 Persen, Kredit Investasi Tumbuh 23,20 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Oktober 2026, yang rilis persnya dikeluarkan pada awal November 2026. Foto:OJK Kepri

Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Oktober 2026, yang rilis persnya dikeluarkan pada awal November 2026. Foto:OJK Kepri

69 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, JAKARTA— Pasar keuangan Indonesia menghadapi tekanan besar sepanjang Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 16,70 persen dalam sebulan dan mencatat penurunan 41,52 persen sejak awal tahun.

Namun, di tengah gejolak pasar modal, penyaluran kredit perbankan masih tumbuh dua digit dan aktivitas penghimpunan dana korporasi tetap berjalan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional masih terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Hal itu diungkapkan melalui Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Oktober 2026, yang rilis persnya dikeluarkan pada awal November 2026.

Konflik geopolitik, kenaikan harga energi, tekanan inflasi, serta ekspektasi suku bunga global yang bertahan tinggi hingga 2027 menjadi sejumlah tantangan bagi industri keuangan.

Data OJK menunjukkan, IHSG ditutup pada level 5.057,05 pada akhir Oktober 2026. Tekanan juga terlihat dari arus modal asing yang mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp16,88 triliun, meningkat dibandingkan September 2026 sebesar Rp10,24 triliun.

Kondisi tersebut turut memengaruhi pasar obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) terkoreksi 1,75 persen secara bulanan dan 2,15 persen sejak awal tahun.

Sementara itu, rata-rata imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) meningkat 39,35 basis poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski pasar saham mengalami tekanan, aktivitas penghimpunan dana korporasi melalui pasar modal masih menunjukkan perkembangan positif.

Hingga akhir Oktober 2026, nilai penawaran umum mencapai Rp209,77 triliun. Penghimpunan tersebut berasal dari tujuh penawaran umum perdana saham (IPO), 20 penawaran umum terbatas, 11 penawaran umum efek bersifat utang dan sukuk, serta 141 penawaran umum berkelanjutan.

Selain itu, terdapat 26 rencana penawaran umum dalam pipeline dengan nilai indikatif Rp24,46 triliun.

Dari sisi investor, pasar modal juga mencatat pertumbuhan signifikan. Jumlah investor bertambah 1,38 juta sepanjang Oktober 2026. Secara kumulatif sejak awal tahun, jumlah investor meningkat 64,75 persen menjadi 33,55 juta.

Rata-rata nilai transaksi harian saham mencapai Rp16,31 triliun pada Oktober 2026, meningkat dibandingkan September yang sebesar Rp14,94 triliun.

Ketahanan sektor perbankan menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi nasional. OJK mencatat penyaluran kredit perbankan mencapai Rp9.245 triliun pada September 2026, tumbuh 13,26 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 23,20 persen. Sementara kredit modal kerja tumbuh 11,89 persen dan kredit konsumsi meningkat 4,86 persen.

Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh 21,31 persen. Adapun pembiayaan kepada sektor UMKM meningkat 2,68 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Agustus 2026 sebesar 2,32 persen.

Namun, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mulai melambat. Hingga September 2026, DPK perbankan mencapai Rp10.492 triliun atau tumbuh 8,22 persen secara tahunan, turun dibandingkan pertumbuhan Agustus sebesar 10,94 persen.

Dari sisi kualitas aset, kondisi perbankan masih terkendali. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross tercatat 2,07 persen, sedangkan NPL net sebesar 0,82 persen.

Permodalan perbankan juga tetap kuat dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 24,30 persen.

Industri Pembiayaan dan Investasi Tetap Bergerak

Aktivitas industri pembiayaan turut menunjukkan pertumbuhan. Piutang perusahaan pembiayaan mencapai Rp518,34 triliun pada September 2026, meningkat 2,21 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut terutama didorong pembiayaan modal kerja yang naik 3,89 persen.

Di sektor asuransi, total aset industri mencapai Rp1.192,84 triliun atau tumbuh 0,98 persen secara tahunan. Pendapatan premi asuransi komersial tercatat Rp252,80 triliun, meningkat 2,61 persen.

Sementara itu, aset industri dana pensiun mencapai Rp1.721,91 triliun atau tumbuh 6,11 persen secara tahunan.

OJK juga mencatat perkembangan produk investasi baru. Hingga 30 Oktober 2026, tujuh produk ETF Emas telah diterbitkan oleh tujuh manajer investasi dengan total dana kelolaan Rp110,26 miliar.

Di tengah perkembangan tersebut, OJK menegaskan pengawasan pasar keuangan dan perlindungan investor tetap menjadi prioritas.

Sepanjang 2026, regulator telah menjatuhkan sanksi administratif berupa denda Rp2,23 triliun kepada 169 pihak dalam penanganan kasus di bidang pasar modal.

OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan perlu terus dijaga agar fungsi intermediasi, pembiayaan korporasi, dan aktivitas investasi tetap berjalan di tengah tekanan ekonomi global.

Baca juga:OJK Sanksi Tiga Kasus Pelanggaran Pasar Modal, Manipulasi Saham PANR Raup Keuntungan Ilegal Rp5 Miliar

Editor:Zalfirega

 

Berita Terkait

Urus Praktik Mahasiswa hingga Penelitian, RSUD Embung Fatimah Kembangkan Layanan Digital
32,7 Juta Investor Jadi Modal Pasar Modal Indonesia, BEI Genjot Edukasi
Kapolda Kepri Serap Aspirasi Warga Nagoya, Masalah Ruli hingga Keamanan Lingkungan Dibahas
Investasi Rp600 Miliar, Citramas Bangun SWRO untuk Amankan Pasokan Air Data Centre di Batam
Tagihan Listrik November Dipertanyakan Usai Gangguan, PLN Batam Jelaskan Perhitungan dan Kompensasi
Polresta Barelang Lakukan Rotasi Besar, Sejumlah Kapolsek dan Pejabat Utama Berganti
OJK Sanksi Tiga Kasus Pelanggaran Pasar Modal, Manipulasi Saham PANR Raup Keuntungan Ilegal Rp5 Miliar
Tiga Jabatan Strategis Polda Kepri Berganti, Ini Daftar Pejabat yang Dimutasi

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:25 WIB

Urus Praktik Mahasiswa hingga Penelitian, RSUD Embung Fatimah Kembangkan Layanan Digital

Jumat, 6 November 2026 - 13:07 WIB

OJK Catat IHSG Terkoreksi 41,52 Persen, Kredit Investasi Tumbuh 23,20 Persen

Kamis, 5 November 2026 - 17:45 WIB

32,7 Juta Investor Jadi Modal Pasar Modal Indonesia, BEI Genjot Edukasi

Kamis, 5 November 2026 - 14:56 WIB

Kapolda Kepri Serap Aspirasi Warga Nagoya, Masalah Ruli hingga Keamanan Lingkungan Dibahas

Kamis, 5 November 2026 - 10:57 WIB

Investasi Rp600 Miliar, Citramas Bangun SWRO untuk Amankan Pasokan Air Data Centre di Batam

Berita Terbaru