MATAPEDIA6.com, ACEH — Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut meresmikan SPBU Nelayan 18.237.014 milik Koperasi KNTI Aceh Selatan di Desa Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Langkah ini memperkuat distribusi energi hingga wilayah pesisir sekaligus mempermudah nelayan mendapatkan bahan bakar.
Peresmian dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Ferry Joko Juliantono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi sekaligus Komisaris Pertamina Patra Niaga Panel Barus, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta Bupati Aceh Selatan Mirwan MS. Dari Pertamina, hadir Executive General Manager Regional Sumbagut Sunardi bersama jajaran manajemen.
SPBU Nelayan ini menjadi bagian dari program BBM Satu Harga yang memastikan nelayan memperoleh bahan bakar dengan harga setara dan terjangkau. Kehadiran fasilitas ini langsung menyasar efisiensi biaya operasional sekaligus mendorong produktivitas sektor perikanan.
Menteri Koperasi dan UKM Ferry Joko Juliantono menilai kehadiran SPBU Nelayan berbasis koperasi mampu menggerakkan ekonomi pesisir. Ia menegaskan program ini akan terintegrasi dengan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan.
Baca juga:Satgas PASTI Hentikan 953 Entitas Pinjol dan Investasi Ilegal, Ratusan Miliar Dana Diselamatkan
Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menegaskan peresmian SPBU ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan energi yang inklusif dan berkeadilan. Ia menilai distribusi energi yang andal akan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
Executive General Manager Regional Sumbagut, Sunardi, menyebut kehadiran SPBU ini memangkas jarak tempuh nelayan untuk mendapatkan BBM. Sebelumnya, nelayan harus menempuh jarak sekitar 4,4 hingga 6,4 kilometer ke SPBU terdekat. Kini, akses menjadi lebih dekat sehingga aktivitas melaut lebih efisien.
SPBU Nelayan 18.237.014 menyalurkan Biosolar sesuai ketentuan BPH Migas. Pengelola menerapkan sistem distribusi berbasis aplikasi XStar dengan rekomendasi dari dinas terkait agar penyaluran tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Pertamina juga melibatkan Koperasi KNTI Aceh Selatan sebagai pengelola untuk memperkuat ekonomi berbasis koperasi. Skema ini diharapkan menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi lokal di kawasan pesisir.
Pertamina Patra Niaga menegaskan akan terus memperluas layanan energi ke wilayah terpencil guna menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.
Baca juga:Kadin Nilai HPM Pasir Kuarsa Kepri Terlalu Tinggi dan Tidak Rasional
Editor:Miezon

















