KURMA 2025 Dorong Ekonomi Syariah yang Inklusif di Kepri

Selasa, 11 Maret 2025 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur dan Menteri sera Kepala BI Kepri saat di acara Kurma. Foto:BI

Gubernur dan Menteri sera Kepala BI Kepri saat di acara Kurma. Foto:BI

MATAPEDIA6.com, TANJUNGPINANG– Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Bank Indonesia (BI) Kepri menggelar KURMA untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah dengan target transaksi Rp2 miliar.

Kegiatan tahunan ini akan berlangsung pada 10–16 Maret 2025 di Tanjungpinang dan 17–23 Maret 2025 di Batam, fokus pada penguatan ekonomi syariah dan digitalisasi sistem pembayaran.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P mengatakan, KURMA 2025 dibuka oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bersama Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, serta perwakilan Bank Indonesia dan Forkopimda Kepri.

“Menteri Kebudayaan menyambut positif acara ini, yang dinilai sebagai langkah memperkuat ekonomi halal di Kepri, yang memiliki potensi besar sebagai “melting pot” budaya,” ujarnya dikutip dalam keterangan, Selasa (11/3/2025).

Rony menyatakan bahwa ekonomi Kepri diperkirakan tumbuh 4,8-5,6% pada 2025, lebih tinggi dari rata-rata nasional, meski ada tantangan disparitas pertumbuhan antarwilayah yang dapat diatasi dengan ekonomi syariah dan digitalisasi.

“KURMA 2025 menawarkan program unggulan seperti Business Matching UMKM Syariah, Bazar Ramadhan, sertifikasi halal, festival fashion, seminar ekonomi syariah, dan kompetisi berbasis agama,” sebut dia.

Selain itu, acara ini juga mendukung digitalisasi ekonomi syariah dengan meluncurkan QRIS 1000 Masjid, memudahkan transaksi ZISWAF secara digital, serta layanan penukaran uang Rupiah “SERAMBI” menjelang Idulfitri.

Dengan komitmen kuat dari pemerintah, sektor swasta, UMKM, dan lembaga keuangan syariah, KURMA 2025 diharapkan dapat menjadikan ekonomi syariah sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan menuju Festival Ekonomi Syariah 2025.

Sementara Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menegaskan komitmen daerah dalam mengembangkan ekonomi syariah melalui Halal Center dan inkubasi UMKM halal.

Hal yang sama Deputi Direktur KNEKS, Inza Putra, menambahkan bahwa KURMA 2025 akan mengintegrasikan industri halal, pariwisata, dan digitalisasi pembayaran untuk mendorong ekonomi syariah yang inklusif.

Cek berita artikel lainnya di Google News

Penulis:Rega|Editor:Miezon

Berita Terkait

Batam Bidik Status Pusat Eksekusi Investasi Tercepat Asia Tenggara, BP Batam Bergerak dari Singapura
Pimpinan OJK Mundur: Ketua DK, Kepala Eksekutif Pasar Modal dan Deputi Komisioner Lepas Jabatan
PLN Batam Mulai Konstruksi PLTGU Batam #1 120 MW, Perkuat Listrik dan Pacu Ekonomi Daerah
Bank Indonesia Luncurkan LPI 2025, Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 5,9 Persen pada 2027
BEI Bekukan Sementara Perdagangan Saham
BEI Perkuat Transparansi Demi Dongkrak Kredibilitas Pasar Modal Indonesia
BEI: Resolusi 2026 Pasar Modal Jadi Strategi Cerdas Menata Keuangan
Sektor Kepelabuhanan BP Batam Kinerja 2025 Tembus Target

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 10:43 WIB

Batam Bidik Status Pusat Eksekusi Investasi Tercepat Asia Tenggara, BP Batam Bergerak dari Singapura

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:17 WIB

Pimpinan OJK Mundur: Ketua DK, Kepala Eksekutif Pasar Modal dan Deputi Komisioner Lepas Jabatan

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:34 WIB

PLN Batam Mulai Konstruksi PLTGU Batam #1 120 MW, Perkuat Listrik dan Pacu Ekonomi Daerah

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:47 WIB

Bank Indonesia Luncurkan LPI 2025, Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 5,9 Persen pada 2027

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:11 WIB

BEI Bekukan Sementara Perdagangan Saham

Berita Terbaru