Ribuan Warga Pulau Kasu Geruduk Kantor LIRA Kepri, Tuntut Yusril Koto Klarifikasi Pernyataan soal Proyek Siluman dan Minta Maaf

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan warga Pulau Kasu, Kecamatan Belakang Padang, bersama masyarakat Tanjung Riau mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LIRA Kepri di kawasan Ruko Batam Centre, Senin (15/6/2026). Foto:Rega/matapedia

Ribuan warga Pulau Kasu, Kecamatan Belakang Padang, bersama masyarakat Tanjung Riau mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LIRA Kepri di kawasan Ruko Batam Centre, Senin (15/6/2026). Foto:Rega/matapedia

71 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM– Gelombang protes terhadap pernyataan Gubernur LIRA Kepulauan Riau, Yusril Koto, terus meluas. Ribuan warga Pulau Kasu, Kecamatan Belakang Padang, bersama masyarakat Tanjung Riau mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LIRA Kepri di kawasan Ruko Batam Centre, Senin (15/6/2026).

Aksi itu dipicu pernyataan Yusril Koto yang menyebut adanya dugaan “proyek siluman” di Pulau Kasu. Ucapan tersebut dinilai telah menyudutkan masyarakat pulau dan mencoreng nama baik warga hinterland Kota Batam.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka meminta aparat kepolisian mengusut dugaan pelanggaran hukum terkait pernyataan yang beredar melalui media sosial dan dianggap merugikan masyarakat Pulau Kasu.

“Kami meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kami juga meminta Yusril Koto menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Pulau Kasu dan Kota Batam melalui media sosial maupun media massa,” kata salah seorang orator.

Tak hanya itu, massa juga mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LIRA mencopot Yusril Koto dari jabatannya sebagai Gubernur LIRA Kepri. Warga menilai pernyataan tersebut telah menimbulkan kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat.

Bahkan, dalam orasinya, sejumlah warga meminta Yusril Koto tidak lagi mengadu domba masyarakat dan mendesak agar yang bersangkutan meninggalkan Kota Batam.

Baca juga:Ustaz Abdil Muhadir dan Veve Zulfikar Bakal Meriahkan Tablig Akbar di Batam, Amsakar Ajak Warga Pererat Silaturahmi

Suasana aksi sempat memanas lantaran tidak ada satu pun perwakilan LIRA Kepri yang menemui massa. Kekecewaan warga pun tak terbendung karena mereka datang untuk meminta penjelasan secara langsung.

“Kami bukan warga siluman. Kami anak pulau. Kami tidak pernah mengganggu siapa pun, kenapa kami yang diganggu?” teriak seorang orator yang langsung disambut sorakan peserta aksi.

Massa juga menegaskan akan melaporkan persoalan tersebut ke Polresta Barelang sebagai bentuk keberatan atas pernyataan yang dinilai merugikan nama baik masyarakat Pulau Kasu.

Warga Pulau Kasu, Jaya Laksana, menegaskan masyarakat pulau tidak bisa menerima tudingan yang dinilai tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan stigma negatif terhadap warga hinterland.

“Kami masyarakat Pulau Kasu merasa tersinggung dengan pernyataan itu. Jangan asal menyebut dan menuding tanpa data yang jelas. Kami hanya ingin nama baik masyarakat pulau dipulihkan dan persoalan ini diselesaikan secara terbuka,” ujar Jaya.

Meski berlangsung dengan tensi tinggi hingga pencopotan spanduk Yusril di kantor dan juga dilempar batu ke kantor namun aksi tetap berjalan kondusif di bawah pengamanan aparat kepolisian.

Sejumlah personel tampak bersiaga di depan kantor LIRA Kepri untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Massa menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada klarifikasi dan permintaan maaf dari pihak yang mereka nilai telah mencemarkan nama baik masyarakat Pulau Kasu.

Baca juga:Rudi-Arlon Kawal Aspirasi Warga, Jalan Row 30 Marina Green Akhirnya Rampung Setelah 15 Tahun

Editor:Zalfirega 

 

 

 

Berita Terkait

Yusril Koto Buka Suara soal Demo di Kantor LIRA
Penataan UMKM Mega Legenda: BP Batam Beri Tenggat Hingga Akhir Tahun
Soroti Aksi Perusakan di Terowongan Pelita, DPRD Batam Ajak Warga Jaga Aset Publik
Ustaz Abdil Muhadir dan Veve Zulfikar Bakal Meriahkan Tablig Akbar di Batam, Amsakar Ajak Warga Pererat Silaturahmi
Rudi-Arlon Kawal Aspirasi Warga, Jalan Row 30 Marina Green Akhirnya Rampung Setelah 15 Tahun
Besi Penutup Drainase Terowongan Pelita Raib, BP Batam Ajak Warga Ikut Mengawasi
BP Batam Gandeng Koarmada I Bahas AI untuk Perkuat Keamanan Pelabuhan Batam
Kuasa Hukum Dju Seng Soroti Keterangan Ahli dalam Sidang di PN Batam Dugaan Perusakan Mangrove 

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:50 WIB

Yusril Koto Buka Suara soal Demo di Kantor LIRA

Senin, 15 Juni 2026 - 14:45 WIB

Penataan UMKM Mega Legenda: BP Batam Beri Tenggat Hingga Akhir Tahun

Senin, 15 Juni 2026 - 13:32 WIB

Soroti Aksi Perusakan di Terowongan Pelita, DPRD Batam Ajak Warga Jaga Aset Publik

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WIB

Ribuan Warga Pulau Kasu Geruduk Kantor LIRA Kepri, Tuntut Yusril Koto Klarifikasi Pernyataan soal Proyek Siluman dan Minta Maaf

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:57 WIB

Ustaz Abdil Muhadir dan Veve Zulfikar Bakal Meriahkan Tablig Akbar di Batam, Amsakar Ajak Warga Pererat Silaturahmi

Berita Terbaru

Ribuan warga Pulau Kasu, Kecamatan Belakang Padang, bersama masyarakat Tanjung Riau mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LIRA Kepri di kawasan Ruko Batam Centre, Senin (15/6/2026). Foto:Rega/matapedia

News

Yusril Koto Buka Suara soal Demo di Kantor LIRA

Senin, 15 Jun 2026 - 15:50 WIB