Lapas Batam Bantah Tuduhan Makanan Busuk dan Pastikan Kualitas Layanan untuk Warga Binaan

Senin, 20 Januari 2025 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi XIII DPR RI yang dipimpin oleh Mafirion melihat cara pembuatan roti di Lapas Kelas IIA Batam, saat kunjungan kerja, Kamis (12/12/2024). Matapedia6.com/ Dok Lapas

Anggota Komisi XIII DPR RI yang dipimpin oleh Mafirion melihat cara pembuatan roti di Lapas Kelas IIA Batam, saat kunjungan kerja, Kamis (12/12/2024). Matapedia6.com/ Dok Lapas

MATAPEDIA6.com, BATAM- Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Batam membantah tuduhan pemberian makanan busuk dan pengabaian aset negara. Hal itu menyusul adanya berita dari media online beberapa hari lalu.

Kalapas Heri Kusrita menyebut, bahwa makanan untuk warga binaan telah melalui proses yang baik, dan para warga binaan diperlakukan seperti keluarga.

“Itu tidak benar. Bahkan kita berusaha membuat lebih dan lebih baik untuk warga Binaan Lapas ini. Karena semua WBP ini sudah kita anggap keluarga kita,” ujar Kalapas Batam, Heri Kusrita pada wartawan, Senin (20/1/2025).

Heri Kusrita menyatakan bahwa Lapas Batam selalu menyediakan makanan sehat bagi warga binaan sesuai dengan Permenkumham No 40 Tahun 2017.

“Jadi makanan yang diberikan memenuhi standar dan kesehatan warga binaan menjadi prioritas, agar mereka dapat berinteraksi dengan keluarga,” tegas dia lagi.

Kata dia, jika pihaknya bersama PPK telah melakukan sidak untuk memastikan bahan makanan yang diterima sesuai kualitas dan kuantitas. Ia menekankan bahwa penyajian makanan bagi warga binaan menjadi perhatian utama, dengan monitoring dapur untuk menjaga kebersihan dan kepatuhan pada SOP.

“Hal ini kami dilakukan untuk mengetahui dan memastikan kebersihan, sarana dan prasarana (sarpras), proses mengolah makanan, kesiapan petugas tamping dapur, kelayakan proses penyajian, hingga proses distribusi makanan dan minuman kepada para WBP,” tuturnya.

Ia menambahkan pada 2022, Lapas Batam telah memperbaiki mesin X-Ray, namun mengalami kerusakan lagi pada 2 Januari 2023. Permohonan perawatan diajukan pada 4 Januari 2023 dan surat pemeliharaan dikirimkan pada 28 Maret 2024. Pada 5 Juni 2024, teknisi menemukan beberapa bagian perlu diperbaiki.

Meskipun pemeriksaan radiasi pada 6 Agustus 2024 menunjukkan masalah masih ada, hingga kini mesin X-Ray belum dapat dioperasikan.

“Surat permohonan informasi perkembangan juga telah dikirimkan ke Ditjenpas pada 15 Januari 2025 dan kondisi X-Ray belum bisa dioperasikan,” tutup dia.

Cek berita artikel lainnya di Google News

Penulis:Rega|Editor:Miezon

Berita Terkait

1.020 Titik Salat Id Disiapkan, Amsakar Achmad Pastikan Warga Batam Beribadah Nyaman
KSOP Batam Gerak Cepat: Kapal Negara Dikerahkan, 150 Pemudik Tanpa Tiket Tetap Berangkat
Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran
Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual
Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik
WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran
Perkuat Sinergi Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BP Batam Gelar Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026
DPRD dan Pemko Batam Sepakati Perda Adminduk, Dorong Layanan Terintegrasi dan Digital

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:37 WIB

1.020 Titik Salat Id Disiapkan, Amsakar Achmad Pastikan Warga Batam Beribadah Nyaman

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:20 WIB

KSOP Batam Gerak Cepat: Kapal Negara Dikerahkan, 150 Pemudik Tanpa Tiket Tetap Berangkat

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:35 WIB

Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:16 WIB

Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:35 WIB

WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran

Berita Terbaru