DPRD Batam Bedah Insiden Tugboat Terbalik di Tanjung Uncang, Soroti Izin Kapal hingga K3

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua I DPRD Batam Aweng Kurniawan dan Wakil Ketua III Yunus dalam RDPU kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL, Kamis (12/3/2026). Foto:Zalfirega/matapedia

Wakil Ketua I DPRD Batam Aweng Kurniawan dan Wakil Ketua III Yunus dalam RDPU kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL, Kamis (12/3/2026). Foto:Zalfirega/matapedia

74 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM — DPRD Kota Batam menyoroti keras insiden tenggelamnya kapal tugboat di perairan galangan kapal PT ASL Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau beberapa hari lalu.

Dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) di Kantor DPRD Batam, Kamis (12/3/2026), para anggota dewan membedah penyebab kecelakaan sekaligus menuntut kejelasan izin kapal dan penerapan keselamatan kerja.

Wakil Ketua I DPRD Batam Aweng Kurniawan langsung mempertanyakan aspek keselamatan kerja hingga kelayakan kapal yang terlibat dalam insiden tersebut. Ia meminta penjelasan rinci terkait izin berlayar dan kondisi kapal saat beroperasi.

“Apakah kapal itu memiliki surat izin berlayar dan benar-benar layak jalan. Apakah sudah berkoordinasi dengan KSOP,” tegas Aweng dalam rapat.

Ia menilai kecelakaan kerja di kawasan galangan kapal itu bukan pertama kali terjadi. Karena itu, DPRD menilai penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di kawasan industri tersebut perlu diawasi lebih ketat.

Menurutnya, jika kecelakaan dipicu cuaca, perusahaan seharusnya mampu membaca kondisi lebih awal dan mengambil langkah pencegahan.

“Kalau memang karena cuaca, itu bisa diprediksi. Jangan sampai setiap kejadian dianggap selesai begitu saja,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, DPRD Batam menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada perusahaan. DPRD meminta manajemen membuka secara transparan kronologi tenggelamnya kapal agar publik mengetahui bagaimana peristiwa itu terjadi.

Selain itu, DPRD menuntut kepastian tanggung jawab perusahaan terhadap para korban, baik yang meninggal dunia maupun yang masih menjalani perawatan.

Perusahaan juga diminta memberikan kompensasi layak kepada keluarga korban meninggal dunia serta kru yang mengalami luka.

DPRD turut mendorong perusahaan mengevaluasi sistem keselamatan kerja dan lingkungan (K3LH) agar insiden serupa tidak terulang.

“Kami berharap pertemuan ini melahirkan solusi yang adil dan memberi kepastian bagi para korban serta keluarga mereka,” kata Aweng.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepulauan Riau Diky Wijaya menyebut insiden tersebut menjadi pengingat bagi seluruh perusahaan untuk memperkuat sistem keselamatan kerja.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan perusahaan menanggung seluruh biaya pemakaman hingga pemulihan keluarga korban.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada para korban kecelakaan ini,” ujarnya.

Meski demikian, berdasarkan hasil sementara, kecelakaan diduga dipicu faktor alam.

“Untuk kejadian kali ini murni karena faktor alam,” katanya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam Arlon Versito turut mempertanyakan aspek perizinan kapal yang digunakan dalam operasi tersebut.

“Saya ingin tahu apakah kapal itu memiliki izin lengkap, termasuk surat izin pelayaran,” kata Arlon.

Di sisi lain, manajemen PT Pradana Samudra Lines memastikan bertanggung jawab penuh terhadap kru yang menjadi korban dalam insiden tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang.

Manajer Agensi perusahaan, Moh. Fatur Akbar, menyatakan pihaknya menanggung santunan, asuransi, serta seluruh biaya pemakaman korban.

“Kami memberikan santunan kepada korban, mengeluarkan asuransi, serta menanggung biaya pemakaman baik di dalam maupun luar kota hingga selesai,” kata Fatur.

Ia menjelaskan saat kejadian terdapat lima kru di dalam tugboat yang sedang membantu mendorong kapal lain. Para kru berada di bawah manajemen PT Pradana Samudra Lines sebagai penyedia awak kapal.

“Kami mengelola kru. Mereka memiliki kontrak kerja langsung dengan perusahaan kami dan kami menyediakan awak untuk kapal yang digunakan perusahaan lain,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan kru yang selamat, arus laut saat kejadian cukup kuat hingga kapal terdorong ombak dan akhirnya terbalik. Sebagian kru saat itu berada di luar kapal untuk memperbaiki tali, sementara lainnya berada di dalam kapal.

“Arus laut sangat kuat sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri. Namun kru bekerja sesuai prosedur operasi standar,” katanya.

Sebelumnya, kapal tugboat dilaporkan terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang pada Jumat (6/3) sekitar pukul 14.30 WIB saat menarik kapal kargo Kyparissia.

Dari lima kru di atas kapal, tiga orang ditemukan meninggal dunia, satu selamat, dan satu lainnya masih dalam pencarian.

Korban meninggal dunia yakni Abdul Rahman (kapten kapal), Guntur Pardede (chief), dan Jhonson Bertuahman Damanik (kepala kamar mesin).

Korban selamat bernama M. Habib Ansyari, sementara satu kru yang masih dicari adalah Yusuf Tankin yang bertugas sebagai second engineer.

Setelah terjebak selama 38 jam di dalam tugboat yang terbalik, Yusuf Tankin akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim penyelamat, Minggu (8/3/2026) pagi.

Yusuf sebelumnya terperangkap di dalam tugboat Mega yang terbalik pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 14.30WIB saat memandu kapal Cargo kypressi di PT ASL Shipyard Tanjunguncang.

Baca juga:Pemuda 19 Tahun di Sekupang Ditangkap Polisi Usai Curi Motor Warga

Editor:Zalfirega 

Berita Terkait

Urai Kemacetan di Fly Over Sei Ladi, BP Batam Gelontorkan Rp137 Miliar untuk Pelebaran Jalan
Stok LPG 3 Kg Aman Hingga Idulfitri, Disperindag Batam Minta Warga Tidak Panik Buying
DLH Batam Kebut Pembersihan Tumpukan Sampah di Rumah Pompa Pintu Air Jodoh
Jaringan Indosat Stabil di Aceh, Surau Berdaya Jadi Bukti Kehadiran Nyata
Mendagri Rakor Bahas Inflasi Jelang Idulfitri di Kepri, Amsakar Siap Tindaklanjuti Arahan Pusat
Mudik Lebaran Tenang, BPJS Kesehatan Siagakan Layanan JKN di Batam–Karimun
Perusahaan Tanggung Seluruh Biaya Korban Tugboat Terbalik di Perairan Tanjung Uncang
Tugboat Terbalik di Shipyard ASL Batam, Tiga ABK Tewas dan Satu Masih Hilang

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:32 WIB

DPRD Batam Bedah Insiden Tugboat Terbalik di Tanjung Uncang, Soroti Izin Kapal hingga K3

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:52 WIB

Urai Kemacetan di Fly Over Sei Ladi, BP Batam Gelontorkan Rp137 Miliar untuk Pelebaran Jalan

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:30 WIB

Stok LPG 3 Kg Aman Hingga Idulfitri, Disperindag Batam Minta Warga Tidak Panik Buying

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:56 WIB

DLH Batam Kebut Pembersihan Tumpukan Sampah di Rumah Pompa Pintu Air Jodoh

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:26 WIB

Jaringan Indosat Stabil di Aceh, Surau Berdaya Jadi Bukti Kehadiran Nyata

Berita Terbaru

Kapolresta Barelang pimpin ungkap kasus pencurian motor di wilayah hukum Polsek Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepri, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Wicaksana Laghawa Lantai 3 Polresta Barelang, Rabu (11/03/2026). Matapedia6.com/Dok Polresta Barelang

Hukum Kriminal

Pemuda 19 Tahun di Sekupang Ditangkap Polisi Usai Curi Motor Warga

Kamis, 12 Mar 2026 - 10:44 WIB