Kolam Bekas Galian di Kibing Renggut Nyawa Bocah 8 Tahun

Senin, 15 Desember 2025 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolam galian di belakang kantor Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji yang merenggut korban jiwa pada Minggu (14/12/2025). Foto:Ist/matapedia

Kolam galian di belakang kantor Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji yang merenggut korban jiwa pada Minggu (14/12/2025). Foto:Ist/matapedia

MATAPEDIA6.com, BATAM – Kolam bekas galian proyek di sebelah Kantor Lurah Kibing, Kecamatan Batu Aji, kembali menunjukkan ancamannya. Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun berinisial SF, tewas tenggelam saat berenang di kolam terbuka tersebut, Minggu (14/12/2025). Peristiwa ini menyorot kelalaian pengamanan lokasi bekas proyek di kawasan padat penduduk.

Kapolsek Batu Aji AKP Raden Bimo Dwi Lambang menyebut, peristiwa bermula sekitar pukul 06.30 WIB ketika SF pamit kepada ibunya untuk berolahraga pagi bersama lima temannya.

“Sekitar pukul 07.00 WIB, mereka sempat kembali ke rumah dan meminta uang jajan. Setelah menerima Rp5.000, SF kembali keluar rumah bersama teman-temannya untuk bermain,” ujar AKP Bimo pada wartawan, Senin (15/12/2025).

Ia menyebutkan, sekitar pukul 10.15 WIB, seorang warga melihat anaknya pulang dalam kondisi pucat dan ketakutan. Setelah didesak, anak tersebut mengaku SF tenggelam di kolam bekas galian proyek di dekat Kantor Lurah Kibing. Informasi itu langsung menyebar dan warga bergegas menuju lokasi.

Baca juga: Task Force Batu Aji Gelar Sapu Sampah Liar di Empat Titik Tanjung Uncang dengan Armada Berat

Warga sekitar segera melakukan pencarian di dalam kolam. Salah seorang saksi menyelam dan menemukan tubuh korban sekitar 10 meter dari bibir kolam dengan kedalaman sekitar dua meter.

“Korban segera diangkat ke tepi kolam dan warga memberikan pertolongan pertama,” katanya.

Tak lama kemudian, warga membawa SF ke RS Awal Bros Batu Aji untuk mendapat penanganan medis. Tim medis berupaya memberikan pertolongan selama sekitar satu jam.

Namun, nyawa korban tak tertolong dan dokter menyatakan SF meninggal dunia.

Peristiwa ini memicu keprihatinan warga setempat. Kolam bekas galian proyek tersebut disebut sudah lama dibiarkan terbuka tanpa pagar atau rambu peringatan, meski berada di sekitar permukiman dan fasilitas publik.

Warga mendesak pihak terkait segera menutup atau mengamankan lokasi serupa agar tragedi serupa tak kembali terulang.

“Lokasinya sudah dikeruk airnya. Untuk perusahaan tengah berada di luar negeri,” ungkap AKP Bimo.

 

Baca juga: Diduga Tertekan Utang, Pria di Batuaji Ditemukan Gantung Diri

Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon

 

Berita Terkait

Ketua DPD Gerindra Kepri Iman Sutiawan Minta Publik Lihat Polemik Li Claudia Secara Utuh
DPRD Batam Hadiri May Day 2026, Buruh Serukan UU Ketenagakerjaan Baru dan Tolak Outsourcing
AJI Indonesia Desak Hentikan Sensor dan Swasensor, Soroti Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers
Patroli Malam, Satlantas Polresta Barelang Tindak 35 Motor Knalpot Brong
BP Batam Kaji Penataan Lahan Puskopkar, Warga Tunggu Kepastian UWT dan HGB
Polda Kepri Bagikan 200 Helm Gratis untuk Pekerja Saat May Day di Batam
Perpanjangan UWT Rumah Puskopkar Batu Aji, BP Batam Belum Terima Tahap Awal dari Pengembang
Ketua IKTD Batam 2004–2009 H. Isnur Fauzi Wafat, H. Arlon Veristo Kenang Sosok Pemersatu Perantau

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 13:20 WIB

Ketua DPD Gerindra Kepri Iman Sutiawan Minta Publik Lihat Polemik Li Claudia Secara Utuh

Senin, 4 Mei 2026 - 11:12 WIB

DPRD Batam Hadiri May Day 2026, Buruh Serukan UU Ketenagakerjaan Baru dan Tolak Outsourcing

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:23 WIB

AJI Indonesia Desak Hentikan Sensor dan Swasensor, Soroti Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:43 WIB

Patroli Malam, Satlantas Polresta Barelang Tindak 35 Motor Knalpot Brong

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:03 WIB

Polda Kepri Bagikan 200 Helm Gratis untuk Pekerja Saat May Day di Batam

Berita Terbaru