KN Tanjung Datu-301 Selamatkan Kapal Mongolia Hanyut di Perairan Tanjung Berakit

Selasa, 10 Desember 2024 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal Negara (KN) Tanjung Datu-301 saat menarik kapal berbendera Mongolia, MT Nautica Mersing, yang mengalami kerusakan mesin dan rantai jangkar putus di Perairan Tanjung Berakit, Kepulauan Riau, Selasa (10/12/2024). Matapedia6.com/ Dok Bakamla RI

Kapal Negara (KN) Tanjung Datu-301 saat menarik kapal berbendera Mongolia, MT Nautica Mersing, yang mengalami kerusakan mesin dan rantai jangkar putus di Perairan Tanjung Berakit, Kepulauan Riau, Selasa (10/12/2024). Matapedia6.com/ Dok Bakamla RI

MATAPEDIA6.com, BATAM – Kapal Negara (KN) Tanjung Datu-301 milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI berhasil menyelamatkan kapal berbendera Mongolia, MT Nautica Mersing, yang mengalami kerusakan mesin dan rantai jangkar putus di Perairan Tanjung Berakit, Kepulauan Riau, Selasa (10/12/2024).

Aksi penyelamatan ini bermula dari laporan agensi kapal MT Nautica Mersing yang menginformasikan bahwa kapal tersebut mengalami gangguan teknis dan hanyut di perairan nasional.

Informasi ini diterima oleh personel jaga KN Tanjung Datu-301 dan segera diteruskan kepada Komandan KN Tanjung Datu-301, Kolonel Bakamla Rudi Endratmoko.

Mendengar laporan tersebut, Kolonel Rudi langsung mengerahkan KN Tanjung Datu-301 menuju lokasi kejadian yang berjarak 45 mil laut (nautical mile).

Setibanya di lokasi, tim Bakamla segera melakukan pengecekan dan memastikan keselamatan para awak kapal.

“Kami berhasil menyelamatkan tujuh anak buah kapal (ABK), termasuk nakhoda. Kapal MT Nautica Mersing kemudian kami gandeng di lambung kanan KN Tanjung Datu-301 untuk ditarik menuju Area Lego guna dilakukan perbaikan mesin,” ujar Rudi.

Operasi penyelamatan berlangsung aman dan lancar Kapal MT Nautica Mersing kini berada di lokasi aman untuk proses perbaikan lebih lanjut.

Rudi menegaskan bahwa respon cepat ini merupakan bagian dari tugas Bakamla RI dalam menjaga keselamatan pelayaran di wilayah perairan nasional.

“Kami selalu siap memberikan bantuan kapan pun dibutuhkan. Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama, terutama di jalur strategis seperti perairan Tanjung Berakit,” jelasnya.

Ia juga mengimbau seluruh pengguna laut untuk segera melaporkan insiden serupa melalui Contact Center Bakamla RI di nomor 181.

“Patroli Bakamla RI selalu siaga 24 jam untuk memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia,” tambah Rudi.

Dengan keberhasilan operasi ini, Bakamla RI kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan kelancaran pelayaran di wilayah perairan nasional.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Gangguan Air Bersih Meluas di Tanjunguma Batam, ABHI: Pompa WTP Sei Ladi Rusak
Kapal Limbah B3 Kandas di Dangas, Komisi III DPRD Batam Desak Tindakan Tegas
Belum Ada Sosialisasi dan Ganti Rugi dari Perusahaan, Satpol PP Kirim SP 2 Penggusuran Warga di MKGR
Dishub Batam Anggarkan Rp 450 Juta Bangun Lima Halte Trans Batam Tahun 2026
Kejari Batam Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara Berkekuatan Hukum Tetap
Polda Kepri Kawal Pemulangan 133 WNI Deportasi dari Malaysia
Polda DIY Nonaktifkan Sementara Kapolresta Sleman Usai Audit Khusus
Dirut BEI Mundur, Tanggung Jawab atas Gejolak IHSG Dua Hari Beruntun

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:36 WIB

Gangguan Air Bersih Meluas di Tanjunguma Batam, ABHI: Pompa WTP Sei Ladi Rusak

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:55 WIB

Kapal Limbah B3 Kandas di Dangas, Komisi III DPRD Batam Desak Tindakan Tegas

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:01 WIB

Belum Ada Sosialisasi dan Ganti Rugi dari Perusahaan, Satpol PP Kirim SP 2 Penggusuran Warga di MKGR

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:38 WIB

Dishub Batam Anggarkan Rp 450 Juta Bangun Lima Halte Trans Batam Tahun 2026

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:57 WIB

Kejari Batam Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara Berkekuatan Hukum Tetap

Berita Terbaru