MATAPEDIA6.com, BATAM – Ribuan warga tumpah ruah di Komplek Bumi Indah, Lubukbaja, Senin (16/2/2026) malam. Mereka merayakan malam pergantian Tahun Baru Imlek 2577/2026 dalam kemeriahan yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).
Sejak pintu masuk, nuansa Imlek langsung terasa kuat. Lampion merah berderet menerangi kawasan, panggung utama berdiri megah dengan ornamen khas Tionghoa, sementara tabuhan tambur barongsai memecah malam. Atraksi seni budaya tampil bergantian dan menyedot perhatian warga yang memadati lokasi.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Keduanya menyapa warga dan berbaur di tengah perayaan. Kehadiran mereka menegaskan dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya dan penguatan harmoni di Batam.
Baca juga:Hilal Tertutup Awan di Batam, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Kamis 19 Februari 2026
Amsakar mengajak warga memaknai pergantian tahun sebagai momentum refleksi dan pembenahan diri. Ia menegaskan Imlek bukan sekadar perayaan, tetapi titik tolak memperkuat kontribusi bagi daerah.
“Pergantian tahun ini menjadi ajang kontemplasi, evaluasi, sekaligus kesempatan untuk melihat kembali apa yang telah, sedang, dan akan kita lakukan ke depan,” ujarnya.
Ia menekankan, Batam berdiri di atas keberagaman yang harus dijaga bersama. Menurutnya, heterogenitas masyarakat menjadi kekuatan strategis bila dikelola dengan baik.
“Keberagaman di Batam adalah kekuatan. Jika diaransemen dengan baik, akan menghasilkan harmoni yang indah. Itulah yang harus kita jaga bersama,” katanya.
Amsakar juga menyoroti tingginya tingkat toleransi dan moderasi beragama di Batam. Ia menilai capaian itu lahir dari komitmen kolektif seluruh elemen masyarakat yang terus merawat persatuan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, turut menegaskan posisi Batam sebagai kota multikultural. Ia menyebut Batam sebagai miniatur Indonesia, tempat berbagai identitas hidup berdampingan secara damai dan produktif.
“Batam adalah miniatur Indonesia. Di sini kita melihat bagaimana keberagaman dapat hidup berdampingan secara damai dan produktif,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan Imlek sebagai momentum memperkuat persatuan bangsa. Dengan semangat Harmoni Imlek Nusantara, ia mendorong pembangunan infrastruktur berjalan seiring dengan penguatan karakter kebangsaan yang menjunjung toleransi dan persaudaraan.
Sepanjang acara, warga dari berbagai latar belakang tampak larut dalam suasana hangat. Mereka saling bersalaman, bertukar ucapan selamat, dan menikmati ragam pertunjukan budaya.
Tepat saat pergantian tahun, langit Nagoya berkilau oleh pesta kembang api. Dentumannya menggema, sorak-sorai warga membahana. Malam itu, Batam tak hanya merayakan tahun baru, tetapi juga meneguhkan diri sebagai kota yang merawat harmoni dalam keberagaman.
Baca juga:Menko AHY Turun ke Batam, Imlek 2577 Jadi Panggung Harmoni Keberagaman
Editor:Miezon


















